11/13/2014

Layanan Telematika

 Saat ini baik di Indonesia dan diseluruh dunia, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi berkembang sangat cepat. Diawali dengan munculnya interconnected network yang merupakan hasil konversi antara teknologi informasi, media dan telekomunikasi. Keberadaan internetini dimanfaatkan oleh masyarakat dunia dari berbagai kalangan untuk berbagai kegiatan,seperti mencari informasi, mengirim informasi dan melakukan kegiatan bisnis atau nonbisnis. Kegiatan ini dikenal sebagai kegiatan telematika (cyber activities). Beberapa contoh yang termasuk dalam telematika ini adalah layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh dari telematika. Telematika berhubungan erat dengan kebutuhan pengguna (user) untuk pemenuhan informasi yang dinginkan user. Hal tersebut berhubungan dengan layanan- layanan (service) yang ada pada telematika. Layanan-layanan tersebut dapat dikategorikan menjadi 4 layanan, yaitu sebagai berikut :

1. Layanan Informasi

Menurut Prayitno &Erman Amti (2004:259-260)layanan informasi adalah kegiatan memberikan pemahaman kepada individu-individu yang berkepentingan tentang berbagai hal  yang diperlukan untuk menjalani suatu tugas atau kegiatan, atau untuk menentukan arah  suatu tujuan atau rencana yang dikehendaki. Selain itu, teknologi telematika juga harus diarahkan untuk menjembatani kesenjangan politik dan budaya serta meningkatkan keharmonisan di kalangan masyarakat.

Contoh dari layanan informasi tersebut adalah sebagai :

  • M – Commerce
  • VOD (Voice and Data)
  • Telematik Terminal
  • Jasa Pelayanan Internet

2. Layanan Keamanan

Layanan ini menyediakan fasilitas untuk memantau dan memberikan informasi bila ada sesuatu yang berjalan tidak seharusnya. Selain itu layanan keamanan juga penting untuk menjaga agar suatu data dalam jaringan tidak mudah terhapus atau hilang. Sistem dari keamanan ini juga membantu untuk mengamankan jaringan tanpa menghalangi penggunaannya dan menempatanya. Jika ketika jaringan berhasil ditembus. Keamanan jaringan di sini adalah memberikan peningkatan keamanan tertentu untuk jaringan serta untuk memantau dan memberikan informasi jika sesuatu berjalan tidak seharusnya. Layanan ini dapat mengurangi tingkat pencurian dan kejahatan. Contohnya dengan menggunakan Firewall dan juga anti virus yang ada.

3. Layanan Context Aware dan Event-Based

Dalam ilmu komputer terdapat pernyataan bahwa perangkat komputer mempunyai kepekaan dan dapat bereaksi terhadap lingkungan sekitarnya berdasarkan informasi dan aturan-aturan tertentu yang tersimpan di dalamnya. Gagasan inilah yang diperkenalkan oleh Schilit pada tahun 1994 dengan istilah context-awareness.
Context-awareness merupakan kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan yaitu data dasar user, lokasi user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user. Sebagai contoh, ketika seorang user sedang mengadakan acara pesta ulang tahunnya, maka context-aware pada mobile phone yang dimiliki user akan langsung menyimpulkan bahwa user sedang mengadakan acara ulang tahun dan akan menolak semua panggilan telepon yang tidak berkaitan dengan acara tersebut. Pada sekarang ini sangat dibutuhkan suatu teknologi yang dapat memberikan kemudahan bagi user untuk mengakses informasi setiap saat user membutuhkannya. Yang disebut context-aware computing yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut dan akan menjadi trend yang penting untuk dikembangkan kedepannya. Dengan adanya context aware, user tidak perlu selalu memberikan input yang secara eksplisit untuk membuat komputer menjalankan tugas-tugasnya.
Beberapa bagian dari context awareness telah mulai dikembangkan. Misalnya LBS: location-based service. Ketika user mencari keyword tertentu, maka user akan memperoleh hasil yang dibutuhkan tergantung pada posisi user itu berada. Ini juga dapat digabungkan dengan beberapa data dan informasi yang di inputkan dari user. Contoh user tersebut mencari data lokasi dimana posisi keberadaan user sekarang berada.

4. Layanan Perbaikan Sumber

Layanan perbaikan sumber yang dimaksud adalah layanan perbaikan dalam sumber daya manusia (SDM). SDM telematika adalah orang yang melakukan aktivitas yang berhubungan dengan telekomunikasi, media, dan informatika sebagai pengelola, pengembang, pendidik, dan pengguna di lingkungan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat pada umunya. Konsep pengembangan sumber daya manusia di bidang telematika ditujukan untuk meningkatkan kualitas, kuantitas dan pendayagunaan SDM telematika dengan tujuan untuk mengatasi kesenjangan digital, kesenjangan informasi dan meningkatkan kemandirian masyarakat dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif dan optimal.

Refrensi: http://selalucintaindonesia.wordpress.com/2013/05/01/layanan-telematika/




10/31/2014

Pengembangan Sistem Informasi (LATIHAN)

Matakuliah : Pengembangan Sistem Informasi
Latihan Perancangan Sistem Informasi
  1. Jelaskan Prinsip perancangan sistem informasi dengan pendekatan berorientasi objek!
  2. Sebutkan Tools yang dapat digunakan pada perancangan sistem informasi dengan pendekatan berorientasi objek!
  3. Jelaskan!

A. Use case diagram
B. Sequence Diagram
C. Collaboration Diagram
D. Diagram Class
E. Diagram Relationship
F. Diagram Multiplicity dan Navigasi
G. Diagram Inheritance
H. Diagram State Transition
I.  Diagram component
J. Diagram Deployment

Jawaban!
1. Mendesain dan membangun sistem dengan mengumpulkan obyek software yang dapat digunakan, tetapi bukan dengan menulis modul software dari awal lagi. Dengan membuat kode yang ditulis sebisa mungkin dapat dipergunakan kembali (reusable) sehingga tidak perlu lagi mengimplementasikan ulang. Berikut karakteristik perancangan berorientasi objek yang dapat digunakan sebagai prinsik perancangan sistem informasi:
  • Abstraksi, yaitu prinsip untuk merepresentasikan dunia nyata yang kompleks menjadi satu bentuk model yang sederhana dengan mengabaikan aspek-aspek lain yang tidak sesuai dengan permasalahan.
  • Enkapsulasi, yaitu pembungkusan atribut data dan layanan (operasi-operasi) yang dipunyai objek.
  • Pewarisan (Inheritance), yaitu mekanisme yang memungkinkan satu objek mewarisi sebagian atau seluruh definisi dan objek lain sebagai bagian dan dirinya.
  • Reusability, yaitu pemanfaatan kembali objek yang sudah didefinisikan untuk suatu permasalahan pada permasalahan lainnya yang melibatkan objek tersebut.
  • Generalisasi dan Spesialisasi, yaitu menunjukkan hubungan antara kelas dan objek yang umum dengan kelas dan objek yang khusus.
  • Komunikasi Antar Objek, yaitu dilakukan lewat pesan yang dikirim dari satu objek ke objek lainnya
  • Polymorphism, yaitu kemampuan suatu objek untuk digunakan dibanyak tujuan yang berbeda dengan nama yang sama, sehingga menghemat baris program.


2. Berikut adalah tools pendekatan berorientasi objek :
  • Rational Unified Process (RUP) (Rational Software – IBM 2003)
  • Fusion (Coleman 1994)
  • STS development Method 3 (ADM3) (Firesmith 1993)
  • Berard’s object-oriented design (Berard 1991)
  • Booch’s object-oriented design (Booch 1983, 1991)
  • Coad and Yourdon’s object – oriented analysis (Coad & Yourdon 1989)
  • Coad and Yourdon’s object-oriented analysis (OOA) (Coad & Yourdon 1991)
  • Jacobson’s Objectory (Jacobson & Linstrom 1992)
  • Rumbaugh’s object modelling technique (OMT) (Rumbaugh et al. 1991)
  • Object-oriented system analysis (OOA) (Shlaer & Mellor 1988)

3. Berikut penjelasan tentang:
A. Use case diagram merupakan model diagram UML yang digunakan untuk menggambarkan requirementfungsional yang diharapkan dari sebuah system Use-case diagram menekankan pada “siapa” melakukan “apa” dalam lingkungan sistem perangkat lunak akan dibangun
B. Sequence Diagram adalah suatu diagram yang menggambarkan interaksi antar obyek dan mengindikasikan komunikasi diantara obyek-obyek tersebut. Diagram ini juga menunjukkan serangkaian pesan yang dipertukarkan oleh obyek-obyek yang melakukan suatu tugas atau aksi tertentu.
C. Collaboration Diagram adalah suatu diagram yang memperlihatkan atau menampilkan pengorganisasian interaksi yang terdapat disekitar objek dan hubungannya terhadap yang lainnya. Collaboration Diagram lebih menekankan kepada peran setiap objek dan bukan pada waktu penyampaian pesan.
D. Diagram Class adalah diagram yang menunjukan class-class yang ada dari sebuah sistem dan hubungannya secara logika. diagam yang digunakan untuk menampilkan beberapa kelas serta paket-paket yang ada dalam sistem/perangkat lunak yang sedang kita gunakan. Class diagram memberi kita gambaran (diagram statis) tentang sistem/perangkat lunak dan relas-relasi yang ada didalamnya.
E. Diagram Relationship merupakan suatu model/diagram untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi.
F. Diagram Multiplicity dan Navigasi adalah diagram yang memiliki penanda pada relasi, penanda tersebut akan mengindikasikan berapa banyak objek dari suatu kelas terelasi ke objek lain dan juga diagram yang menunjukkan alur akses yang melalui struktur basis data yang mana mereka akan digunakan oleh proses atau prosedur. 
G. Diagram Inheritance adalah teknik yang menyatakan bahwa anak dari objek akan mewarisi data atau atribut dan metode dari induknya langsung. Atribut dan metode dari sebuah objek induk akan diturunkan kepada anak objek dan demikian seterusnya.
H. Diagram State Transition adalah suatu modelling tool yang menggambarkan sifat ketergantungan pada waktu dari suatu sistem. diagram yang menggambarkan bagaimana suatu proses dihubungkan satu sama lain dalam waktu yang bersamaan. StateTransition Diagram digambarkan dengan sebuah state yang berupa komponen system yang menunjukkan bagaimana kejadian-kejadian tersebut dari satu state ke stateyang lain.
I. Diagram component adalah diagram UML yang menampilkan komponen dalam system dan hubungan antara mereka. Pada component View, akan difokuskan pada organisasi fisik system. Pertama, diputuskan bagaimana kelas-kelas akan diorganisasikan menjadi kode pustaka. Kemudia akan dilihat bagaimana perbedaan antara berkas eksekusi, berkas dynamic link library (DDL), dan berkas runtime lainnya dalam system.
J. Diagram Deployment adalah diagram yang menggambarkan detail bagaimana komponen di-sebar (di-deploy) kedalam infrastruktur sistem, dimana komponen akan terletak (pada mesin, node, server atau piranti keras apa), bagaimana kemampuan jaringan pada lokasi tersebut, spesifikasi server, dan hal-hal lain yang bersifat fisikal.

10/16/2014

Application Letter

Kav. POS&GIRO No.27 – Kaliabang Tengah
Bekasi Utara 17125 – Indonesia

October 16, 2014

PROFESCIPTA WAHANATEHNIK, PT (Digital Presence Strategy)
DIGITAL AGENCY OFFICE
Wisma Proklamasi lt.2
Jl. Proklamasi No. 41 - Menteng
Jakarta Pusat 10320 - Indonesia
P. +62 21 391 5286

Dear Sirs,

I am writing to explore the possibility of employment as part of the development teams in your company. I am a Computer Science graduate of the University of Gunadarma.

My strong computer skills, web designer, have a good knowledge of HTML5 and CSS3. I’ve created a website for qualify of my graduation and I was finished a session about web design too.

For your persual and evaluation, I have enclosed my resume which includes my special skills, training and accomplishments and awards as student, and a photocopy of my official transcript of records for your evaluation. I would welcome the opportunity to discuss my ssuitability for the position and comply with your other requirments. I can be contacted working hours at 0857- 1110-3111.

Yours faitfully,



Ali Murtado

GPS Sebagai Alat Telematika

Pengenalan GPS

 Global Positioning System adalah alat yang digunakan untuk mengetahui posisi seseorang pada satu saat. Yang ditransmisikan GPS bukan informasi posisi kita tetapi posisi satelit dan jarak penerima GPS kita dari satelit. Informasi ini diolah alat penerima GPS kita dan hasilnya ditampilkan kepada kita.
 GPS memiliki banyak fungsi yang bermanfaat bagi kehidupan kita, seperti melihat lokasi di mana kita berada, menunjukkan arah untuk ke lokasi yang ingin kita tuju, sebagai kompas, menunjukkan peta lokasi suatu tempat berupa gambar jalan dan sungai. GPS bekerja dengan cara tiap satelit mentransmisikan data navigasi dalam sinyal CDMA (Code Division Multiple Access)-sama seperti jenis sinyal untuk telepon seluler CDMA. Sinyal CDMA menggunakan kode pada transmisinya sehingga penerima GPS tetap bisa mengenali sinyal navigasi GPS walaupun ada gangguan pada frekuensi yang sama. Kode CDMA tiap satelit dipilih dengan saksama agar tidak mengganggu transmisi satelit lainnya.
 Satelit-satelit ini dikontrol dari 5 stasiun Bumi, 4 stasiun Bumi yang bekerja otomatis dan satu stasiun Bumi pengontrol utama. Empat stasiun Bumi otomatis hanya berfungsi menerima data dari satelit GPS dan meneruskan informasi itu ke stasiun pengontrol utama. Stasiun pengontrol utama memberikan koreksi data navigasi ke satelit-satelit GPS. Bagian akhir dari sistem GPS ini adalah alat penerima GPS yang akhirnya menghitung semua data, melakukan korelasi, dan menampilkan data posisi di layar display.

GPS Pada Handheld

 GPS memungkinkan kita untuk melihat dimana posisi geografis kita di muka bumi. Oleh sebab itu dengan GPS kita dapat mengetahui dimana posisi kita berada. Cara kerja GPS menggunakan sistem tracker, armada ataupun mobile dalam keadaan real-time. Sistem ini memanfaatkan kombinasi dua teknologi, yaitu GSM dan GPS untuk menentukan letak suatu objek, lalu menerjemahkannya dalam bentuk peta digital. GPS tracking ini menggunakan beberapa satelit yang berada di orbit bumi, memancarkan sinyal ke bumi yang kemudian di terima oleh alat penemira. Dengan alat penerima ini contohnya seperti GPS Super Spring SF410 yang kemduian akan menerima sinyal dan menterjemahkannya ke dalam peta digital dan kemudian menampilkannya di layar sebuah produk GPS.
 Untuk mengenal karakter fitur GPS, terlebih dahulu harus dikenali jenis dasar teknologi yang digunakan, berikut paparannya :

  • Integrated GPS, Pada jenis ini perangkat penerima GPS pada hape harus terus menerus terkoneksi dengan sinyal dari satelit GPS. Integrated GPS dapat menghitung posisi koordinat sendiri dengan menggunakan setidaknya 3 satelit. Meski kualitasnya cukup tajam, tapi integrated GPS lumayan rakus pada energi baterai. Hape dengan intergared GPS pertama adalah Nokia 6110 Navigator, dilanjutkan ke beberapa Nokia seri E dan N.
  • GPS Bluetooth, Bila Anda tak memiliki GPS teringrasi, maka solusinya dengan memasang dongle GPS yang dikoneksikan lewat Bluetooth (GPS Eksternal). Dengan pola ini penggunaan navigasi jadi lebih dinamis. Yang harus diperhatikan disini adalah tenaga pada dongle GPS, sedangkan dari sisi hape hanya terkuras energi untuk koneksi Bluetooh. Aplikasi penunjang GPS Bluetooth banyak tersedia di hape SymbianS60 2rd dan 3nd edition.
  • Assisted GPS, Inilah jenis yang paling populer digunakan saat ini, A-GPS disiapkan untuk menambah sisi keakuratan. Di A-GPS, jaringan internet dari operator digunakan untuk memperbaiki koordinat/posisi. Tentu dengan pola A-GPS, berarti pengguna harus siap untuk melepas sedikit pulsa untuk data. Di hape-hape terbaru, A-GPS juga dapat menjalankan moda offline, artinya A-GPS bisa bekerja murni mengandalkan sinyal satelit.
  • Network Based, Penentuan koordinat lokasi di pola ini mengandalkan jangakuan jaringan operator lewat antena BTS (base transceiver station). Pola network based kerap dihadirkan pada hape merek lokal yang tak memiliki fitur GPS, syaratnya tentu koneksi internet dan akses peta digital, semisal dari Google Maps. Beberapa aplikasi, seperti Twitter menyediakan pilihan untuk mengkombinasikan antara network based dan A-GPS secara terpadu.
Maka dapat kita banyangkan jika tidak adanya GPS pada handheld yang kita miliki, kalau saya sendiri akan cukup kesulitan dalam mengetahui suatu lokasi atau ketika ingin pergi kesuatu lokasi, karena saya sendiri memiliki kegemaran traveling, sehingga dengan tidak adanya GPS ini dapat menghambat perjalanan saya.

10/01/2014

Telematika

Perkembangan Telematika

 Saat ini baik di Indonesia dan diseluruh dunia, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi berkembang sangat cepat. Diawali dengan munculnya interconnected network yang merupakan hasil konversi antara teknologi informasi, media dan telekomunikasi. Keberadaan internetini dimanfaatkan oleh masyarakat dunia dari berbagai kalangan untuk berbagai kegiatan,seperti mencari informasi, mengirim informasi dan melakukan kegiatan bisnis atau nonbisnis. Kegiatan ini dikenal sebagai kegiatan telematika (cyber activities).
 Pada dasarnya terdapat dua jenis pengguna internet, yaitu pengguna akiv dan pasiv. Maksud dari penguna aktiv yaitu para pengguna internet yang saling berinteraksi dengan pengguna internet lainnya, contohnya dalam berbelanja online, mengirim e-mail dan lain sebagainya. Sedangkan pengguna pasiv adalah pengguna yang hanya melakukan browsing tanpa berinteraksi dengan pengguna internet lainnya. Namun dengan demikian muncul pengguna internet yang melakukan kejahatan, mereka dikategorikan sebagai cyber crime. Salah satu contoh tindakan kejahatan yang dapat dilakukan dengan internet ini adalah carding, yaitu melakukan manipulasi pada data credit card pengguna internet lainnya untuk kepentingan peribadi atau golongan mereka para cyber crime.
 Cyber crime termasuk kejahatan yang bersifat lintas batas wilayah karena jaringan internet merupakan jaringan yang tanpa batas (borderless). Jaringan borderless merupakan jaringan yangdisediakan untuk memudahkan pengguna internet agar dapat mengakses informasi seluas-luasnya, akan tetapi jaringan borderless dapat juga menimbulkan banyak permasalahan termasuk masalah kejahatan telematika yang sifatnya lintas batas wilayah Negara. Cyber crime ini termasuk kedalam kategori kejahatan transnasional maka perlu adanya kerjasama antar negara dan undang-undang yang mengatur permasalahan ini, agar dalam penanganan hukumnya disamaratan ditiap-tiap negara.
 Maka diperlukan prinsip-prinsip hukum yurisdiksi dalam hukum internasional dalam mengantisipasi dan mengangani kejahatan telematika sebagai kejahatan transnasional. Hal yang penting adalah bagaimana pendekatan yurisdiksi negara terhadap kejahatan telematika yang bersifat transnasional. Yuridiksi secara konseptual dibagi menjadi tiga, yaitu :

  • JURISDICTION TO PRESCRIBE
  • JURISDICTION TO ADJUDICATE
  • JURISDICTION TO ENFORCE

 Pada dasarnya ketiga konsep ini termasuk dalam prinsip yurisdiksi territorial, dimana satu Negara memiliki kewenangan dalam menetapkan hokum pidananya terhadap kejahatan yang berlangsung didalam wilayah teritorialnya. Ketentuan mengenai apakah bentuk kegiatan tersebut dapat dipidana tergantung dari hokum Negara dimana tindakan tersebut dilakukan. Hal ini terjadi pada tahun 2000, kasus virus ‚“I love You“ yang merugikan sekitar 40 juta orang di Amerika, menimbulkan permasalahan yurisdiksi. Virus yang dibuat oleh Guzman warga negara Philipina tidak dianggap sebagai kejahatan berdasarkan hukum Philipina, sebaliknya Amerika menetapkan Guzman sebagai penjahatcyber yang harus ditindak dan diadili. Kenyataan ini menggambarkan bahwa, kejahatan telematika yang bersifat transnasional membutuhkan adannya pengakuan “double criminality“, yaitu baik Amerika maupun Philipina sama – sama mengakui bahwa penyebaran virus termasuk sebagai kejahatan. Sehingga dimungkinkan adanya ekstradisi, atau paling tidak adanya legal mutual assistance, dimana kejahatan itu dilaporkan oleh pihak  Amerika, sedangkan penangannya dapat dilakukan oleh Philipina.
 Dengan demikian timbul pertanyaan adalah bagaimana Negara-negara di dunia menangani kejahatan telematika yang bersifat transnasional.Langkah-langkah yang dapat diambil adalah :

  1. Adanya persamaan persepsi dari Negara-negara mengenai bentuk kejahatan telematika apa saja yang dianggap sebagai kejahatan telematika yang bersifat transnasional.
  2. Adanya kerjasama antar Negara berkaitan dengan alih teknologi dalam usaha melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap kejahatan telematika.
  3. Adanya kesamaan persepsi mengenai digital evidence pada hokum nasional setiap Negara.
  4. Membentuk perjanjian internasional atau regional mengenai kejahatan telematika.Saat ini hanya Eropa yang memiliki Konvensi mengenai Cyber Crime, akan tetapi tidak menutup kemungkinan negara lain dapat meratifikasi konvensi tersebut.
  5. Adanya perjanjian ekstradisi bagi pelaku kejahatan telematika atau setidaknya kerjasama Mutual Legal Assistance.
Semoga dengan terbentunya perjanjian-perjanjian antar negara yang telah disepakati maka para cyber crime ini dapat diadili dimanapun mereka tertangkap.

Referensi:

4/11/2014

Blibiografi


“Kata bibliografi berasal dari bahasa yunani dengan akar kata Biblion yang berarti buku dan Graphien yang berarti menulis, maka kata bibliorafi secara harfiah berarti penulisan buku. “      (Van. 2008). Dalam hal ini Bibliografi dapat diartikan sebagai daftar pustaka yang berfungsi sebagai petunjuk sumber informasi dalam sebuah tulisan.


Jenis-Jenis Bibliografi


Jenis bibliografi yang dihasilkan dalam pembuatan publikasi sekunder akan tergantung pada jenis pustaka yang akan didaftar. Misalnya akan dibuat daftar yang berasal dari deskripsi katalog buku yang dimiliki perpustakaan, maka daftar tersebut dapat dinamakan daftar katalog. Sementara jika daftar yang disusun berdasarkan judul artikel suatu majalah, maka daftar tersebut dapat disebut daftar isi.
Dari segi cara penyajian dan uraian deskripsinya, bibliografi dibagi menjadi:
  • Bibliogrfi deskriptif: Yaitu bibliografi yang dilengakapi deskripsi singkat yang didapat dari gambaran fisik yang tertera atau tertulis dalam bahan pustaka. Seperti judul buku atau majalah, judul artikel, nama pengarang, data terbitan (impresium), kolasi serta kata kunci dan abstrak yang tertulis.
  • Bibliografi evaluatif: Yaitu bibliografi yang dilengkapi dengan evaluasi tentang suatu bahan pustaka. Evaluasi ini biasanya mencakup penilaian terhadap isi suatu bahan pustaka atau artikel.

Cara Penulisan Bibliografi

  • Apabila penulisnya dua orang, maka cara penulisannya adalah nama pengarang pertama dibalik, kemudian berikanlah tanda hubung ( dan atau & ) setelah itu tulislah nama pengarang yang kedua tanpa membalik namanya. Contoh : ‘Masyukur, Dr dan Tanu Wijaya, MA ( 2003 ). Model Penyelesaian Madani, Jakarta : Intimedia Cipta Nusantara.
  • Apabila penulisnya lebih dari dua orang, maka cara penulisannya adalah nama pengarang pertama di balik kemudian tambahkanlah kata dkk. Contoh : Purbacaraka, Purnadi, dkk. 1979. Perundang – undangan dan Yurisprudensi, Bandung : Alumni.

Cara penulisan nama pada bibliografi


  • Apabila nama pengarang hanya satu kata maka cara penulisannya adalah dengan menuliskan nama pengarang tersebut langsung ke daftar pustaka. Contoh : Budianto. 2005. Tata Negara untuk SMA, Jakarta : Penerbit Erlangga.
  • Apabila nama pengarang mempunyai dua sukukata maka cara penulisannya adalah dengan cara membalik nama pengarang tersebut. Contoh : Geertz, Clifford. 1981. Abagan, Santri, Priayi dalam MasyarakatJawa, Jakarta : Pustaka Jaya.
  • Apabila nama sang pengarang lebih dari tiga suku kata maka cara penulisanya adalah dengan menulis nama belakang sang pengarang tersebut terlebih dahulu, lalu beru tana koma kemudian tulislah nama depan dan nama sang pengarang tersebut. Contoh : Pasha, Musthafa Kamal. 2002. Pendidikan Kewarganegaraan ( Civics Education ), Yogyaakarta : Citra Karsa Mandiri.

Tata Cara Penulisan Bibliografi

Buku

Tata cara penulisan bibliografi yang diambil dari buku adalah :

  • Tulislah nama pengarang buku
  • Tahun terbit buku
  • Judul buku
  • Tempat terbit
  • Nama percetakan
Contoh :
‘Alewyn, Ridchard, K. Säizle 1959, Das grosse Welttheater. Die Epoche der höfischen Feste. Hamburg: Rowohlt.’

