“Kata bibliografi berasal dari
bahasa yunani dengan akar kata Biblion yang berarti buku dan Graphien yang
berarti menulis, maka kata bibliorafi secara harfiah berarti penulisan buku. “ (Van. 2008). Dalam hal ini Bibliografi dapat diartikan sebagai daftar pustaka
yang berfungsi sebagai petunjuk sumber informasi dalam sebuah tulisan.
Jenis-Jenis Bibliografi
Jenis bibliografi yang dihasilkan dalam pembuatan publikasi sekunder akan tergantung pada jenis pustaka yang akan didaftar. Misalnya akan dibuat daftar yang berasal dari deskripsi katalog buku yang dimiliki perpustakaan, maka daftar tersebut dapat dinamakan daftar katalog. Sementara jika daftar yang disusun berdasarkan judul artikel suatu majalah, maka daftar tersebut dapat disebut daftar isi.
Dari segi cara penyajian dan uraian deskripsinya, bibliografi dibagi menjadi:
- Bibliogrfi deskriptif: Yaitu bibliografi yang dilengakapi deskripsi singkat yang didapat dari gambaran fisik yang tertera atau tertulis dalam bahan pustaka. Seperti judul buku atau majalah, judul artikel, nama pengarang, data terbitan (impresium), kolasi serta kata kunci dan abstrak yang tertulis.
- Bibliografi evaluatif: Yaitu bibliografi yang dilengkapi dengan evaluasi tentang suatu bahan pustaka. Evaluasi ini biasanya mencakup penilaian terhadap isi suatu bahan pustaka atau artikel.
Cara Penulisan Bibliografi
- Apabila penulisnya dua orang, maka cara penulisannya adalah nama pengarang pertama dibalik, kemudian berikanlah tanda hubung ( dan atau & ) setelah itu tulislah nama pengarang yang kedua tanpa membalik namanya. Contoh : ‘Masyukur, Dr dan Tanu Wijaya, MA ( 2003 ). Model Penyelesaian Madani, Jakarta : Intimedia Cipta Nusantara.
- Apabila penulisnya lebih dari dua orang, maka cara penulisannya adalah nama pengarang pertama di balik kemudian tambahkanlah kata dkk. Contoh : Purbacaraka, Purnadi, dkk. 1979. Perundang – undangan dan Yurisprudensi, Bandung : Alumni.
Cara penulisan nama pada bibliografi
- Apabila nama pengarang hanya satu kata maka cara penulisannya adalah dengan menuliskan nama pengarang tersebut langsung ke daftar pustaka. Contoh : Budianto. 2005. Tata Negara untuk SMA, Jakarta : Penerbit Erlangga.
- Apabila nama pengarang mempunyai dua sukukata maka cara penulisannya adalah dengan cara membalik nama pengarang tersebut. Contoh : Geertz, Clifford. 1981. Abagan, Santri, Priayi dalam MasyarakatJawa, Jakarta : Pustaka Jaya.
- Apabila nama sang pengarang lebih dari tiga suku kata maka cara penulisanya adalah dengan menulis nama belakang sang pengarang tersebut terlebih dahulu, lalu beru tana koma kemudian tulislah nama depan dan nama sang pengarang tersebut. Contoh : Pasha, Musthafa Kamal. 2002. Pendidikan Kewarganegaraan ( Civics Education ), Yogyaakarta : Citra Karsa Mandiri.
Tata Cara Penulisan Bibliografi
Buku
Tata cara penulisan bibliografi yang diambil dari buku adalah :
- Tulislah nama pengarang buku
- Tahun terbit buku
- Judul buku
- Tempat terbit
- Nama percetakan
Contoh :
‘Alewyn, Ridchard, K. Säizle 1959, Das grosse Welttheater. Die Epoche der höfischen Feste. Hamburg: Rowohlt.’
Internet
Tata cara penulisan bibliografi yang diambil dari internet adalah :
- Tulis nama penulis
- Tahun
- Judul tulisan
- Alamat web
- Tanggal pengambilan data
Contoh :
Albarda (2004). Strategi Implementasi TI untuk Tata Kelola Organisasi (IT Governance). From http://rachdian.com/index2.php?option=com_docman&task=doc_view&gid=27&Itemid=30, 3 August 2008
Skripsi
Tata cara penulisan bibliografi yang diambil dari skripsi adalah :
- Nama penulis skripsi
- Tahun
- Judul skripsi
- Tempat pembuatan skripsi
- Nama perguruan tinggi penulis skripsi
Contoh :
Hartono. 2000. Tata Cara Penulisan Biografi. Makassar: Universitas Makassar.
Makalah
Tata cara penulisan bibliografi yang diambil dari makalah adalah:
- Nama pembuat makalah
- Tahun
- Judul makalah
- Tempat terbit makalah
Contoh : ‘ Feehily, Mark. 2007. Persaingan Politik. Manado.
Majalah atau Koran
Tata cara penulisan bibliografi yang diambil dari majalah atau Koran adalah :
- Nama pengarang
- Nama Koran atau majalah
- Data penerbitan ( tanggal diterbitkannya artikel dan halaman tempat artikel berada
Contoh : ‘Fatmasari, Intan. “Tantangan Mengatasi Berbagai
Kesenjangan.” Fajar, No. 342/II, 21 Desember 1994, h. 6‐8
Bagian-bagian Bibliografi
Suatu deskripsi bibliografi biasanya terdiri dari :
- Judul : berisi judul artikel atau judul buku yang akan dideskripsikan.
- Kepengarangan : berisi nama pengarang perorangan atau pengarang badan korporasi.
- Sumber : berisi judul jurnal, judul prosiding, atau judul buku dimana informasi tersebut berada.
- Data terbitan (impresium): berisi data tentang kota terbit, nama terbit, dan tahun terbit.
- Keterangan fisik buku (kolasi), yang berisi halaman lokasi artikel ditemukan.
- Keterangan informasi, seperti kata kunci dan abstrak.
- Keterangan tambahan , seperti lokasi rak penyimpanan, kode call number,
- perpustakaan pemilik bahan pustaka, dan sebagainya.
Cakupan Bibliografi
Dari segi cakupanya, bibliografi dapat dibagi menjadi:
- Bibliografi retrospektif : Yaitu jenis bibliografi yang mencatat bahan pustaka yang telah diterbitkan pada jaman yang lampau. Misalnya “Bibliografi sejarah perang Dipenogoro”
- Bibliografi terkini/current : Yaitu jenis bibliografi yang mencatat terbitan yang sedang atau masih terbit saat ini. Contohnya Ulrich’s International Periodicals Directory.
- Bibliografi selektif : Yaitu jenis bibliografi yang mencatat terbitan tertentu dengan tujuan tertentu. Misalnya “Buku bacaan terpilih untuk anak usia pra sekolah”.
- Bibliografi subjek : Yaitu jenis bibliografi yang mencatat bahan pustaka atau artikel pada bidang ilmu dan subjek tertentu. Misalnya “Bibliografi khusus ternak kelinci”.
- Biliografi nasional : Yaitu jenis bibliografi yang mencatat terbitan suatu negara atau daerah regional tertentu. Contohnya “Bibliografi Nasional Indonesia”.
pertimbangan antara lain :
- Permintaan pengguna
- Topik yang sedang berkembang atau yang banyak diperlukan saat itu
- Dokumentasi koleksi yang dimiliki
- Mandat instansi
Manfaat Bibliografi
Pencatatan informasi mengenai koleksi perpustakaan dalam bentuk bibliografi dilakukan dengan berbagai alasan antara lain:
- Jumlah koleksi perpustakaan yang semakin meningkat bentuk dan bidang kajiannya.
- Kebutuhan informasi para pengguna yang semakin beragam dan meningkat jumlahnya.
- Upaya untuk meningkatkan kualitas layanan penelusuran informasi yang cepat dan tepat.
Oleh karena itu penyusunan suatu daftar bibliografi mempunyai fungsi utama untuk membantu pemakai mencari dan menelusuri informasi tertentu. Fungsi lain dari bibliografi adalah sebagai bagian dari jasa pelayanan perpustakaan kepada pemakai. Dengan menerbitkan suatu bibliografi, pustakawan dapat menawarkan koleksinya kepada pemakai tanpa harus mengeluarkan seluruh koleksi yang dimilikinya, serta dapat menjangkau pengguna yang tinggal jauh dari perpustakaan.
Dengan demikian maka, bibliografi dapat digunakan sebagai:
- Bahan rujukan terhadap koleksi perpustakaan.
- Daftar koleksi yang dimiliki perpustakaan.
- Daftar informasi bahan pustaka mengenai suatu bidang kajian tertentu, dan sebagainya.
Contoh Bibliografi
- Wikarno, Dwi. 2006. Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan, Jakarta : Bumi Aksara.
- Albarda . 2004. Strategi Implementasi TI untuk Tata Kelola Organisasi (IT Governance). From http://rachdian.com/index2.php?option=com_docman&task=doc_view&gid=27&Itemid=30, 3 August 2008
- Fatmasari, Intan. “Pentingnya Berbahasa Indonesia yang Baikdan Benar.” Fajar, No. 342/II, 21 Desember 1994, h. 6‐8
referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Bibliografi
http://kolom-biografi.blogspot.com/2010/05/pengertian-bibliografi-dan-manfaatnya.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Bibliografi
http://kolom-biografi.blogspot.com/2010/05/pengertian-bibliografi-dan-manfaatnya.html
No comments:
Post a Comment
coret-coret disini