12/10/2013

Struktur Basis Data 1

SOAL!

  1. Tambahkan kolom ms_berlaku dengan panjang 15 karakter pada table anggota!
  2. Tampilkan semua data mata kuliah terurut dari A-Z!
  3. Tambahkan data ke table dosen dengan NIDN = 102925 dan Alamat = Jati Mulya.
  4. Ubah panjang kolom Nama menjadi 25 karakter.
  5. Tampilkan Nama yang huruf depannya adalah = K.
  6. Hapus no_ruang dengan kondisi kode_dosen.
  7. Hapus kolom agama dari table dosen!
  8. Tampilkan mata kulaih yang huruf depannya adalah = S.
  9. Ubah alamat menjadi Bekasi yang NIDN dosen = 201101.
  10. Soal tabel ada 3 kolom:
Degree
Cardinality
Attribute
Domain
Relasi
Tuple

Jawab:

nyusul.. =D




11/08/2013

Kalimat Efektif


Sebagai makhluk sosial, manusia akan berkomunikasi.dalam berkomunikasi manusia akan menggunakan bahasa dengan cara menyusun gagasan ke dalam kalimat. 

Kadang-kadang gagasan yang terkandung di dalam kalimat tidak tersampaikan dengan baik kepada orang lain. Hal ini terjadi karena kalimat yang kita buat menyesatkan.

TUGAS

cari artikel di majalah, kemudian capture artikel nya, pilih yang jangan terlalu panjang, kemudian analisis per kalimat apakah sudah efektif atau belum, kalau belum berikan koreksi yang benar!


Dalam berumahtangga, seorang istri hanya dituntut piawai dalam mengurus suami dan anak-anak. Namun, manakala kondisi ekonomi keluarga tak lagi berimbang dengan tuntutan kebutuhan, sang istri pun harus sigap menyingsingkan lengan bahu membahu bersama suami untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Tanggapan:

Saya fikir kalimat dari artikel diatas sudah efektif.


10/23/2013

Pilihan kata - diksi


Tugas : cari kutipan kata-kata dari vicky prasetyo saat wawancara dengan zaskia, kemudian koreksi pilihan kosakata nya sehingga menjadi kalimat yg benar sesuai EYD.



Pengertian Diksi atau Pilihan kata.

Jika kita menulis atau berbicara, kita selalu menggunakan kata. Kata tersebut dibentuk menjadi kelompok kata, klausa, kalimat, paragraph dan akhirnya sebuah wacana.
Di dalam sebuah karangan, diksi bisa diartikan sebagai pilihan kata pengarang untuk menggambarkan sebuah cerita. Diksi bukan hanya berarti pilih memilih kata melainkan digunakan untuk menyatakan gagasan atau menceritakan peristiwa tetapi juga meliputi persoalan gaya bahasa, ungkapan-ungkapan dan sebagainya.
Agar dapat menghasilkan cerita yang menarik melalui pilihan kata maka diksi yang baik harus memenuhi syarat, seperti :
  • Ketepatan dalam pemilihan kata dalam menyampaikan suatu gagasan.
  • Seorang pengarang harus mempunyai kemampuan untuk membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa bagi pembacanya.
  • Menguasai berbagai macam kosakata dan mampu memanfaatkan kata-kata tersebut menjadi sebuah kalimat yang jelas, efektif dan mudah dimengerti.

Syarat-Syarat Pemilihan Kata

1. Makna Denotatif dan Konotatif

Makna denotatif adalah makna dalam alam wajar secara eksplisit. Makna wajar ini adalah makna yang sesuai dengan apa adanya. Denotatif adalah suatu pengertian yang terkandung sebuah kata secara objektif. Sering juga makna denotatif disebut makna konseptual. Kata makan misalnya, bermakna memasukkan sesuatu kedalam mulut, dikunyah, dan ditelan. Makna kata makan seperti ini adalah makna denotatif.
Makna konotatif adalah makna asosiatif, makna yang timbul sebagai akibat dari sikap sosial, sikap pribadi, dan kriteria tambahan yang dikenakan pada sebuah makna konseptual. Kata makan dalam makna konotatif dapat berarti untung atau pukul.
Makna konotatif berbeda dari zaman ke zaman. Ia tidak tetap. Kata kamar kecil mengacu kepada kamar yang kecil (denotatif) tetapi kamar kecil berarti juga jamban (konotatif). Dalam hal ini, kita kadang-kadang lupa apakah suatu makna kata adalah makna denotatif atau konotatif.

2. Makna Umum dan Khusus


Kata umum dibedakan dari kata khusus berdasarkan ruang-lingkupnya. Makin luas ruang-lingkup suatu kata, maka makin umum sifatnya. Makin umum suatu kata, maka semakin terbuka kemungkinan terjadinya salah paham dalam pemaknaannya.
Makin sempit ruang-lingkupnya, makin khusus sifatnya sehingga makin sedikit kemungkinan terjadinya salah paham dalam pemaknaannya, dan makin mendekatkan penulis pada pilihan kata secara tepat. Misalnya:
Kata ikan memiliki acuan yang lebih luas daripada kata mujair atau tawes. Ikan tidak hanya mujair atau tidak seperti gurame, lele, sepat, tuna, baronang, nila, ikan koki dan ikan mas. Sebaliknya, tawes pasti tergolong jenis ikan demikian juga gurame, lele, sepat, tuna, dan baronang pasti merupakan jenis ikan. Dalam hal ini kata acuannya lebih luas disebut kata umum, seperti ikan, sedangkan kata yang acuannya lebih khusus disebut kata khusus, seperti gurame, lele, tawes, dan ikan mas.

3. Kata abstrak dan kata konkret. 

Kata yang acuannya semakin mudah diserap panca-indra disebut kata konkret, seperti meja, rumah, mobil, air, cantik, hangat, wangi, suara. Jika acuan sebuah kata tidak mudah diserap panca-indra, kata itu disebut kata abstrak, seperti gagasan dan perdamaian. Kata abstrak digunakan untuk mengungkapkan gagasan rumit. Kata abstrak mampu membedakan secara halus gagasan yang sifat teknis dan khusus. Akan tetapi, jika kata abstrak terlalu diobral atau dihambur-hamburkan dalam suatu karangan. Karangan tersebut dapat menjadi samar dan tidak cermat.

4. Sinonim 

Sinonim adalah dua kata atau lebih yang pada asasnya mempunyai makna yang sama, tetapi bentuknya berlainan. Kesinoniman kata tidaklah mutlak, hanya ada kesamaan atau kemiripan. Kita ambil contoh cermat dan cerdik kedua kata itu bersinonim, tetapi kedua kata tersebut tidak persis sama benar. Kesinoniman kata masih berhubungan dengan masalah makna denotatif dan makna konotatif suatu kata.

5. Kata Ilmiah dan kata popular

Kata ilmiah merupakan kata-kata logis dari bahasa asing yang bisa diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Kata-kata ilmiah biasa digunakan oleh kaum terpelajar, terutama dalam tulisan-tulisan ilmiah, pertemuan-pertemuan resmi, serta diskusi-diskusi khusus. Yang membedakan antara kata ilmiah dengan kata populer adalah bila kata populer digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan, kata-kata ilmiah digunakan pada tulisan-tulisan yang berbau pendidikan. Yang juga terdapat pada penulisan artikel, karya tulis ilmiah, laporan ilmiah, skripsi, tesis maupun desertasi.

Kalimat vicky, di kutip dari harian kompas.


JAKARTA, KOMPAS.com — Gaya bicara Vicky Prasetyo, mantan tunangan penyanyi dangdut Zaskia "Gotik", kini tengah ngetren di media sosial. Vicky alias Hendrianto bin Hermanto menggunakan "kosakata unik" yang terdengar tidak pas di telinga saat wawancara dengan sejumlah pekerja infotainment seusai acara pertunangannya di Hotel Kempinski, Jakarta, Minggu (1/9/2013).
Dalam cuplikan video "C&R" berdurasi 59 detik yang diunggah di media sosial Youtube, Vicky mengenakan jas hitam duduk didampingi Zaskia yang mengenakan kebaya hijau dengan mahkota di kepalanya. Video itu diunggah akun "tv-ri" pada 7 September 2013. Judul videonya "Wawancara Kocak Zaskia Gotik & Vicky Prasetyo yg sok memakai bahasa intelek".
Kepada para pekerja infotainment, Vicky berujar, "Di usiaku ini, twenty nine my age, aku masih merindukan apresiasi karena basically, aku senang musik, walaupun kontroversi hati aku lebih menyudutkan kepada konspirasi kemakmuran yang kita pilih ya."
Ia berujar lagi, "Kita belajar, apa ya, harmonisisasi dari hal terkecil sampai terbesar. Aku pikir kita enggak boleh ego terhadap satu kepentingan dan kudeta apa yang kita menjadi keinginan."
"Dengan adanya hubungan ini," lanjut Vicky, "bukan mempertakut, bukan mempersuram statusisasi kemakmuran keluarga dia, tapi menjadi confident."
"Tapi, kita harus bisa mensiasati kecerdasan itu untuk labil ekonomi kita tetap lebih baik dan aku sangat bangga..." kata Vicky lagi.
Seusai memberikan keterangan itu, Zaskia berkata mesra kepada Vicky, "Dibeliin rumah ya Pap ya, aku dibeliin rumah ya sayang ya..."
"Nantilah, kita komunikasikan lagi," jawab Vicky.
Akun Rahmat Hidayat berkomentar di laman video itu, "Saya yakin Vicky suka nonton berita politik, mungkin dia dapat adrenalinnya bukan inteligensinya."
Di media sosial Facebook, video Vicky juga ramai disebarkan. Gaya bicaranya bahkan diikuti. Seorang Facebooker, Rusdi Mathari, menulis demikian pada statusnya, "Pembebasan Rasyid Rajasa mempertakut dan mempersuram statusisasi kontroversi hati dan konspirasi kemakmuran kasus Dul. Harmonisasi kasus tidak boleh mengkudeta kita punya keinginan, tapi kita harus menyiasati untuk labil ekonomi; karena usia hukum saat ini, ya twenty nine my age ya."

Berikut ini adalah hasil koreksi kosakata, sehingga menjadi kalimat yang benar sesuai EYD :

“Di usiaku ini, twenty nine my age” : Umurku sekarang sudah 29 tahun.

“Aku masih merindukan apresiasi” : Aku masih merindukan penghargaan di [bidang musik]. 

“Karena basically, aku senang musik” : Karena aku dari awalnya memang senang musik.

“Walaupun kontroversi hati aku” : Meski hatiku sering bertolak belakang.

“Lebih menyudutkan kepada konspirasi kemakmuran yang kita pilih ya” : Dan kebanyakan lebih mementingkan pada zona nyaman yang sudah dipilih dan didapat [daripada bermusik].

“Kita belajar, apa ya, harmonisisasi dari hal terkecil sampai terbesar” : Kita harusnya belajar untuk sejalan, seirama, seiya sekata antara logika dan hati, dari yang hal terkecil hingga terbesar sekalipun [terutama dalam bermusik].

“Aku pikir kita nggak boleh ego terhadap satu kepentingan dan kudeta apa yang kita menjadi keinginan” : Aku pikir kita nggak boleh memperjuangkan satu keinginan saja sehingga melupakan keinginan yang lain [yaitu bermusik].

“Dengan adanya hubungan ini, bukan mempertakut, bukan mempersuram statusisasi kemakmuran keluarga dia, tapi menjadi confident” : Dengan adanya hubungan ini maka keluarga dia (Zaskia) jangan takut lagi [karir bermusik Zaskia menurun], apalagi sampai menganggap masa depan keluarganya menjadi suram [gara-gara menikah dengan saya]. Makanya ke depan mereka harus lebih percaya diri lagi.

“Tapi, kita harus bisa mensiasati kecerdasan itu untuk labil ekonomi kita tetap lebih baik dan aku sangat bangga..." : Oleh karena itu kita harus menjadi cerdas dalam mengelola ekonomi kita agar ekonomi kita yang boleh jadi tadinya turun kembali naik dan saya sangat bangga sebagai orang cerdas.

referensi:
http://entertainment.kompas.com/read/2013/09/09/1702048/.Kontroversi.Hati.dan.Konspirasi.Kemakmuran.ala.Vicky.Prasetyohttp://entertainment.kompas.com/read/2013/09/09/1702048/.Kontroversi.Hati.dan.Konspirasi.Kemakmuran.ala.Vicky.Prasetyo
http://rickykusnandar.blogspot.com/2013/10/tugas-bahasa-indonesia-pilihan-kata.html
http://dwiajisapto.blogspot.com/2011/02/diksi-pilihan-kata.html

10/14/2013

EYD(Ejaan Yang Disempurnakan) Dan Tanda Baca

Sering kali dalam artil-artikel yang di muat pada berita online memiliki beberapa kata atau kalimat yang tidak baku, hal ini dapat membuat pembaca berasumsi lain dalam penalarannya, sehingga terjadi kesalahpahaman. belum lagi saat ini tidak sedikit para remaja yang menggunakan bahasa gaul, sehingga kata-kata baku tidak mereka pahami dengan baik. berikut ini salah satu artikel yang terdapat kata-kata yang tidak baku didalam penyampaiannya. kata yang berwarna hijau adalah kata tidak baku, sedangkan kata yang berwana ungu adalah kata yang baku.




KOMPAS.com — Mulai pertengahan tahun ini, olahraga lari semakin digandrungi (diminati) oleh para penduduk ibu kota. Jika dulu orang berbondong-bondong latihan di gym, sekarang mereka justru mengincar car free day di akhir pekan, agar bisa lebih leluasa berlari di sepanjang Jalan Sudirman dan sekitar.

Karena terbiasa mengekor (mengikuti) tren, tak heran jika banyak pencinta lari dadakan (sontak sangat tiba-tiba) tersebut tidak benar-benar memahami bagaimana teknik lari yang aman, atau betapa pakaian yang Anda kenakan berpengaruh pada kecepatan lari Anda. Simak uraian Alex Figuerora, pelatih lari profesional dan pendiri Priority1 Wellness.

Buang sepatu olahraga yang telah sering dipakai


Apabila akvitas berlari Anda mengandalkan sepatu lari yang mahal dan bermerek, Anda harus menyimak uraian berikut. Sepatu yang keseringan dipakai, tak lagi memberikan fungsi maksimal. Sepatu olahraga tidak sama dengan jenis sepatu lainnya. Sepatu lari dirilis dengan fitur-fitur yang memiliki jangka waktu berbatas. Jadi, ketika sepatu usang masih tetap Anda kenakan untuk lari, hal ini hanya akan membuat kaki lemah dan tubuh cenderung mudah sakit atau cedera.

Jangan melangkah terlalu lebar


Posisi badan terlalu menjorok ke depan dapat menguras energi Anda. Sikap tubuh paling efisien saat berlari adalah tegak dan sedikit saja bersandar ke arah depan. Jika sewaktu berlari Anda merasa tubuh tidak seimbang, seperti akan terjatuh, jangan langsung berhenti, majulah sedikit untuk "menangkap" tubuh dan menjaga keseimbangan.

Jangan berlari terlalu cepat


Banyak dari Anda yang berpikir bahwa dengan berlari cepat, maka kalori yang terbakar semakin banyak, atau tubuh menjadi lebih bugar dan sehat. Figuerora justru merekomendasikan teknik berlari bertahap yang mudah untuk diaplikasikan (diterapkan).

Mulanya Anda harus berlatih lari santai terlebih dulu. “Kurangi kecepatan lari, gunakan alat monitor pacu jantung. Ini adalah cara berlari cerdas, jangan memaksa tubuh terlalu keras,” saran Figueroa.

Atur monitor jantung pada kecepatan yang diinginkan, dan jangan berlari melebih kecepatan yang telah ditetapkan tersebut. Biarkan tubuh Anda beradaptasi terlebih dulu, sampai akhirnya Anda mampu berlari dengan ritme yang Anda impikan. Intinya, Anda bisa mencapai kecepatan yang diinginkan, tetapi jangan sampai memaksa tubuh di luar batas kemampuannya.

Jangan mengandalkan tumit


Saat sedang berlari, hindari mendaratkan tumit terlebih dulu. Simpan kekuatan tumit Anda untuk sesi berlatih jalan kaki. “Ketika Anda berjalan normal, posisi kaki yang lain secara otomatis ‘menempel’ pada dataran, namun saat lari, ada momen di mana tubuh sedikit melayang ringan. Jadi berbahaya jika saat lari, Anda menggerakkan kaki bak sedang berjalan,’’ ujar Alex Figuerora, pelatih lari dan pendiri Priority1 Wellness. Kebiasaan berlari dengan mengandalkan kekuatan tumit dapat mengakibatkan nyeri punggung dan lutut.

Saat berlari, pastikan bagian kaki yang menginjak dataran adalah telapak depan. Cara ini memudahkan otot Anda untuk "menangkap" bobot saat tubuh berada dalam posisi melayang. Gerakan seperti ini mengurangi efek terjadinya cedera pada tulang dan sendi.

Sumber : Shape Magazine
Editor : D. Syafrina Syaaf

10/06/2013

Ragam Bahasa

PENTINGNYA BERBAHASA YANG BAIK DAN BENAR DALAM DUNIA SISTEM INFORMASI

Ragam bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakai. Macam-macam variasi bahasa berupa dialek, aksen, laras, dan gaya yang khas. Di Indonesia sendiri banyak ragam bahasa yang dipergunakan tergantung tempat dimana kita menetap, karena di Indonesia terdapat banyak pulau tentu bahasa untuk percakapan yang dipergunakanpun berbeda-beda.
Bahasa Indonesia adalah bahasa ibu dari bangsa Indonesia yang sudah dipakai oleh masyarakat indonesia sejak dahulu kala jauh sebelum masa penjajahan, namun tidak semua orang Indonesia menggunakan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dengan benar, karena memang belum disesuaikan. Oleh sebab itu pengetahuan tentang ragam bahasa cukup penting untuk dipahami serta dipelajari secara menyeluruh yang akhirnya bisa diterapkan dan dapat digunakan dengan baik dan benar sehingga identitas kita sebagai bangsa Indonesia tidak hilang. 
Bahasa Indonesia perlu dipelajari oleh semua lapisan masyarakat, terutama kita sebagai seseorang yang bekerja di dunia sistem informasi. Sistem Informasi (SI) adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis, oleh karena itu ragam bahasa diperlukan baik berinteraksi dengan teknologi seperti komputer karena kita dituntut untuk menyedia informasi dan mengolah data-data dari informasi yang kita miliki untuk disampaikan dengan baik dan mudah dipahami agar tidak terjadi kesalah pahaman dalam penalaran dalam setiap istilah, karena Alter berpendapat sistem informasi sebagai tipe khusus dari sistem kerja. Sistem kerja adalah suatu sistem di mana manusia dan/atau mesin melakukan pekerjaan dengan menggunakan sumber daya untuk memproduksi produk tertentu dan/atau jasa bagi pelanggan. Sistem informasi adalah suatu sistem kerja yang kegiatannya ditujukan untuk pengolahan (menangkap, transmisi, menyimpan, mengambil, memanipulasi dan menampilkan) informasi.
Menurut Felicia (2001 :8), ragam bahasa dibagi berdasarkan Media pengatarnya atau sarananya, yang terdiri atas:
  • Ragam Lisan, yaitu bahasa yang diujarkan oleh pemakai bahasa. Kita dapat menemukan ragam lisan yang standar, misalnya pada saat seorang user menyampaikan keluhan terhadap aplikasi yang digunakan olehnya kepada sistem analis atau programer yang membuat program tersebut. user harus menyampaikan keluhan-keluhannya secara jelas dengan bahasa yang mudah dipahami agar aplikasi tersebut dapat dikembangkan dan tidak membuat user lainnya kebingungan dalam penggunaannya atau disebut user friendly.
  • Ragam Tulisan adalah bahasa yang ditulis atau yang tercetak. Ragam tulis yang standar kita temukan dalam buku-buku pelajaran, majalah dan lain lain. Berbeda dengan sintaks yang ada pada bahasa pemrograman, karena dalam setiap bahasa pemorgraman terdapat kriteria dan sintaks masing-masing.
referensi:
 http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi
http://t_wahyu.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/4762/BAB2.htm (ragam bahasa)
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_Informasi_Dunia

9/30/2013

ESAI

Pengertian Esai

"Esai adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah dengan sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya yang diutarakan secara tidak teratur" (Aan Sugianto Mas). Pengaran esai disebut esais. esai sebagai satu bentuk karangan dapat bersifat informal dan formal. esai informal mempergunakan bahasa percakapan, dengan bentuk sapaan "saya" dan seolah-olah ia berbicara langsung dengan pembacanya. Adapun esai yang formal pendekatannya serius. Pengarang mempergunakan semua persayratan penulisan.

Tipe-tipe Esai

ada enam tipe esai, yaitu:
  1. Esai deskriptif.
  2. Esai Tajuk.
  3. Esai Cukilan Watak.
  4. Esai Pribadi.
  5. Esai Reflektif.
  6. Esai Kritik.

Tugas Mandiri: Esai Pribadi

 "Yang paling dekat adalah kematian, dan yang paling jauh adalah masa lalu".
Imam Al Ghozali berkata, "... sesungguhnya uang paling dekat dalam hidup ini adalah kematian, dia selalu mengikutimu meskipun engkau pergi kemana saja, jikalau istri, ibu, bapak telah meninggal dunia maka kalian akan terpisah dengan mereka, mereka berada dalam kuburan sedangkan engkau akan tinggal di ru,ah, akan tetapi kematian tidaklah pernah terpisah sebelum kematian itu terlaksana pada dirimu dan engkau tidak mengetahui kapan dia tiba, setiap detik kematian itu terus ada disisimu."
Dan mengapa yang paling jauh itu masalalu? Karna hari kemarin itu tidak akan pernah bisa kembali, tidak akan pernah bisa tercapai lagi, sejauh apa-pun tempat dibumi anda bisa mendatanginya, sejauh dan setinggi apapun gunung, anda bisa mendakinya. bagaimana dengan masalalu?
 Kematian itu datang dengan berbagai macam cara, bisa dikarenakan penyakit, kecelakaan, atau apapun sesuai kehendak Allah. bagaimanapun kematian yang mendatangi saya, saya hanya berharap mati dalam keadaan muslim.
 Saya cukup beruntung dilahirkan didalam keluarga dan lingkungan yang perduli terhadap saya, yang dekat dengan Allah. Saya adalah anak ke-3 dari 4 bersaudara. Saat ini saya sedang menjalankan study S1 di Universitas Gunadarma, jurusan Sistim Informasi. Alhamdulillah saya masih memiliki orang tua yang lengkap. Saya juga mempunyai masalalu yang buruk,masa-masa dimana semestinya saya menjadi orang yang lebih baik, lebih produktif. Tetapi saya membuangnya dengan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat. Sekarang dengan sisa waktu yang saya miliki, saya akan berusaha untuk memanfaatkannya sebaik mungkin. ada pepatah mengatakan, "waktu itu merupakan guru yang paling baik, dia selalu memberikanmu kesempatan" biarlah yang telah lalu itu menjadi pengalaman dan guru pribadi saya. 
 Adapun rencana jangka panjangsaya, lulus S1 paling lama empat tahun, sebelum lulus sudah bergabung di suatu perusahaan, dan dalam jangka tiga tahun kedepan sudah memiliki usaha sendiri yang cukup sukses untuk membiaya kehidupan keluarga karna saya yang akan menjadi tulang punggung. Dan saya berharap saya selalu mendekat kepada Allah, dan tidak melupakn orang-orang fakirmiskin disekitar saya. Wallahu a'lam, manusia hanya bisa berencana dan Allah Ta'ala Yang Maha Mengetahui. Hanya orang-orang yang berani bermimpi besar dan berusaha mewujudkannya yang akan menjadi orang-orang sukses dan professional. Aamiin.

8/25/2013

( AKHIRZAMAN ) PERGILIRAN MASA KEJAYAAN UMAT ISLAM


بسم الله الرحمن الرحيم


Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam mengatakan bahwa setelah ummat Islam melalui babak ketiga era Akhir Zaman dimana yang memimpin adalah para Mulkan ’Aadhdhon (ParaRajayang Menggigit), maka selanjutnya ummat Islam akan mengalami babak keempat dimana yang memimpin adalah para Mulkan Jabbriyyan (Para Penguasa yang Memaksakan Kehendak). Babak kepemimpinan Mulkan ’Aadhdhon merupakan babak dimana ummat Islam dipimpin oleh pemimpin-pemimpin yang masih menamakan dirinya para Khalifah. Artinya, sistem formal kehidupan bermasyarakat dan bernegara masih disebut Khilafah Islamiyyah. Dengan kata lain sistem pemerintahan yang berlaku masih merupakan sistem pemerintahan Islam. Lalu mengapa Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menyebutnya dengan istilah Mulkan (Para Raja)? Sebab dalam pola suksesinya mereka menerapkan sistem warisan kekuasaan. Bila seorang khalifah wafat maka yang menggantikan adalah anaknya. Bila ia wafat maka yang menggantikan adalah anaknya lagi. Demikian seterusnya.

Kemudian apa yang dimaksud dengan istilah ’Aadhdhon (Menggigit)? Yang dimaksud dengan menggigit ialah menggigit Al-Qur’an dan As-Sunnah An-Nabawiyyah. Para khalifah di babak ketiga masih ”minggigit” dua sumber utama warisan suci ummat Islam. Tapi tentunya berbeda dengan para pemimpin di babak sebelumnya, yaitu babak kedua, yang dijuluki Nabi shollallahu ’alaih wa sallam sebagai Khilafatun ’Alah Minhaj An-Nubuwwah (Kekhalifahan yang Mengikuti Sistem/Metode Kenabian). Para Khulafa ar-Rasyidin yang mengisi babak kedua bukan ”menggigit” Al-Qur’an dan As-Sunnah, melainkan mereka ”menggenggam” kedua sumber utama tersebut. Ibarat orang mendaki bukit, lalu diberi seutas tali, tentunya lebih aman dan pasti bila ia menggenggam tali tersebut hingga mencapai puncak bukit daripada ia menggigit-nya.

Babak kepemimpinan Mulkan ’Aadhdhon berlangsung sangat lama yaitu sekitar tigabelas abad alias 1300-an tahun. Subhanallah..! Babak ketiga tersebut diawali dengan berdirinya kerajaan Daulat Bani Umayyah. Kemudian diikuti dengan Daulat Bani Abbasiyyah. Lalu terakhir ditutup dengan era Kesultanan Ustmani Turki yang akhirnya runtuh pada Maret 1924 Masehi atau 1342 Hijriyyah. Selama masa yang demikian panjang ummat Islam mengalami aneka jenis pemimpin. Ada di antara mereka yang tercatat dalam sejarah sebagai pemimpin yang sangat adil dan bijaksana seperti Umar bin Abdul Aziz. Beliau sedemikian dihormatinya hingga sebagian ulama menjulukinya sebagai Khalifah Rasyidah kelima sesudah Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin ’Affan dan ’Ali bin Abi Thalib. Namun ada pula mereka yang tercatat sebagai khalifah yang zalim sehingga memenjarakan ulama-ulama besar semacam Imam Ahmad bin Hambal. Namun betapapun zalimnya pemimpin di masa itu, tak pernah kita dengar ada seorang ulamapun yang menganjurkan untuk mengadakan pemberontakan terhadap pemerintah resmi. Mengapa? Karena sistem yang berlaku masih merupakan sistem Islam alias Khilafah Islamiyyah. Masyarakat masih bisa berharap bahwa bila pemimpinnya berganti dengan yang adil, niscaya akan terjadi perbaikan keadaan. Yang penting fondasi kehidupan bermasyarakat dan bernegara tidak keluar dari bingkai Al-Qur’an dan As-Sunnah An-Nabawiyyah.

Hadirnya para Khalifah di babak ketiga yang berlaku zalim di tengah masyarakat inilah yang seringkali menjadi sasaran tembak musuh-musuh Islam untuk menghilangkan keyakinan serta kerinduan ummat Islam akan hadirnya kembali sistem Khilafah Islamiyyah. Para manipulator sejarah itu menggambarkan seolah bila khilafah wujud kembali berarti ummat Islam akan memiliki pemimpin-pemimpin zalim. Seingga kezaliman oknum-oknum khalifah tertentu di masa lalu menjadi justifikasi untuk menggeneralisasi kezaliman sistem Khilafah.

Setelah runtuhnya pemerintahan Islam Khilafah Islamiyyah pada tahun 1924, mulailah ummat Islam memasuki babak keempat era Akhir Zaman yang dijuluki Nabi shollallahu ’alaih wa sallam sebagai babak kepemimpinan Mulkan Jabbriyyan (Para Penguasa yang Memaksakan Kehendak). Pada hakikatnya peralihan kehidupan dari babak ketiga menjadi babak keempat merupakan peralihan dari kepemimpinan Islam dan ummat Islam atas sebagian besar wilayah dunia kepada kepemimpinan kaum kuffar Barat atas sebagian besar wilayah dunia. Sejak saat itu praktis ummat Islam sudah kehilangan tongkat kepemimpinan dunia. Mulailah dunia dipimpin oleh fihak kaum kuffar Barat, dengan Inggris dan Amerika sebagai komandan utamanya.

Perang Dunia pertama merupakan puncak upaya kaum kuffar barat untuk memusnahkan eksistensi Khilafah Islamiyyah Kesultanan Ustmani Turki dari peta dunia. Dan Perang Dunia kedua merupakan puncak upaya kaum kuffar Barat untuk memastikan berdirinya sistem kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang berlandaskan prinsip Nasionalisme alias Kebangsaan. Itulah sebabnya setelah berakhirnya Perang Dunia kedua lahirlah Badan Dunia di bawah kendali penuh kaum kuffar Barat bernama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sebagai ganti dari sistem kehidupan bermasyarakat dan bernegara berdasarkan aqidah Islamiyyah berupa Khilafah Islamiyyah, maka dunia selanjutnya diperkenalkan dengan sistem baru kepemimpinan dunia yang berlandaskan Nasionalisme bernama PBB. Sejak hari pertama berdirinya badan dunia ini sudah jelas terlihat adanya diskriminasi dimana beberapa negara kafir barat tertentu memperoleh hak istimewa menjadi anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan memiliki hak veto pula.

Jadi saudaraku, perbedaan paling mencolok antara kehidupan ummat islam selama babak pertama, kedua dan ketiga dibandingkan dengan babak keempat ialah bahwa selama ribuan tahun babak-babak tersebut berlangsung ummat Islam masih hidup di bawah sistem yang berlandaskan aqidah semata dan mereka dipimpin oleh sesama saudara berimannya dengan senantiasa mengembalikan berbagai urusan kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Masyarakat hidup di bawah naungan Syariat Islam dan merasakan keadilan Hukum Allah. Namun begitu memasuki babak keempat segera tarjadi perubahan fundamental. Masyarakat tidak lagi hidup di bawah naungan Syariat Islam dan tidak lagi merasakan keadilan hukum Allah. Lalu yang memimpin pada skala dunia adalah kaum kuffar, hukum yang berlaku adalah hukum buatan manusia alias hukum Jahiliyyah.

Ketika masih hidup di tiga babak sebelumnya ummat Islam benar-benar merasakan bahwa misi utama mereka hadir ke muka bumi dapat diwujudkan, yaitu pembebasan manusia dari penghambaan sesama manusia untuk hanya menghamba kepada Allah. Sedangkan begitu memasuki babak keempat kembali terjadi penghambaan manusia atas sesama manusia. Kalaupun perasaan menghamba kepada Allah hadir, maka ia hanya berlaku dalam urusan pribadi seperti sholat dan ibadah ritual keagamaan lainnya. Adapun urusan sosial, politik, ekonomi dan budaya seolah berjalan dengan menyingkirkan nilai-nilai penghambaan manusia kepada Allah. Peralihan babak ketiga menjadi babak keempat merupakan bukti kebenaran firman Allah:

إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ

قَرْحٌ مِثْلُهُ وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ

”Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran).” (QS Ali Imran ayat 140)

Saudaraku, kita sedang menjalani masa kepemimpinan kaum kuffar. Allah telah memutuskan untuk memindahkan giliran kepemimpinan dunia dari orang-orang beriman kepada kaum kuffar. Ini merupakan era paling kelam dalam sejarah Islam. Pada era inilah ummat manusia diperkenalkan (baca: dipermainkan) oleh aneka ideologi buatan manusia. Ada Komunisme, Sosialisme, Kapitalisme, Nasionalisme, Pluralisme, Sekularisme, Liberalisme, Humanisme dan belakangan ini yang paling gencar dipromosikan oleh ”pemimpin dunia” Amerika ialah Demokrasi. Bahkan Demokrasi telah dijadikan alat untuk membedakan mana negeri beradab dan mana yang bukan. Demokrasi menjadi alasan untuk melakukan invasi ke negeri-negeri Islam seperti Irak dan Afghanistan. Demokrasi menjadi alat untuk menentukan apakah suatu negara patut dipuji lalu didekati atau dimusuhi kemudian dijauhi. Demokrasi menjadi alat untuk memisahkan antara kalangan Islam Moderat dengan Islam Fundamentalis.

Pantas bilamana seorang penulis Muslim berkebangsaan Inggris menyebut dunia sejak runtuhnya Khilafah Islamiyyah menjadi laksana sebuah Sistem Dajjal. Sebuah sistem kafir dimana segenap lini kehidupan telah diarahkan oleh nilai-nilai Dajjal. Bertentangan dengan sistem Kenabian yang dibimbing oleh nilai-nilai rabbani ajaran Islam. Dalam dunia modern dewasa ini hampir semua fihak berhasil ”dijinakkan” oleh para pemimpin kafir yang memimpin dunia. Tanpa kecuali negeri-negeri berpenduduk mayoritas muslimpun telah banyak yang berhasil dijinakkan sehingga tunduk kepada kehendak para Mulkan Jabbriyyan tersebut.

Kepemimpinan babak keempat disebut Nabi shollallahu ’alaih wa sallam dengan julukan Mulkan Jabbriyyan (Para Penguasa yang Memaksakan Kehendak), karena dalam pola kekuasaannya mereka hendak memaksakan kehendaknya seraya mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya. Bila pemerintahannya bercorak totaliter, maka kehendak penguasanya bersifat individual. Bila pemerintahannya bercorak demokratis, maka kehendak penguasanya bersifat kolektif perpaduan kekuasan eksekutif, legislatif dan yudikatif. Yang manapun corak pemerintahannya, satu hal yang pasti ialah berlaku di dalamnya penghambaan manusia atas manusia lainnya. Penghambaan masyarakat kepada penguasa individual jika bercorak totaliter. Dan penghambaan masyarakat kepada penguasa kolektif bila bercorak demokratis.

Dalam Sistem Dajjal dunia dewasa ini, barangkali peringatan Allah di bawah ini perlu menjadi renungan kita bersama:

يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ

وَأَطَعْنَا الرَّسُولَا وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءَنَا فَأَضَلُّونَا

السَّبِيلَا رَبَّنَا آَتِهِمْ ضِعْفَيْنِ مِنَ الْعَذَابِ وَالْعَنْهُمْ لَعْنًا كَبِيرًا

“Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata: "Alangkah baiknya, andaikata kami ta`at kepada Allah dan ta`at (pula) kepada Rasul". Dan mereka berkata: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menta`ati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar.” (QS Al-Ahzab ayat 64-68)

Ya Allah, jadikanlah hati kami condong selalu kepada iman dan jadikanlah iman sesuatu yang indah dalam hati kami. Dan tanamkanlah kebencian di dalam hati kami akan kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan. Amin

6/22/2013

Analisa mengenai perilaku konsumen pada suatu produk dan bagaimana konsumen mendapatkan kepuasan maksimal pada produk


Pengertian Perilaku Konsumen

Konsumen adalah setiap pemakai atau pengguna barang atau jasa baik untuk kepentingan diri sendiri dan atau kepentingan orang lain. Namun secara sederhana dapat diartikan sebagai pengguna barang dan atau jasa. Teori perilaku konsumen akan menjelaskan bagaimana seorang konsumen memilih suatu produk yang diyakininya akan memberikan kepuasan yang maksimum dengan kendala pendapatan dan harga barang tersebut.
Perilaku konsumen dapat diartikan sebagai tingkah laku atau prosesdari konsumen yang ditujukan dengan pencarian dalam membeli , pemilihan, memperbaiki, menggunakan, serta pengevaluasianproduk dan jasa demi memenuhi atau memuaskan kebutuhan dan keinginannya. Untukpengertian perilaku konsumen dalam ilmu microitu yaitu mengenai individu atau masyarakat sebagai konsumen bisa membuat suatu keputusan dengan menggunakan sumber daya yang terbatas untuk mendapatkan produk dan jasa yang diinginkan untuk dapat dikonsumsi atau dimanfaatkan.
Perilaku konsumen yang paling mendasari terjadinya membuat keputusan pembelian, pada saat produk tersebut berharga jual tinggi sangat sulit mengambil keputusan dan mempertimbangkannya kembali sedangkan produk berharga jual rendah pada saat mengambil keputusan dapat dilakukan dengan mudah. Konsumen adalah seseorang yang mengkonsumsi produk atau jasa, yang tergantung pada kebutuhan, pendapatan dan kebiasaan. Terdapat beberapa aplikasi tentang pemahaman perilaku konsumen berupa strategi pemasaranyang perlu perancangan yang baik dan tepat untuk menarik pembeli, kemudian perilaku konsumen itu sendiri dalam membantu membuat kebijakan publik, dan yang terakhir dalam pemasaran sosial dalam memahami sifat konsumen.

Model Perilaku Konsumen

Menunjukan penekanan pada interaksi antara pemasar dan konsumen, tentang pemahaman dan evaluasi.

Tiga Faktor Dasar yang Mempengaruhi Pilihan Konsumen

  1. Konsumen Individu: Didasari kebutuhan konsumen itu sendiri, b. Persepsi hasil pemaknaannya yang diterima melalui informasi atau pengalaman, c. Pembentukan sikap, dalam memilih merek atau jenis barang di pengaruhi demografi individu, gaya hidup, dan karakteristik individu.
  2. Pengaruh Lingkungan: Dari lingkungan pembelian konsumen dengan a. Budaya, pengaruh dari norma kemasyarakatan atau suku, b. Kelas sosial, dari suatu grup atau kelompok sosial atas harta konsumen, c. Grup tata muka, bisa dengan teman atau relasi atau bahkan anggota keluarga, d. Faktor situasional, situasi dimana konsumen harus memiliki atau membeli produk sesuai dengan tempat situasi atau kalangannya.
  3. Marketing Strategy: Pemasar dalam hal ini mengendalikan usahanya dalam memberitahu dan mempengaruhi konsumen. a. Produk pasar b. Harga pasar c. Periklanan d. Pendistribusian untuk mendorong konsumen mengambil keputusan.

Pada saat konsumen telah berfikir mengambil keputusan untuk mengevaluasi pada pembelian yang lalu, yang digambarkan sebagai umpan balik kepada konsumen. saat konsumen mengevaluasi , konsumen akan belajar dari pengalaman dan pengumpulan informasi yang didapat mungkin bisa berubah, dalam merek yang digunakan, dan pemilihan merek.
Panah umpan balik untuk mengarah ke organisasi pemasaran. Pemasar akan mengikuti respon konsumen dalam bentuk saham pasar dan data penjualan. Tetapi informasi dalam bentuk data tidak menerangkan kelemahan atau pun kekurangan secara relatif kepada pesaing. Untuk itu penelitian dan perumusan kembali strategi pemasaran sangat di butuhkan konsumen dalam pemenuhan yang lebih baik. Sebagai contoh seseorang akan membeli sebuah toko atau ruko pada sebuah pusat pembelajaan akan mempertimbangkan lingkungannya, merancang strategi pemasaran dengan memberi diskon, melihat kebutuhan perilaku konsumen dan resiko yang akan terjadi.

Pendekatan Indifference Curve (Ordinal)

Pendekatan ordinal beranggapan kepuasan konsumen dari mengkonsumsi barang atau jasa tidak dapat di ukur dengan satuan ukur. Bahwa tingkat kepuasan konsumen satu dengan konsumen yang lain berbeda dalam mengkonsumsi barang atau jasa yang sama. Anggapan yang diperlukan tingkat kepuasan konsumen dapat dikatakan lebih tinggi atau lebih rendah tanpa mengatakan seberapa lebih tinggi atau rendahnya.
Untuk itu pendekatan ordinal dapat menunjukan tingkat kepuasan konsumen dalam mengkonsumsi yang menghasilkan tingkat kepuasan yang sama dengan menggunakan model kurva indifferent.
Asumsi konsumen bersifat rasionalitas dengan menginginkan kepuasan maksimum yang mendapat kendala pada pendapatan dan harga barang diketahui dengan memiliki informasi yang sempurna tanpa perlu diukur dan konsisten atas keputusan akan pilihannya dan hanya dinyatakan dalam IC.
Sebagai contoh dalam satu kelas mendapat peringkat dengan  pengukuran bersifat kualitatif mendapat hasilnya sangat bagus, bagus dan cukup dengan kata lain memiliki kepuasan berbeda setiap individu.

Ciri-ciri kurva indifferens:

  1. Mempunyai kemiringan yang negatif, dalam hali ini ditunjukan dengan barang yang satu dengan barang yang lain yang dikonsumsi saling mengganti.
  2. Cembung ke arah origin, berarti konsumen mengorbankan sejumlah barang yang satu untuk mendapatkan barang yang lain.
  3. Tidak saling berpotongan, hal ini disebabkan yang lebih tinggi mempunyai tingkat kepuasan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kurva yang lebih rendah letaknya.

Konsep Elastisitas

Pengertian elastisitas merupakan konsep untuk memahami permasalahan perubahan ekonomi. Dalam ilmu ekonomi itu sendiri sebagai pengukur perubahan dari suatu variabel ke variabel yang lain. Dengan kata lain konsep elastisitas, tentang pemahaman dari elastisitas harga dari permitaan dan penawaran yang merupakan dua kekuatan yang mempengaruhi harga relatip barang dan jasa.
Sebagai contoh pada mobil A biaya produksi yang turun sehingga produsen bisa menurunkan harga, maka akan meningkat permintaan konsumen. Lain halnya untuk pesaing mobil B ia malah menaikan harga sehingga tindakan ini menurunkan permintaan konsumen mobil B dan menambah kenaikan pada mobil A. Dalam hal ini produsen harus mempertimbangkan tingkat elastisitas produksi dalam membuat suatu keputusan, untuk memperkirakan kepekaan konsumen dan seberapa besar reaksi yang ditimbulkan konsumen.

Elastisitas Permintaan

Elastisitas permintaan digunakan untuk mengetahui besar presentase perubahan jumlah permintaan berakibat pada presentase perubahan pada harga. Pada saat harga produk naik maka kualitas permintaan produk akan menurun dan sebaliknya sesuai hukum permintaan.

  1. Elastisitas Harga Permintaan
  2. Elastisitas Silang
  3. Elastisitas Pendapatan

Elastisitas Harga Penawaran

Sama halnya dengan elastisitas harga permintaan, hanya yang berbeda pengertian jumlah permintaan suatu barang dengan jumlah penawaran suatu barang. Elastisitas harga kan dituntukan dalam bentuk presentase perubahan kualitas penawaran sebagai akibat satu persen perubahan harga.
Terdapat lima bentuk elastisitas harga penawaran :
Penawaran tidak elastis (<1 div="" harga="" kecil="" mengakibatkan="" penawaran.="" perubahan="" relatif="" terhadap="" yang="">
Penawaran unitar elastis (= 1), perubahan penawaran sama dengan perubahan harga.
Penawaran elastis (>1),perubahan harga mengakibatkan perubahan yang relatif besar terhadap penawaran.
Penawaran elastis sempurna (tak terhingga). produsen dapat menyuplai berarapun kebutuhan pada satu tingkat harga tertentu dan mampu menyuplai pada biaya per unit konstan dan tidak ada limit kapasitas produksi.
Penawaran tidak elastis sempurna (= 0): penawaran tidak dapat ditambahkan pada tingkat harga berapapun,maka kurva penawaran (S) akan terlihat vertikal.

Elastisitas Silang

Elastisitas silang yaitu(elastisitas harga silang) yaitu persentase jumlah barang yang diminta yang disebabkan oleh perubahan harga barang lain (barang yang mempunyai hubungan) sebesar satu persen.

Elastisitas Pendapatan

Elastisitas pendapatan yaitu persentase perubahan jumlah barang yang diminta yang disebabkan oleh perubahan pendapatan riel konsumen sebesar satu persen.

Stok persediaan

Semakin besar persediaan akan semakin elastis persediaan. Ini dikarenakan produsen akan dapat segera memenuhi kenaikan permintaan barang yang ditawarkan dengan persediaan yang ada.
Kemudahan substitusi faktor produksi/input
Semakin tinggi mobilitas mesin (atau kapital lainnya) dan tenaga kerja, semakin elastis penawaran. Semakin elastis mobilitas kapital dan tenaga kerja, semakin mudah produsen memenuhi perubahan permintaan yang terjadi. Ini karena kapital dan tenaga kerja ebih fleksibel, sehingga dapat ditambah atau dikurangi pada waktu dibutuhkan.

Pendapat Penulis

Perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok, atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapakan, menggunakan barang-barang atau jasa ekonimi yang dafat di pengaruhi linkungan.
Perilaku konsumen adalah tinkat laku dari konsumen, dimana mereka dapat mengilustrasikan sutu produk dan jasa mereka/satu tindakan-tindakan, proses hubungan sosial yang dilakukan oleh individu, kelompok dan organisasi dalam mendapatkan, menggunakan sutu produk atau lainnya sebagai suatu akibat dari pengalaman, dengan mempelajari 3 variabel perilaku konsumen. 
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu : kekuatan sosial budaya dan kekuatan pisikologis.
Teori tingkahlaku konsumen menerangkan tentang perilaku konsumen dipasaran, yaitu menerangakan sikap konsumen dalam membeli dan memilih barang yang akan dibelinya. Teori ini dikembangka dalam dua bentuk : teori utility dan analisis kepuasan sama.



6/19/2013

Peran Komunikasi Dalam Organisasi


Definisi Komunikasi Organisasi

          Komunikasi Organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukkan dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian suatu organisasi tertentu. Suatu organisasi terdiri dari dari unit-unit komunikasi dalam hubungan hierarkis antara yang satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan.     
Komunikasi organisasi terjadi kapan pun, setidak-tidaknya satu orang yang menduduki suatu jabatan dalam suatu organisasi menafsirkan suatu pertunjukkan. Karena fokusnya adalah komunikasi di antara anggota-anggota suatu organisasi. Analisi komunikasi organisasi menyangkut penelaahan atas banyak transaksi yang terjadi secara simultan. 