Internet

Tata cara penulisan bibliografi yang diambil dari  internet adalah :
  • Tulis nama penulis
  • Tahun
  • Judul tulisan
  • Alamat web
  • Tanggal pengambilan data
Contoh :
Albarda (2004). Strategi Implementasi TI untuk Tata Kelola Organisasi (IT Governance). From http://rachdian.com/index2.php?option=com_docman&task=doc_view&gid=27&Itemid=30, 3 August 2008    

Skripsi

Tata cara penulisan bibliografi yang diambil dari skripsi adalah :
  • Nama penulis skripsi
  • Tahun
  • Judul skripsi
  • Tempat pembuatan skripsi
  • Nama perguruan tinggi penulis skripsi
Contoh : 
Hartono. 2000. Tata Cara Penulisan Biografi. Makassar: Universitas Makassar.

Makalah

Tata cara penulisan bibliografi yang diambil dari makalah adalah:
  • Nama pembuat makalah
  • Tahun 
  • Judul makalah
  • Tempat terbit makalah
Contoh :  ‘ Feehily, Mark. 2007. Persaingan Politik. Manado.

Majalah atau Koran

Tata cara penulisan bibliografi yang diambil dari majalah atau Koran adalah :
  • Nama pengarang
  • Nama Koran atau majalah
  • Data penerbitan ( tanggal diterbitkannya artikel dan halaman tempat artikel berada
Contoh : ‘Fatmasari, Intan. “Tantangan Mengatasi Berbagai
Kesenjangan.” Fajar, No. 342/II, 21 Desember 1994, h. 6‐8

Bagian-bagian Bibliografi

Suatu deskripsi bibliografi biasanya terdiri dari :
  • Judul : berisi judul artikel atau judul buku yang akan dideskripsikan.
  • Kepengarangan : berisi nama pengarang perorangan atau pengarang badan korporasi.
  • Sumber : berisi judul jurnal, judul prosiding, atau judul buku dimana informasi tersebut berada.
  • Data terbitan (impresium): berisi data tentang kota terbit, nama terbit, dan tahun terbit.
  • Keterangan fisik buku (kolasi), yang berisi halaman lokasi artikel ditemukan.
  • Keterangan informasi, seperti kata kunci dan abstrak.
  • Keterangan tambahan , seperti lokasi rak penyimpanan, kode call number,
  • perpustakaan pemilik bahan pustaka, dan sebagainya.

Cakupan Bibliografi


Dari segi cakupanya, bibliografi dapat dibagi menjadi:
  • Bibliografi retrospektif : Yaitu jenis bibliografi yang mencatat bahan pustaka yang telah diterbitkan pada jaman yang lampau. Misalnya “Bibliografi sejarah perang Dipenogoro”
  • Bibliografi terkini/current : Yaitu jenis bibliografi yang mencatat terbitan yang sedang atau masih terbit saat ini. Contohnya Ulrich’s International Periodicals Directory.
  • Bibliografi selektif : Yaitu jenis bibliografi yang mencatat terbitan tertentu dengan tujuan tertentu. Misalnya “Buku bacaan terpilih untuk anak usia pra sekolah”.
  • Bibliografi subjek : Yaitu jenis bibliografi yang mencatat bahan pustaka atau artikel pada bidang ilmu dan subjek tertentu. Misalnya “Bibliografi khusus ternak kelinci”.
  • Biliografi nasional : Yaitu jenis bibliografi yang mencatat terbitan suatu negara atau daerah regional tertentu. Contohnya “Bibliografi Nasional Indonesia”.
Penentuan cakupan/topik suatu bibliografi ditentukan berdasarkan berbagai
pertimbangan antara lain :
  • Permintaan pengguna
  • Topik yang sedang berkembang atau yang banyak diperlukan saat itu
  • Dokumentasi koleksi yang dimiliki
  • Mandat instansi

Manfaat Bibliografi

Pencatatan informasi mengenai koleksi perpustakaan dalam bentuk bibliografi dilakukan dengan berbagai alasan antara lain:
  • Jumlah koleksi perpustakaan yang semakin meningkat bentuk dan bidang kajiannya.
  • Kebutuhan informasi para pengguna yang semakin beragam dan meningkat jumlahnya.
  • Upaya untuk meningkatkan kualitas layanan penelusuran informasi yang cepat dan tepat.

Oleh karena itu penyusunan suatu daftar bibliografi mempunyai fungsi utama untuk membantu pemakai mencari dan menelusuri informasi tertentu. Fungsi lain dari bibliografi adalah sebagai bagian dari jasa pelayanan perpustakaan kepada pemakai. Dengan menerbitkan suatu bibliografi, pustakawan dapat menawarkan koleksinya kepada pemakai tanpa harus mengeluarkan seluruh koleksi yang dimilikinya, serta dapat menjangkau pengguna yang tinggal jauh dari perpustakaan.
Dengan demikian maka, bibliografi dapat digunakan sebagai:
  • Bahan rujukan terhadap koleksi perpustakaan.
  • Daftar koleksi yang dimiliki perpustakaan.
  • Daftar informasi bahan pustaka mengenai suatu bidang kajian tertentu, dan sebagainya.

