1.1 Pengertian Organisasi dan Macam-macam Organisasi
Terdapat
beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok stau sama
lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat
atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan
sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam
memanfaatkan sumber daya(uang, material, mesin, lingkungan).
Menurut
James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan
manusia untuk mencapai tujuan bersama.
Sebuah
organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti
penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi
sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik
adalah organisasi yang dapat diakui keberdaanya oleh masyarakat disekitarnya,
karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam
masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran.
Beberapa
macam organisasi, yaitu:
1.
PBB
2.
G8 à Grub of Eight, kelompok
negara-negara maju
3.
DANIDA à
Danish International Development Assistance, organisasi yang memberikan bantuan
kepada negara-negara miskin, pengungsi, bencana alam dan lain-lain.
4.
OPEC à Organization of the Petroleum
Exporting Countries
5.
ASEAN à
Assosciation of Southeast Asian Neations
1.2
Bagan
Struktur Organisasi
Berikut
merupakan bagan dari struktur organisasi ASEAN
1.3
Faktor-Faktor
Yang Mempengaruhi Kegiatan Organisasi
Lingkungan
khusus organisasi terdiri dari; pelanggan, pemasok, pesaing, dan kelompok
masyarakat yang langsung berpengaruh terhadap organisasi.
Pelanggan
merupakan faktor penting pertama yang berkaitan dengan “pihak luar” yang
berpengaruh terhadap organisasi. Organisasi akan eksis, jika organisasi mampu
memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan.
Kebutuhan
dan harapan pelanggan dapat berubah-ubah, yang pada sebelumnya dapat dipenuhi,
dengan cepat menjadi tidak terpenuhi oleh produk dan layanan yang sama dari
organisasi yang sama. Berbagai jenis organisasi berbeda dalam ketidak pastian
ini. Dalam bidang pendidikan pergerakan kebutuhan dan harapan pelanggan
tersebut juga seringkali berlangsung dalam waktu yang cepat. Ilmu pariwisata
pernah mengalami masa kelesuhan yang sangat setelah terorisme melakukan
berbagai aksi teror di berbagai tempat wisata dan hotel di Indonesia. Kondisi
ini kemudian menyebabkan calon mahasiswa enggan memilih jurusan pariwisata.
Kebijakan pemerintah tentang sertifikasi guru, merubah kebutuhan dan harapan
calon mahasiswa untuk menjadi guru, sehingga jurusan-jurusan keguruan langsung
kebanjiran calon mahasiswa.
Faktor
khusus kedua adalah pemasok. Pemasok merupakan organisasi lain yang menyediakan
berbagai peralatan dan bahan untuk organisasi kita. Dalam pendidikan pemasok
lebih beragam lagi. Dapat berkaitan dengan pemasok calon mahasiswa, dosen,
karyawan, dan juga keuangan. Mahasiswa dipasok oleh madrasah-madrasah Aliyah,
sekolah-sekolah Menengah Atas, atau pondok-pondok pesantren. Untuk memastikan
bahwa Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Atas dan Pondok Pesantren tersebut
memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh Perguruan Tinggi, maka Perguruan Tinggi
akan melakukan tes ujian masuk, namun jika tidak diperlukan maka dapat tidak
menggunakan tes ujian masuk. Dosen dipasok dari lulusan PT itu sendiri atau
dari PT lain, untuk memenuhi kualifikasi dosen yang dipersyaratkan oleh PT maka
diberikan persyaratan-persyaratan dan tes masuk. Demikian pula pemasok pada organisasi
yang lain. Yang juga penting adalah, manajer harus mampu memastikan bahwa
pasokan untuk proses yang akan dilakukan oleh organisasi tersebut berjalan
lancar, kualitas yang baik dan harga yang kompetitif. Karena hal tersebut akan
berpengaruh terhadap efektifitas organisasi.
Faktor
khusus ketiga adalah kompetitor. Semua organisasi, termasuk yang monopoli
memiliki satu atau lebih kompetitor. Telkom yang merupakan perusahaan monopoli,
saat ini mendapatkan pesaing dari Indosat, Pertamina mendapatkan pesaing dari
Shell, Perbankan sangat banyak pesaingnya, Perguruan Tinggi, lebih banyak lagi
pesaingnya. Manajer tidak boleh mengabaikan persaingan. Jika hal tersebut
dilakukan maka akan sangat besar resikonya. Kantor Pos yang dulunya perusahaan
monopoli, dengan berbagai produk layanan pengantaran surat dan telegraph,
terpukul telak setelah munculnya dan berkembang biaknya Hand Phone dengan mode
sms nya yang dapat menyapaikan pesan, dan munculnya email via internet yang
dapat mengirimkan pesan dan surat bahkan dokumen lainnya dalam waktu yang
sangat singkat dan biaya yang murah.
Contoh di atas
mengindikasikan bahwa kompetitor, dalam kaitan dengan harga, layanan,
pengembangan produk dan seterusnya merupakan contoh tentang bagaimana
kompetitor memberikan dampak langsung terhadap organisasi. Disinilah pentingnya
manajer harus selalu memonitor dan selalu harus memiliki kesiapan untuk
memberikan respon dari berbagai kejadian pada lingkungan eksternal.
REFRENSI:
