6/22/2013

Analisa mengenai perilaku konsumen pada suatu produk dan bagaimana konsumen mendapatkan kepuasan maksimal pada produk


Pengertian Perilaku Konsumen

Konsumen adalah setiap pemakai atau pengguna barang atau jasa baik untuk kepentingan diri sendiri dan atau kepentingan orang lain. Namun secara sederhana dapat diartikan sebagai pengguna barang dan atau jasa. Teori perilaku konsumen akan menjelaskan bagaimana seorang konsumen memilih suatu produk yang diyakininya akan memberikan kepuasan yang maksimum dengan kendala pendapatan dan harga barang tersebut.
Perilaku konsumen dapat diartikan sebagai tingkah laku atau prosesdari konsumen yang ditujukan dengan pencarian dalam membeli , pemilihan, memperbaiki, menggunakan, serta pengevaluasianproduk dan jasa demi memenuhi atau memuaskan kebutuhan dan keinginannya. Untukpengertian perilaku konsumen dalam ilmu microitu yaitu mengenai individu atau masyarakat sebagai konsumen bisa membuat suatu keputusan dengan menggunakan sumber daya yang terbatas untuk mendapatkan produk dan jasa yang diinginkan untuk dapat dikonsumsi atau dimanfaatkan.
Perilaku konsumen yang paling mendasari terjadinya membuat keputusan pembelian, pada saat produk tersebut berharga jual tinggi sangat sulit mengambil keputusan dan mempertimbangkannya kembali sedangkan produk berharga jual rendah pada saat mengambil keputusan dapat dilakukan dengan mudah. Konsumen adalah seseorang yang mengkonsumsi produk atau jasa, yang tergantung pada kebutuhan, pendapatan dan kebiasaan. Terdapat beberapa aplikasi tentang pemahaman perilaku konsumen berupa strategi pemasaranyang perlu perancangan yang baik dan tepat untuk menarik pembeli, kemudian perilaku konsumen itu sendiri dalam membantu membuat kebijakan publik, dan yang terakhir dalam pemasaran sosial dalam memahami sifat konsumen.

Model Perilaku Konsumen

Menunjukan penekanan pada interaksi antara pemasar dan konsumen, tentang pemahaman dan evaluasi.

Tiga Faktor Dasar yang Mempengaruhi Pilihan Konsumen

  1. Konsumen Individu: Didasari kebutuhan konsumen itu sendiri, b. Persepsi hasil pemaknaannya yang diterima melalui informasi atau pengalaman, c. Pembentukan sikap, dalam memilih merek atau jenis barang di pengaruhi demografi individu, gaya hidup, dan karakteristik individu.
  2. Pengaruh Lingkungan: Dari lingkungan pembelian konsumen dengan a. Budaya, pengaruh dari norma kemasyarakatan atau suku, b. Kelas sosial, dari suatu grup atau kelompok sosial atas harta konsumen, c. Grup tata muka, bisa dengan teman atau relasi atau bahkan anggota keluarga, d. Faktor situasional, situasi dimana konsumen harus memiliki atau membeli produk sesuai dengan tempat situasi atau kalangannya.
  3. Marketing Strategy: Pemasar dalam hal ini mengendalikan usahanya dalam memberitahu dan mempengaruhi konsumen. a. Produk pasar b. Harga pasar c. Periklanan d. Pendistribusian untuk mendorong konsumen mengambil keputusan.

Pada saat konsumen telah berfikir mengambil keputusan untuk mengevaluasi pada pembelian yang lalu, yang digambarkan sebagai umpan balik kepada konsumen. saat konsumen mengevaluasi , konsumen akan belajar dari pengalaman dan pengumpulan informasi yang didapat mungkin bisa berubah, dalam merek yang digunakan, dan pemilihan merek.
Panah umpan balik untuk mengarah ke organisasi pemasaran. Pemasar akan mengikuti respon konsumen dalam bentuk saham pasar dan data penjualan. Tetapi informasi dalam bentuk data tidak menerangkan kelemahan atau pun kekurangan secara relatif kepada pesaing. Untuk itu penelitian dan perumusan kembali strategi pemasaran sangat di butuhkan konsumen dalam pemenuhan yang lebih baik. Sebagai contoh seseorang akan membeli sebuah toko atau ruko pada sebuah pusat pembelajaan akan mempertimbangkan lingkungannya, merancang strategi pemasaran dengan memberi diskon, melihat kebutuhan perilaku konsumen dan resiko yang akan terjadi.

Pendekatan Indifference Curve (Ordinal)

Pendekatan ordinal beranggapan kepuasan konsumen dari mengkonsumsi barang atau jasa tidak dapat di ukur dengan satuan ukur. Bahwa tingkat kepuasan konsumen satu dengan konsumen yang lain berbeda dalam mengkonsumsi barang atau jasa yang sama. Anggapan yang diperlukan tingkat kepuasan konsumen dapat dikatakan lebih tinggi atau lebih rendah tanpa mengatakan seberapa lebih tinggi atau rendahnya.
Untuk itu pendekatan ordinal dapat menunjukan tingkat kepuasan konsumen dalam mengkonsumsi yang menghasilkan tingkat kepuasan yang sama dengan menggunakan model kurva indifferent.
Asumsi konsumen bersifat rasionalitas dengan menginginkan kepuasan maksimum yang mendapat kendala pada pendapatan dan harga barang diketahui dengan memiliki informasi yang sempurna tanpa perlu diukur dan konsisten atas keputusan akan pilihannya dan hanya dinyatakan dalam IC.
Sebagai contoh dalam satu kelas mendapat peringkat dengan  pengukuran bersifat kualitatif mendapat hasilnya sangat bagus, bagus dan cukup dengan kata lain memiliki kepuasan berbeda setiap individu.

Ciri-ciri kurva indifferens:

  1. Mempunyai kemiringan yang negatif, dalam hali ini ditunjukan dengan barang yang satu dengan barang yang lain yang dikonsumsi saling mengganti.
  2. Cembung ke arah origin, berarti konsumen mengorbankan sejumlah barang yang satu untuk mendapatkan barang yang lain.
  3. Tidak saling berpotongan, hal ini disebabkan yang lebih tinggi mempunyai tingkat kepuasan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kurva yang lebih rendah letaknya.

Konsep Elastisitas

Pengertian elastisitas merupakan konsep untuk memahami permasalahan perubahan ekonomi. Dalam ilmu ekonomi itu sendiri sebagai pengukur perubahan dari suatu variabel ke variabel yang lain. Dengan kata lain konsep elastisitas, tentang pemahaman dari elastisitas harga dari permitaan dan penawaran yang merupakan dua kekuatan yang mempengaruhi harga relatip barang dan jasa.
Sebagai contoh pada mobil A biaya produksi yang turun sehingga produsen bisa menurunkan harga, maka akan meningkat permintaan konsumen. Lain halnya untuk pesaing mobil B ia malah menaikan harga sehingga tindakan ini menurunkan permintaan konsumen mobil B dan menambah kenaikan pada mobil A. Dalam hal ini produsen harus mempertimbangkan tingkat elastisitas produksi dalam membuat suatu keputusan, untuk memperkirakan kepekaan konsumen dan seberapa besar reaksi yang ditimbulkan konsumen.

Elastisitas Permintaan

Elastisitas permintaan digunakan untuk mengetahui besar presentase perubahan jumlah permintaan berakibat pada presentase perubahan pada harga. Pada saat harga produk naik maka kualitas permintaan produk akan menurun dan sebaliknya sesuai hukum permintaan.

  1. Elastisitas Harga Permintaan
  2. Elastisitas Silang
  3. Elastisitas Pendapatan

Elastisitas Harga Penawaran

Sama halnya dengan elastisitas harga permintaan, hanya yang berbeda pengertian jumlah permintaan suatu barang dengan jumlah penawaran suatu barang. Elastisitas harga kan dituntukan dalam bentuk presentase perubahan kualitas penawaran sebagai akibat satu persen perubahan harga.
Terdapat lima bentuk elastisitas harga penawaran :
Penawaran tidak elastis (<1 div="" harga="" kecil="" mengakibatkan="" penawaran.="" perubahan="" relatif="" terhadap="" yang="">
Penawaran unitar elastis (= 1), perubahan penawaran sama dengan perubahan harga.
Penawaran elastis (>1),perubahan harga mengakibatkan perubahan yang relatif besar terhadap penawaran.
Penawaran elastis sempurna (tak terhingga). produsen dapat menyuplai berarapun kebutuhan pada satu tingkat harga tertentu dan mampu menyuplai pada biaya per unit konstan dan tidak ada limit kapasitas produksi.
Penawaran tidak elastis sempurna (= 0): penawaran tidak dapat ditambahkan pada tingkat harga berapapun,maka kurva penawaran (S) akan terlihat vertikal.

Elastisitas Silang

Elastisitas silang yaitu(elastisitas harga silang) yaitu persentase jumlah barang yang diminta yang disebabkan oleh perubahan harga barang lain (barang yang mempunyai hubungan) sebesar satu persen.

Elastisitas Pendapatan

Elastisitas pendapatan yaitu persentase perubahan jumlah barang yang diminta yang disebabkan oleh perubahan pendapatan riel konsumen sebesar satu persen.

Stok persediaan

Semakin besar persediaan akan semakin elastis persediaan. Ini dikarenakan produsen akan dapat segera memenuhi kenaikan permintaan barang yang ditawarkan dengan persediaan yang ada.
Kemudahan substitusi faktor produksi/input
Semakin tinggi mobilitas mesin (atau kapital lainnya) dan tenaga kerja, semakin elastis penawaran. Semakin elastis mobilitas kapital dan tenaga kerja, semakin mudah produsen memenuhi perubahan permintaan yang terjadi. Ini karena kapital dan tenaga kerja ebih fleksibel, sehingga dapat ditambah atau dikurangi pada waktu dibutuhkan.

Pendapat Penulis

Perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok, atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapakan, menggunakan barang-barang atau jasa ekonimi yang dafat di pengaruhi linkungan.
Perilaku konsumen adalah tinkat laku dari konsumen, dimana mereka dapat mengilustrasikan sutu produk dan jasa mereka/satu tindakan-tindakan, proses hubungan sosial yang dilakukan oleh individu, kelompok dan organisasi dalam mendapatkan, menggunakan sutu produk atau lainnya sebagai suatu akibat dari pengalaman, dengan mempelajari 3 variabel perilaku konsumen. 
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu : kekuatan sosial budaya dan kekuatan pisikologis.
Teori tingkahlaku konsumen menerangkan tentang perilaku konsumen dipasaran, yaitu menerangakan sikap konsumen dalam membeli dan memilih barang yang akan dibelinya. Teori ini dikembangka dalam dua bentuk : teori utility dan analisis kepuasan sama.



6/19/2013

Peran Komunikasi Dalam Organisasi


Definisi Komunikasi Organisasi

          Komunikasi Organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukkan dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian suatu organisasi tertentu. Suatu organisasi terdiri dari dari unit-unit komunikasi dalam hubungan hierarkis antara yang satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan.     
Komunikasi organisasi terjadi kapan pun, setidak-tidaknya satu orang yang menduduki suatu jabatan dalam suatu organisasi menafsirkan suatu pertunjukkan. Karena fokusnya adalah komunikasi di antara anggota-anggota suatu organisasi. Analisi komunikasi organisasi menyangkut penelaahan atas banyak transaksi yang terjadi secara simultan. 