Contoh Bibliografi

  • Wikarno, Dwi. 2006. Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan, Jakarta : Bumi Aksara.
  • Albarda . 2004.  Strategi Implementasi TI untuk Tata Kelola Organisasi (IT Governance). From http://rachdian.com/index2.php?option=com_docman&task=doc_view&gid=27&Itemid=30, 3 August 2008    
  • Fatmasari, Intan. “Pentingnya Berbahasa Indonesia yang Baikdan Benar.” Fajar, No. 342/II, 21 Desember 1994, h. 6‐8

referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Bibliografi

http://kolom-biografi.blogspot.com/2010/05/pengertian-bibliografi-dan-manfaatnya.html

3/21/2014

Kutipan Dan Catatan Kaki

Kutipan Dan Catatan Kaki

Definisi Kutipan

Kutipan merupakan pinjaman kalimat atau pendapat seseorang dari seorang pengarang atau seseorang yang sangat terkenal, baik terdapat dalam buku, surat kabar, majalah, atau media elektronika. Yang berfungsi sebagai pengokohan argumentasi dalam sebuah karangan. Seorang penulis tidak perlu membuang waktu untuk menyelidiki suatu hal yang sudah dibuktikan kebenarannya oleh penulis lain, penulis cukup mengutip karya orang lain tersebut.

Dengan demikian kutipan memiliki fungsi sebagai: 
  • Menunjukkan kualitas ilmih yang lebih tinggi. 
  • Menunjukkan kecermatan yang lebih akurat. 
  • Memudahkan penilaian penggunaan sumber dana. 
  • Memudahkan pembedaan data pustaka dan ketergantungan tambahan. 
  • Mencegah pengulangan penulisan data pustaka. 
  • Meningkatkan estetika penulisan. 
  • Memudahkan peninjauan kembali penggunaan referensi, dan memudahkan penyuntingan naskah yang terkait dengan data pustaka.

Macam-Macam Kutipan

Kutipan langsung kurang dari atau sama dengan 4 baris

Kutipan ini akan dimasukkan dalam teks dengan cara berikut:
  1. Kutipan diintegrasikan dengan teks.
  2. Jarak antara baris dengan baris dua spasi.
  3. Kutipan diapit dengan tanda kutip.
  4. Sesudah kutipan selesai diberi nomor urut penunjukkan setengah spasi ke atas atau dalam kurung ditempatkan nama pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat terdapat kutipan itu.
Contoh :
Supaya tulisan kita mudah dipahami orang lain, maka kita hendaknya membuat kalimat yang efektif. Yang dimaksud dengan kalimat efektif itu yang bagaimana? “Kalimat efektif adalah kalimat yang dengan sadar atau sengaja disusun untuk mencapai daya informasi yang tepat dan baik” (Parera,1988:42). Dengan demikian…..

Kutipan langsung lebih dari 4 baris

Kutipan yang lebih dari empat baris ketentuan penulisannya sebagai berikut:
  1. Kutipan dipisahkan dari teks dalam jarak 2,5 spasi
  2. Jarak antara baris dengan baris kutipan satu spasi
  3. Kutipan boleh atau tidak diapit dengan tanda kutip
  4. Sesudah kutipan selesai diberi nomor urut penunjukan setengah spasi ke atas, atau dalam kurung ditempatkan nama pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat terdapat kutipan itu
  5. Seluruh kutipan dimasukkan ke dalam 5 – 7 ketikan.
Contoh :
................................................................................
menulis merupakan suatu kegiatan yang produktif dan ekspresif. Dalam kegiatan menulis ini seorang penulis harus terampil memanfaatkan grafologi, struktur bahasa, dan kosakata. Keterampilan menulis digunakan untuk mencatat, merekam, meyakinkan, melaporkan, menginformasikan, dan mempengaruhi pembaca. Maksud dan tujuan seperti itu hanya dapat dicapai dengan baik oleh para pembelajar yang dapat menyusun dan merangkai jalan pikiran dan mengemukakannya secara tertulis dengan jelas, lancar, dan komunikatif. Kejelasan ini bergantung pada pikiran, organisasi, pemakaian dan pemilihan kata, dan struktur kalimat. (Crimmon Kurniawan 2006:122)

..........................................................................

Kutipan Tidak Langsung

Kutipan tidak langsung merupakan kutipan hasil penelitian, hasil karya atau pendapat orang lainyang penyajiannya tidak sama dengan teks aslinya, melainkan dengan menggunakan bahasa atau kalimat penulis atau peneliti sendiri.
Syarat penulisan kutipan tidak langsung adalah:
  1. Kutipan diintegrasikan dengan teks.
  2. Jarak antarbaris dua spasi.
  3. Kutipan tidak diapit tanda kutip.
  4. Sesudah kutipan selesai diberi nomor urut penunjukan setengah spasi ke atas, atau dalam kurung ditempatkan nama pengarang, tahun terbit, nomor halaman tempat terdapat kutipan itu.
Contoh:
Menurut Gorys Keraf, kalimat yang baik adalah yang menunjukkan kesatuan gagasan, atau hanya mengandung satu ide pokok. Bila ada dua kesatuan yang tidak mempunyai hubungan digabungkan, maka akan merusak kesatuan pikiran (1994 :36).