Pandangan Penulis

           Komunikasi dalam suatu organisasi sangat penting agar tidak terjadinya salah penyampaian informasi antar anggota dalam suatu organisasi dan agar tercapainya tujuan tertentu. Sebuah interaksi yang bertujuan untuk menyatukan dan mensikronkan seluruh aspek untuk kepentingan bersama sangat dibutuhkan dalam sebuah tujuan berorganisasi. Dengan kata lain, tanpa adanya sebuah interaksi yang baik niscaya sebuah organisasi tidak akan mencapai tujuannya. Interaksi disini adalah mutlak meliputi seluruh anggota organisasi yang dapat berupa penyampaian-penyampaian informasi, instruksi tugas kerjaatau mungkin pembagian tugas kerja. Interaksi sebenarnya adalah proses hubungan komunikasi antara 2 orang atau lebih dimana orang yang satu bertindak sebagai pemberi informasi dan orang yang lain berperan sebagai penerima informasi. Intinya, korelasinya harus melibatkan dan terfokus kepada orang-orang itu sendiri dalam suatu organisasi. dengan kata lain dapat disimpulkan komunikasi dapat dibilang juga sebagai proses penyampaian informasi yang berguna untuk mengkoordinasi lingkungan dan orang lain demi mencapai suatu tujuan. Pada artikel kami kali ini konteks komunikasi yang akan dibahas adalah meliputi konteks komunikasi dalam sebuah organisasi. Setiap bentuk organisasi pasti mengedepankan sebuah komunikasi agar tercipta hasil yang selaras. Biasanya proses komunikasi dalam suatu organisasi meliputi atasan dan bawahan dengan metode penyampaian yang terarah dari suatu atasan ke bawahannya yang semata-mata semua berorientasi berdasarkan organisasi. Bisa kita bayangkan berorganisasi tanpa adanya komunikasi pasti hasilnya nihil. tanpa mengetahui apa tujuan yang jelas . Tujuan komunikasi dalam sebuah organisasi sangat memberikan banyak manfaat secara langsung yaitu memudahkan para anggota bekerja dari instruksi-instruksi yang diberikan dari atasan dan untuk mengurangi kesalahpahaman yang biasa terjadi dan memang sudah melekat pada suatu organisasi. Apabila semua bawahan dan atasan dapat berinteraksi dengan baik, maka seluruh kesalahpahaman yang beresiko mungkin akan berkurang presentase nya , karena tiap manusia mempunyai cara penyampaian komunikasi yang berbeda-beda secara verbal dan mau tidak mau kita harus membuat si penerima informasi itu mengerti informasi apa yang kita sampaikan. Dengan demikian semua pelaku organisasi harus berbicara , bertindak satu sama lain guna untuk membangun satu lingkungan kondusif dan mengetahui situasi-situasi apa yang akan terjadi di luar suatu dugaan karena kesalahan komunikasi sekecil apa pun pasti akan berakibat fatal. Peranan tokoh pelaku organisasi sangat berperan penting dalam kemajuan organisasi. Atasan organisasi juga sangat berpengaruh , atasan dituntut untuk melakukan sesuatu tindakan yang real dan berdisiplin guna untuk mengurangi tingkat kesalahpahaman yang terjadi pada anggota. Contoh kecil saja apabila melakukan rapat atasan mengirimkan informasi pada suatu bawahannya dan si bawahan menginformasikan kepada seluruh anggota untuk datang ke suatu pertemuan rapat dengan waktu dan tempat yang sudah ditentukan. Tetapi apabila si atasan terlambat datang tanpa memberi kabar yang jelas maka dari sini mulailah kesalahpahaman dan ambiguilitas yang terjadi. Karena setiap pelaku organisasi dituntut untuk bersikap profesional dan mengedepankan disiplin serta tanggung jawab yang besar dan iitu akan terus berlanjut apabila kita sudah melanjutkannya di dunia kerja. Atasan dituntut atas apa yang diperkerjakan oleh bawahannya dan dapat mengawasi dan memotivasi secara efektif , maka sang atasan harus mempunyai profesionalisme yang baik.

          Dimulai dari hal-hal kecil yang berpotensi membuat kesalahan komunikasi , suatu tujuan organisasi akan terhambat. Maka peran teknologi juga sangat diperhitungkan dalam suatu organisasi. Bisa berupa pesan singkat atau blackberry messenger dan panggilan langsung melalui telepon. Upayakan berikan jalaur komunikasi terbaik bagi partner kerja kita demi mecegah ambiguilitas misalnya melalui panggilan telepon atau pesan singkat jika hanya memberikan informasi yang simple. Hal ini dikarenakan karena dalam jalur komunikasi yang kita buat pasti selalu ada hambatan yang tidak akan kita tahu. Baik dari permasalahan teknologi itu sendiri misalnya signal trouble yang biasanya terjadi karena daerah tertentu masih belum memasuki jangkauan coverage yang luas. Karena apabila kita mebahas tentang hambatan , pasti akan banyak sekali yang termauk dalam hambatan dalam proses komunikasi. Menurut kami, hambatan yang memicu terjadinya kesalahan komunikasi berawal dari pembawaan individual masing-masing atau mereka para pelaku organisasi itu sendiri. Yang paling nyata adalah sifat dan kebutuhan suatu individu itu sendiri , biasanya berupa emosi, rasa tertutup, atau rasa ingin dihormati . Misalnya suatu individu pasti punya rasa untuk ingin di hargai sehingga konflik yang akan timbul disini adanya kurangnya rasa saling kepercayaan yang antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnyayang berakibat miss communication atau miss understanding. Untuk itu sikap jujur dan transparan dalam berorganisasi patut dijunjung tinggi dalam kehifupan berorganisasi, karena kerja tim sangat berpenguruh. Pengaruh kestabilan emosi juga penting karena apabila kita dalam keadaan emosi maka informasi yang kita terima tidak akan kita tanggapi dengan baik seluruhnya yang mengakibat akhir dari tujuan suatu oragnisasi kurang terasa maksimal

Bagaimana Cara Meningkatkan Ketrampilan Berkomunikasi

          Mempunya ketrampilan berkomunikasi sangatlah penting, dalam berbagai hal dalam bisnis ataupun non bisnis berkomunikasi sangatlah diperlukan. Beberapa cara berikut ini yang dapat meningkatkan ketrampilan berkomuniasi:
  • Pidato
  • Diskusi
  • Wawancara
  • Membaca
  • Percakapan
  • Menulis




5/19/2013

Contoh Kasus Pasar Di Indonesia


Kasus Oligopoli

STRUKTUR PASAR TELKOMSEL DAN INDOSAT: OLIGOPOLI KOLUSIF?
“Temasek Holding (Pte) Ltd atau biasa disebut Temasek memiliki empat puluh satu persen saham di PT Indosat Tbk dan tiga puluh lima persen di PT Telkomsel”

Berdasarkan data kepemilikan saham ini, maka tidak salah jika masyarakat berasumsi bahwa ada konflik kepentingan dalam penanganan operasional manajemen di kedua perusahaan telekomunikasi tersebut, yang cukup besar market share-nya di Indonesia. Ketika sebuah perusahaan didirikan dan selanjutnya menjalankan kegiatannya, yang menjadi tujuan utama dari perusahaan tersebut adalah mencari keuntungan setinggi-tingginya dengan prinsip pengeluaran biaya yang seminimum mungkin. Begitu juga, dengan prinsip pemilikan saham. Pemilikan saham sama artinya dengan pemilikan perusahaan. Kepemilikan perusahaan oleh seseorang atau badan atau lembaga korporasi tentunya bertujuan bagaimana caranya kepemilikan tersebut dapat menghasilkan keuntungan terhadap diri si pemiliki saham tersebut. Bicara keuntungan tentunya kita tidak hanya bicara tentang keuntungan financial, tetapi juga tentang keuntungan non financial, seperti memiliki informasi penting, penguasaan efektif, pengatur kebijakan, dan lain-lainnya. Oleh sebab itu, kepemilikan saham Temasek di kedua perusahaan tersebut menarik untuk diamati dalam rangka mencermati apakah ada tercipta persaingan tidak sempurna untuk kepemilikan saham tersebut dalam bentuk OLIGOPOLI KOLUSIF?

Seperti halnya yang diketahui masyarakat bahwa Temasek adalah perusahaan holding yang sangat besar di Singapura dengan bentuk badan hukum Private Limited. Pada awalnya Temasek masuk ke pasar telekomunikasi Indonesia melalui divestasi PT Indosat Tbk pada tahun 2002 dengan cara pembelian saham tidak langsung, artinya pada saat itu yang membeli saham Indosat adalah Singapore Technologies Telemedia Pte Ltd (STT) melalui suatu perusahaan yang khusus didirikan untuk membeli saham Indosat, yaitu Indonesia Communication Limited (ICL). Sedangkan STT sendiri adalah perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Singapura yang seratus persen sahamnya dimiliki oleh Temasek Holding Pte Ltd. Jadi, dari susunan atau pola kepemilikan saham yang berlapis-lapis di Indosat, tersirat ada sesuatu kepentingan yang tidak hanya bertujuan untuk mencari keuntungan financial semata tetapi lebih dari itu. Pertanyaannya adalah apakah keuntungan non financial yang sebenarnya dicari Temasek? Jawaban sederhana atas pertanyaan ini adalah : Perjalanan waktu yang akan menentukan. Tetapi sebenarnya tujuan tersebut dapat diketahui segera jika pihak Indonesia memiliki niat untuk mengetahuinya. Hal ini tentunya akan mudah menemukannya dengan berbagai metode atau teknik investigasi untuk menemukan maksud dan niat dibalik pembelian saham Indosat oleh Temasek tersebut.

Sepak terjang Temasek di dunia telekomunikasi Indonesia semakin lengkap, dengan masuknya Temasek ke Perusahaan PT Telkomsel melalui Singapore Telecommunications Mobile Pte Ltd (SingTel Mobile). Dimana kepemilikan saham SingTel Mobile di PT Telkomsel adalah sebesar tiga puluh lima persen. Sedangkan Temasek sendiri memiliki kepemilikan saham di SingTel Mobile.

Dengan adanya kepemilikan saham tidak langsung oleh Temasek pada PT Telkomsel dan PT Indosat Tbk telah memunculkan dugaan terjadinya praktek kartel dan oligopoli di bidang jasa layanan seluler. Hal ini disebabkan untuk jasa layanan seluler khususnya di jalur GSM, hanya ada tiga ‘pemain besar’ yaitu PT Telkomsel, PT Indosat dan PT Excelcomindo Pratama, Tbk (XL). Ini artinya sekitar 75 market share telekomunikasi Indonesia di “kuasai” oleh Temasek dan dugaan awal terjadinya praktek Oligopoli kolusif di pasar telekomunikasi Indonesia.

Selanjutnya, yang menjadi bahan pertanyaan kita semua adalah apakah yang dimaksud dengan Oligopoli kolusif? Di dalam Pasal 4 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Usaha Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, dijelaskan bahwa yang dimaksud Oligopoli ialah Perjanjian yang dilarang antara pelaku usaha dengan pelaku usaha lain untuk secara bersama-sama melakukan penguasaan produksi dan atau pemasaran barang dan atau jasa melebihi 75% dari market share atas satu jenis barang atau jasa tertentu. Jika ketentuan Undang-Undang ini ditafsirkan secara otentik maka pelaku usaha yang melakukan kegiatan usaha ekonomi baru dikatakan melakukan oligopoli kalau memenuhi dua unsur, yaitu adanya unsur perjanjian dan unsur market share lebih dari 75%. Sehingga jika kemudian ditafsirkan secara a contrario maka, pelaku usaha yang tidak membuat perjanjian dan memiliki market share dibawah atau sama dengan 74%, tidak memenuhi definisi melakukan praktek oligopoli sehingga tidak melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999. Dari ketentuan Undang-Undang ini jelas terlihat bahwa sesungguhnya Undang-Undang sendirilah yang membatasi pengertian dan ruang lingkup praktek oligopoli yang menimbulkan persaingan usaha tidak sehat. Pengertian dan ruang lingkup ini membuat penegakkan hukum terhadap praktek Oligopoli ini menjadi kaku dan merugikan kepentingan pesaing yang dimatikan dan juga bahkan mungkin konsumen barang atau jasa dari pelaku usaha yang melakukan praktek oligopoli tadi.