Definisi Catatan Kaki

Catatan kaki, atau dikenal dengan istilah footnote, adalah keterangan tambahan yang terletak di kaki/dasar halaman dan dipisahkan dari teks oleh sebuah garis (separator) sepanjang 20 (dua puluh) karakter atau 5 (lima) cm menurut default Microsoft Word.
Catatan kaki memiliki empat tujuan utama:
  • Menjelaskan referensi bagi pernyataan dalam teks (biasa disebut catatan kaki sumber atau reference footnote). Yang dikutip bisa mencakup fakta-fakta khusus, pendapat, atau ungkapan langsung dari otoritas yang karya-karyanya menjadi rujukan dalam karya tulis ilmiah.
  • Menjadi ruang bagi penulis untuk memberikan komentar-komentar insidental yang dipandang penting tentang, atau menegaskan dan menilai, pernyataan-pernyataan yang dibicarakan dalam teks. Ring-kasnya, catatan kaki menjadi tempat di mana penulis menjelaskan hal-hal yang dipandang layak dimasukkan, tetapi mungkin dapat mengganggu alur pemikiran jika disebutkan, dalam teks. 
  • Menunjukkan referensi silang (cross-references) atau sumber lain yang membicarakan hal yang sama (biasa disebut catatan kaki isi atau content footnote). Jenis catatan kaki ini biasanya menggunakan kata-kata: “Lihat …,” “Bandingkan …,” dan “Uraian lebih lanjut dapat dilihat dalam …,” dan sebagainya. Diperlukan konsistensi dan ketepatan dalam penggunaan ungkapan-ungkatan tersebut. Dianjur-kan penggunaan catatan kaki untuk tujuan ini tidak berlebihan agar tidak menimbulkan kesan pamer literatur. 
  • Menyatakan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak tertentu yang terkait dengan sebuah penyataan atau kutipan dalam teks. Misalnya, mereka yang membantu penulis memahami sebuah konsep, menda-patkan literatur yang sedang dikutip, menerjemahkan sebuah teks, dan sebagainya. Penggunaan catatan untuk tujuan ini hendaknya juga diupayakan seminimal mungkin.
Catatan kaki ada dua macam, yaitu catatan kaki lengkap dan catatan kaki singkat.
Catatan kaki Lengkap adalah catatan kaki yang ditulis lengkap dengan mencantumkan :
  • Nama pengarang
  • Judul buku
  • Nama atau nomor seri (jika ada)
  • Jumlah jilid (jika ada)
  • Nomor cetakan
  • Kota penerbit
  • Nama penerbit
  • Tahun terbit, dan
  • Nomor halaman
Sedangkan catatan kaki singkat adalah catatan kaki yang ditulis secara singkat tidak selengkap catatan kaki jenis pertama. Catatan kaki singkat terdiri atas tiga macam, ibid, op. cit dan loc. Cit.
  • Ibid adalah singkatan dari ibidum, artinya “sama dengan di atas“. Ibid. dipergunakan untuk menunjukkan catatan kaki yang sumbernya sama dengan catatan kaki yang tepat di atasnya.
  • Op. cit adalah singkatan dari opera citati, artinya “dalam karya yang telah dikutip”. Op. cit. digunakan untuk catatan kaki dari sumber yang telah dikutip, tetapi telah disisipi catatan kaki lain dan sumber lain.
  • Loc. Cit. adalah singkatan dari loco citati, artinya “tempat yang sudah dikutip”. Loc. Cit. digunakan seperti op. cit namun sumber yang dikutip berasal dari halaman yang sama.

Perbedaan Kutipan dan Catatan Kaki

Tidak ada perbedaan fungsi kutipan dengan catatan kaki, yaitu sama – sama mencantumkan sumber referensi yang ada pada suatu karya tulis dan juga membantu menguatkan suatu hasil karya tulis serta memperjelas uraian permasalahannya, perbedaannya kutipan hanya digunakan untuk memperkuat pendapat penulis melalui teori – teori yang sudah ada, sedangkan catatan kaki memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai suatu pernyataan orang lain yang digunakan yang diletakkan terpisah dari pendapat penulis. Tempat memperluas pembahasan yang diperlukan diletakkan pada diakhir halaman karena tidak relevan jika dimasukkan di dalam teks. Perbedaan lebih lanjut tentang kutipan dan catatan kaki dapat dilihat sebagai berikut :

Secara Umum

Kutipan : Memberikan referensi singkat teori/pendapat yang digunakan penulis
Catatan Kaki : Memberikan referensi dan penjelasan lebih lanjut tentang teori/pendapat yang digunakan penulis.

Unsur Penulisan

Kutipan
(1) Nama belakang pengarang. 
(2) Tahun penerbitan
(3) Nomer halaman

Catatan Kaki
(1) Nama pengarang (editor, penterjemah), ditulis dalam urutan biasa, diikuti koma (.) 
(2) Judul buku, ditulis dengan huruf kapital (kecuali kata-kata tugas), digarisbawahi.
(3) Nama atau nomor seri, kalau ada.  
(4) Data publikasi : 
    (a) Jumlah jilid, kalau ada.
    (b) Kota penerbitan, diikuti titik dua ditulis.
    (c) Nama penerbit, diikuti koma di antara.
    (e) Tahun penerbitan. tanda kurung.
(5) Nomor jilid kalau perlu. 

Letak Penulisan

Kutipan : Keterangan kutipan diletakkan di setiap akhir kutipan.
Catatan kaki : Dapat ditempatkan langsung di belakang bagian yang diberi keterangan ( catatan kaki langsung) dan diteruskan dengan teks dengan penomoran. Keterangan referensi diletakkan di bagian bawah (kaki) halaman atau pada akhir setiap bab dengan memberi batas garis.

Sumber:
http://www.scribd.com/doc/47562301/46/Macam-macam-Kutipan
http://myshare212.blogspot.com/2012/04/definisi-cara-menulis-kutipan.html
http://myleaf-clover.blogspot.com/2014/03/kutipan-dan-catatan-kaki.html
http://ami26chan.wordpress.com/2010/11/21/memahami-tentang-catatan-kakidaftar-pustaka-dan-kutipan/