Istilah Oligopoli sendiri memiliki arti “beberapa penjual”. Hal ini bisa diartikan minimum 2 perusahaan dan maksimum 15 perusahaan. Hal ini terjadi disebabkan adanya barrier to entry yang mampu menghalangi pelaku usaha baru untuk masuk ke dalam pasar. Jumlah yang sedikit ini menyebabkan adanya saling ketergantungan (mutual interdepedence) antar pelaku usaha[1]. Ciri yang paling penting dari praktek oligopoli ialah bahwa setiap pelaku usaha dapat mempengaruhi harga pasar dan mutual interdependence. Praktek ini umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk ke dalam pasar dan untuk menikmati laba super normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas (limiting process) sehingga menyebabkan kompetisi harga diantara pelaku usaha yang melakukan praktek oligopoli menjadi tidak ada[2]. Sehingga apabila pelaku-pelaku usaha yang tadi melakukan kolusi maka mereka akan bekerja seperti satu perusahaan yang bergabung untuk memaksimalkan laba dengan cara berlaku kolektif seperti layaknya perusahaan monopoli[3], inilah yang disebut disebut praktek oligopoli kolusif. Perilaku ini akan mematikan pesaing usaha lainnya dan sangat membebankan ekonomi masyarakat.

Kembali pada kasus pemilikan saham Temasek di PT Indosat, Tbk., dan PT Telkomsel. Walaupun tidak ada perjanjian diantara PT Telkomsel dengan PT Indosat, Tbk., tetapi persoalan oligopoli sebenarnya tidak boleh hanya dilihat dari sekedar apakah ada perjanjian atau tidak? atau berapa persentase market share-nya?. Di dalam dunia telekomunikasi Indonesia khususnya untuk provider GSM, hanya ada tiga perusahaan besar. Sehingga jelas jika terbukti kedua perusahaan tersebut melakukan “kerjasama”, maka akan ada praktek oligopoli yang kolusif. Sedikitnya perusahaan yang bergerak di sektor ini membuat mereka harus memiliki pilihan sikap, koperatif atau non koperatif. Suatu pelaku usaha/perusahaan akan bersikap non koperatif jika mereka berlaku sebagai diri sendiri tanpa ada perjanjian eksplisit maupun implisit dengan pelaku usaha/perusahaan lainnya. Keadaan inilah yang menyebabkan terjadinya perang harga. Sedangkan beberapa pelaku usaha/perusahaan beroperasi dengan model koperatif untuk mencoba meminimalkan persaingan. Jika pelaku usaha dalam suatu oligopoli secara aktif bersikap koperatif satu sama lain, maka mereka telibat dalam KOLUSI.

Pada kasus Temasek, jelas terlihat sebagai pemegang saham tentunya menginginkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Policy ‘mengeruk’ keuntungan ini tentunya dituangkan di seluruh aspek yang menjadi unit bisnis usahanya, termasuk didalamnya adalah PT Telkomsel dan PT Indosat, Tbk. Sehingga dengan status kepemilikan di dua perusahaan tersebut akan dapat mengoptimalkan maksud dan tujuan Temasek tersebut. Caranya memaksimumkan keuntungan tersebut adalah kolusi antara PT Telkomsel dan PT Indosat, Tbk., dengan mempertimbangkan saling ketergantungan mereka, sehingga mereka menghasilkan output dan harga monopoli serta mendapatkan keuntungan monopoli. Hal ini dapat terlihat dari penentuan tarif pulsa GSM antara PT Telkomsel dan PT Indosat, Tbk., dimana boleh dikatakan tarif harga pulsa GSM di Indonesia adalah salah satu yang termahal di dunia. Padahal, negara-negara tetangga sekitar sudah dapat menerapkan harga unit pulsa yang sangat murah dan menguntungkan masyarakat serta tidak mematikan persaingan usaha. Apalagi notabene-nya, di negara Temasek sendiri harga unit pulsa boleh dikatakan sangat murah. Lantas, kenapa di Indonesia harga pulsa menjadi sangat mahal?. Padahal secara konsep teknologi, dimungkinkan penggunaan untuk menekan harga unit pulsa menjadi sangat murah, contohnya adalah pada teknologi CDMA Flexi dan Esia yang sering dihambat perkembangan oleh “pihak-pihak tertentu” yang tidak menginginkan perkembangan bisnis usaha ini. Padahal jelas-jelas menguntungkan masyarakat.

Coba lihat selisih harga tarif pulsa antara produk PT Telkomsel dan PT Indosat yang tidak begitu jauh. Selisih tarif yang sangat kecil ini mengindikasikan dugaan awal terjadinya praktek Oligopoli Kolusif diantara mereka. Penentuan tarif harga yang sangat mahal ini, jelas adalah pengeksploitasian ekonomi masyarakat dan boleh dikatakan sebagai Kolonialisme Gaya Baru.

Jika indikasi awal sudah ditemukan, pertanyaan selanjutnya apakah pihak Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mampu untuk menyelesaikan persoalan ini? Yang jelas adalah salah satu mandat dari KPPU adalah untuk mengawasi pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 dimana salah satu tujuan dari Undang-Undang ini adalah MENJAGA KEPENTINGAN UMUM DAN MENINGKATKAN EFISIENSI EKONOMI NASIONAL SEBAGAI SALAH SATU UPAYA UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN RAKYAT. Jadi kita tunggu saja aksi dari KPPU melihat praktek oligopoli yang dilakukan PT Telkomsel dan PT Indosat, Tbk., berani atau tidak? dan pertanyaan selanjutnya adalah berpihak ke rakyat (baca: kepentingan umum) atau tidak? Mari kita tunggu bersama-sama walaupun tanpa batas waktu.

Produksi dan Harga


Pengertian Pasar monopoli

Pasar monopoli (dari bahasa Yunani: monos, satu + polein, menjual) adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai "monopolis".

Sebagai penentu harga (price-maker), seorang monopolis dapat menaikan atau mengurangi harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi; semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya. Walaupun demikian, penjual juga memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan harga. Apabila penetapan harga terlalu mahal, maka orang akan menunda pembelian atau berusaha mencari atau membuat barang subtitusi (pengganti) produk tersebut atau —lebih buruk lagi— mencarinya di pasar gelap (black market).

Dalam bentuk pasar ini hanya terdapat satu penjual sehingga praktis tidak ada pesaing (competitor) sehingga penjual atau monopolis leluasa menguasai pasar. Sebagai penjual tunggal, monopolis dapat meraih keuntungan yang melebihi normal


Ciri-ciri

Ada beberapa ciri dan sifat dasar pasar monopoli.


  1. Terdapat satu penjual
  2. Harga ditentukan penjual (monopoli)
  3. Perusahaan lain sulit memasuki pasar
  4. Konsumen tidak bisa pindah walau rugi
  5. Bisa menimbulkan ketidakadilan/kerugian bagi masyarakat


Ciri utama pasar ini adalah adanya seorang penjual yang menguasai pasar dengan jumlah pembeli yang sangat banyak.

Ciri lainnya adalah tidak terdapatnya barang pengganti yang memiliki persamaan dengan produk monopolis; dan adanya hambatan yang besar untuk dapat masuk ke dalam pasar.

Hambatan itu sendiri, secara langsung maupun tidak langsung, diciptakan oleh perusahaan yang mempunyai kemampuan untuk memonopoli pasar. Perusahaan monopolis akan berusaha menyulitkan pendatang baru yang ingin masuk ke pasar tersebut dengan beberapa cara, salah satu di antaranya adalah dengan cara menetapkan harga serendah mungkin.

Dengan menetapkan harga ke tingkat yang paling rendah, perusahaan monopoli menekan kehadiran perusahaan baru yang memiliki modal kecil. Perusahaan baru tersebut tidak akan mampu bersaing dengan perusahaan monopolis yang memiliki kekuatan pasar, image produk, dan harga murah, sehingga lama kelamaan perusahaan tersebut akan mati dengan sendirinya.

Cara lainnya adalah dengan menetapkan hak paten atau hak cipta dan hak eksklusif pada suatu barang, yang biasanya diperoleh melalui peraturan pemerintah. Tanpa kepemilikan hak paten, perusahaan lain tidak berhak menciptakan produk sejenis sehingga menjadikan perusahaan monopolis sebagai satu-satunya produsen di pasar.



Kebaikan
Mampu melakukan penelitian dan pengembangan produk
dapat meningkatkan daya saing bilamonopoli diperoleh karena kemampuan efisiensi
Mudah mengontrol kepentingan orang banyak bila monopoli dilakukan negara
Dapat meningkatkan inovasi (penemuan baru) bila monopoli terbentuk karena pemberian hak cipta dan hak paten
Keburukan

1.Perusahaan lain sulit memasuki pasar
2.Menciptakan ketimpangan distribusi pendapatan
3.Jumlah produk tergantung monopolis
4.Monopolis umumnya bertindak boros
5.Timbul eksploitasi terhadap pemilik faktor produksi dan pembeli/konsumen


Contoh Produk

microsoft windows, perusahaan listrik negara (PLN), perusahaan kereta api (PT.KAI)


Contoh Monopoli yang tidak di larang

Monopoli by Law
Monopoli oleh negara untuk cabang-cabang produksi penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak.

Monopoli by Nature
Monopoli yang lahir dan tumbuh secara alamiah karena didukung iklim dan lingkungan tertentu.

Monopoli by Lisence
Izin penggunaan hak atas kekayaan intelektual.


Pengertian Pasar monopolistik

Pasar Monopolistik adalah salah satu bentuk pasar di mana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek. Penjual pada pasar monopolistik tidak terbatas, namun setiap produk yang dihasilkan pasti memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dengan produk lainnya

Bentuk pasar yang terdapat banyak perusahaan yang menjual hampir serupa tetapi tidak sama. Pasar ini sering kita jumpai buktinya dengan kita mengunjungi swalayan atau supermarket. Disana kita akan menjumpai berbagai bentuk, jenis dan merek yang hampir serupa tetapi tidak sama.

Pada pasar monopolistik, produsen memiliki kemampuan untuk memengaruhi harga walaupun pengaruhnya tidak sebesar produsen dari pasar monopoli atau oligopoli. Kemampuan ini berasal dari sifat barang yang dihasilkan.

Karena perbedaan dan ciri khas dari suatu barang, konsumen tidak akan mudah berpindah ke merek lain, dan tetap memilih merek tersebut walau produsen menaikkan harga. Misalnya, pasar sepeda motor di Indonesia. Produk sepeda motor memang cenderung bersifat homogen, tetapi masing-masing memiliki ciri khusus sendiri.

Sebut saja sepeda motor Honda, di mana ciri khususnya adalah irit bahan bakar. Sedangkan Yamaha memiliki keunggulan pada mesin yang stabil dan jarang rusak. Akibatnya tiap-tiap merek mempunyai pelanggan setia masing-masing.

Pada pasar persaingan monopolistik, harga bukanlah faktor yang bisa mendongkrak penjualan. Bagaimana kemampuan perusahaan menciptakan citra yang baik di dalam benak masyarakat, sehingga membuat mereka mau membeli produk tersebut meskipun dengan harga mahal akan sangat berpengaruh terhadap penjualan perusahaan. Oleh karenanya, perusahaan yang berada dalam pasar monopolistik harus aktif mempromosikan produk sekaligus menjaga citra perusahaannya.


Ciri-ciri

1. Jumlah penjual banyak tapi tidak sebanyak pada pasar persaingan sempurna
2.Barang yang dijual berbeda corak
3.Penjual/produsen harus aktif beriklan
4.Perusahaan baru lebih mudah masuk pasar
5.Mempunyai kekuasaan mempengaruhi harga


Kebaikan

1.Memberi kebebasan memilih bagi pembeli
2.Memberi kepuasan lebih pada pembeli karena ada persaingan penjual
3.Perusahaan baru lebih mudah masuk pasar

Keburukan


Masih terdapat kemungkinan terjadi pemborosan biaya produksi bila dibandingkan dengan pasar persaingan sempurna
Bagi perusahaan yang kecil, tingkat efisiensinya relatif rendah
Kurang efisiennya perusahaan kecil menyebabkan harga barang yang dibayar konsumen masih kecil

Contoh Produk

makanan ringan (snack), nasi goreng, pulpen, buku, shampoo, pasta gigi, dll. Meskipun fungsi semua produknya sama , tetapi setiap produk yang dihasilkan produsen yang berbeda memiliki ciri khusus, misalnya perbedaan aroma, perbedaan warna, kemasan, dan lain-lain.

Pengertian Pasar monopsoni

Pasar yang dikuasai satu pembeli, apabila perusahaan itu bukan sebagai penjual tetapi sebagai pembeli tunggal

Ciri-ciri

1. Hanya ada satu pembeli
2. Pembeli bukan konsumen tapi pedagang/produsen
3. Barang yang dijual merupakan bahan mentah
4. Harga sangat ditentukan pembeli

Kebaikan

1.Kualitas produk lebih terpelihara
2. Penjual akan hemat dalam biaya produksi

Keburukan

1.Pembeli bisa seenaknya menekan penjual
2. Produk yang tidak sesuai keinginan pembeli tidak akan dibeli dan bisa terbuang

Contoh Produk

pabrik susu Nestle.


Pengertian Pasar oligopoli

Bentuk pasar yang terdapat beberapa penjual dimana salah satu atau beberapa penjual bertindak sebagai pemilik pangsa pasar terbesar (price leader).

Pasar oligopoli dari segi bahasa berasal dari kata olio yang berarti beberapa dan poli yang artinya penjual adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh.

Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memosisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka.

Praktik oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk ke dalam pasar, dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga di antara pelaku usaha yang melakukan praktik oligopoli menjadi tidak ada.

Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki capital intensive yang tinggi, seperti, industri semen, industri mobil, dan industri kertas.

Dalam Undang-undang No. 5 Tahun 1999, oligopoli dikelompokkan ke dalam kategori perjanjian yang dilarang, padahal umumnya oligopoli terjadi melalui keterkaitan reaksi, khususnya pada barang-barang yang bersifat homogen atau identik dengan kartel, sehingga ketentuan yang mengatur mengenai oligopoli ini sebagiknya digabung dengan ketentuan yang mengatur mengenai kartel

Ciri-ciri

1.Terdapat beberapa penjual
2.Barang yang dijual homogen atau beda corak
3.Sulit dimasuki perusahaan baru
4.Membutuhkan peran iklan
5.Terdapat satu market leader (pemimpin pasar)
6.Harga jual tidak mudah berubah

Kebaikan

  1. Memberi kebebasan memilih bagi pembeli
  2. Mampu melakukan penelitian dan pengembangan produk
  3. Lebih memperhatikan kepuasan konsumen karena adanya persaingan penjual
  4. Adanya penerapan teknologi baru


Keburukan

1.Menciptakan ketimpangan distribusi pendapatan
2.Harga yang stabil dan terlalu tinggi bisa mendorong timbulnya inflasi
3.Bisa timbul pemborosan biaya produksi apabila ada kerjasama antar oligopolis karena semangat bersaing kurang
4.Bisa timbul eksploitasi terhadap pembeli dan pemilik faktor produksi
5.Sulit ditembus/dimasuki perusahaan baru
6.Bisa berkembang ke arah monopoli

Contoh Produk

industri semen di Indonesia, industri mobil di Amerika Serikat


Pengertian Pasar persaingan sempurna

Pasar persaingan sempurna (perfect competition) adalah sebuah jenis pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak dan produk yang dijual bersifat homogen. Harga terbentuk melalui mekanisme pasar dan hasil interaksi antara penawaran dan permintaan sehingga penjual dan pembeli di pasar ini tidak dapat memengaruhi harga dan hanya berperan sebagai penerima harga (price-taker).

Barang dan jasa yang dijual di pasar ini bersifat homogen dan tidak dapat dibedakan. Semua produk terlihat identik. Pembeli tidak dapat membedakan apakah suatu barang berasal dari produsen A, produsen B, atau produsen C? Oleh karena itu, promosi dengan iklan tidak akan memberikan pengaruh terhadap penjualan produk.

Jenis pasar persaingan sempurna terjadi ketika jumlah produsen sangat banyak sekali dengan memproduksi produk yang sejenis dan mirip dengan jumlah konsumen yang banyak
Dalam pasar persaingan sempurna jumlah perusahaan sangat banyak dan kemampuan setiap perusahaan dianggap sedemikian kecilnya, sehinga tidak mampu mempengaruhi pasar.

Ciri-ciri

Beberapa karakteristik agar sebuah pasar dapat dikatakan pasar persaingan sempurna yaitu :
Semua perusahaan memproduksi barang/produk yang homogenitas. Produk yang homogen adalah produk yang mampu memberikan kepuasan (utilitas) kepada konsumen tanpa perlu mengetahui siapa produsennya.
Produsen dan konsumen memiliki pengetahuan atau informasi yang sempurna. Para pelaku ekonomi (konsumen dan produsen) memiliki pengetahuan sempurna tentang harga produk dan input yang dijual sehingga konsumen tidak akan mengelami perlakuan harga jual yang berbeda dari suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya.
Output sebuah perusahaan relative kecil dibandingkan dengan output pasar. Jumlah output setiap perusahaan secara inividu dianggap relative kecil dibandingkan dengan jumlah output seluruh perusahaan dalam industri.
Perusahaan menerima harga yang ditentukan pasar dengan menjual produknya dengan berpatokan pada harga yang ditetapkan pasar karena perusahaan tidak mampu mempengaruhi harga pasar.
Semua perusahaan bebas masuk dan keluar pasar, hal ini disebabkan oleh adanya faktor mobilitasnya tidak terbatas dan tak ada biaya yang harus dikeluarkan untuk memindahkan faktor produksi.

Atau dapat di simpulkan :


  1. Jumlah penjual dan pembeli banyak
  2. Barang yang dijual sejenis, serupa dan mirip satu sama lain
  3. Penjual bersifat pengambil harga (price taker)
  4. Harga ditentukan mekanisme pasar permintaan dan penawaran 
  5. Posisi tawar konsumen kuat
  6. Sulit memperoleh keuntungan di atas rata-rata
  7. Sensitif terhadap perubahan harga
  8. Mudah untuk masuk dan keluar dari pasar


Kebaikan

Persaingan sempurna memaksimumkan efisiensi
Kebebasan bertindak dan memilih
Masyarakat merasa nyaman dalam mengkonsumsi (produk yang homogen) dan tidak takut ditipu dalam kualitas dan harga.
Keburukan

  1. Persaingan sempurna tidak mendorong inovasi
  2. Persaingan sempurna adakalanya menimbulkan biaya sosial
  3. Membatasi pilihan konsumen
  4. Biaya dalam pasar persaingan sempurna mungkin lebih tinggi
  5. Distribusi pendapatan tidak selalu rata


Contoh Produk:
Gandum,kentang, beras dan lain-lain.




refrensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Pasar_monopoli
http://id.wikipedia.org/wiki/Pasar_monopolistik
http://id.wikipedia.org/wiki/Oligopoli
http://id.wikipedia.org/wiki/Pasar_persaingan_sempurna