Pandangan Penulis

           Komunikasi dalam suatu organisasi sangat penting agar tidak terjadinya salah penyampaian informasi antar anggota dalam suatu organisasi dan agar tercapainya tujuan tertentu. Sebuah interaksi yang bertujuan untuk menyatukan dan mensikronkan seluruh aspek untuk kepentingan bersama sangat dibutuhkan dalam sebuah tujuan berorganisasi. Dengan kata lain, tanpa adanya sebuah interaksi yang baik niscaya sebuah organisasi tidak akan mencapai tujuannya. Interaksi disini adalah mutlak meliputi seluruh anggota organisasi yang dapat berupa penyampaian-penyampaian informasi, instruksi tugas kerjaatau mungkin pembagian tugas kerja. Interaksi sebenarnya adalah proses hubungan komunikasi antara 2 orang atau lebih dimana orang yang satu bertindak sebagai pemberi informasi dan orang yang lain berperan sebagai penerima informasi. Intinya, korelasinya harus melibatkan dan terfokus kepada orang-orang itu sendiri dalam suatu organisasi. dengan kata lain dapat disimpulkan komunikasi dapat dibilang juga sebagai proses penyampaian informasi yang berguna untuk mengkoordinasi lingkungan dan orang lain demi mencapai suatu tujuan. Pada artikel kami kali ini konteks komunikasi yang akan dibahas adalah meliputi konteks komunikasi dalam sebuah organisasi. Setiap bentuk organisasi pasti mengedepankan sebuah komunikasi agar tercipta hasil yang selaras. Biasanya proses komunikasi dalam suatu organisasi meliputi atasan dan bawahan dengan metode penyampaian yang terarah dari suatu atasan ke bawahannya yang semata-mata semua berorientasi berdasarkan organisasi. Bisa kita bayangkan berorganisasi tanpa adanya komunikasi pasti hasilnya nihil. tanpa mengetahui apa tujuan yang jelas . Tujuan komunikasi dalam sebuah organisasi sangat memberikan banyak manfaat secara langsung yaitu memudahkan para anggota bekerja dari instruksi-instruksi yang diberikan dari atasan dan untuk mengurangi kesalahpahaman yang biasa terjadi dan memang sudah melekat pada suatu organisasi. Apabila semua bawahan dan atasan dapat berinteraksi dengan baik, maka seluruh kesalahpahaman yang beresiko mungkin akan berkurang presentase nya , karena tiap manusia mempunyai cara penyampaian komunikasi yang berbeda-beda secara verbal dan mau tidak mau kita harus membuat si penerima informasi itu mengerti informasi apa yang kita sampaikan. Dengan demikian semua pelaku organisasi harus berbicara , bertindak satu sama lain guna untuk membangun satu lingkungan kondusif dan mengetahui situasi-situasi apa yang akan terjadi di luar suatu dugaan karena kesalahan komunikasi sekecil apa pun pasti akan berakibat fatal. Peranan tokoh pelaku organisasi sangat berperan penting dalam kemajuan organisasi. Atasan organisasi juga sangat berpengaruh , atasan dituntut untuk melakukan sesuatu tindakan yang real dan berdisiplin guna untuk mengurangi tingkat kesalahpahaman yang terjadi pada anggota. Contoh kecil saja apabila melakukan rapat atasan mengirimkan informasi pada suatu bawahannya dan si bawahan menginformasikan kepada seluruh anggota untuk datang ke suatu pertemuan rapat dengan waktu dan tempat yang sudah ditentukan. Tetapi apabila si atasan terlambat datang tanpa memberi kabar yang jelas maka dari sini mulailah kesalahpahaman dan ambiguilitas yang terjadi. Karena setiap pelaku organisasi dituntut untuk bersikap profesional dan mengedepankan disiplin serta tanggung jawab yang besar dan iitu akan terus berlanjut apabila kita sudah melanjutkannya di dunia kerja. Atasan dituntut atas apa yang diperkerjakan oleh bawahannya dan dapat mengawasi dan memotivasi secara efektif , maka sang atasan harus mempunyai profesionalisme yang baik.

          Dimulai dari hal-hal kecil yang berpotensi membuat kesalahan komunikasi , suatu tujuan organisasi akan terhambat. Maka peran teknologi juga sangat diperhitungkan dalam suatu organisasi. Bisa berupa pesan singkat atau blackberry messenger dan panggilan langsung melalui telepon. Upayakan berikan jalaur komunikasi terbaik bagi partner kerja kita demi mecegah ambiguilitas misalnya melalui panggilan telepon atau pesan singkat jika hanya memberikan informasi yang simple. Hal ini dikarenakan karena dalam jalur komunikasi yang kita buat pasti selalu ada hambatan yang tidak akan kita tahu. Baik dari permasalahan teknologi itu sendiri misalnya signal trouble yang biasanya terjadi karena daerah tertentu masih belum memasuki jangkauan coverage yang luas. Karena apabila kita mebahas tentang hambatan , pasti akan banyak sekali yang termauk dalam hambatan dalam proses komunikasi. Menurut kami, hambatan yang memicu terjadinya kesalahan komunikasi berawal dari pembawaan individual masing-masing atau mereka para pelaku organisasi itu sendiri. Yang paling nyata adalah sifat dan kebutuhan suatu individu itu sendiri , biasanya berupa emosi, rasa tertutup, atau rasa ingin dihormati . Misalnya suatu individu pasti punya rasa untuk ingin di hargai sehingga konflik yang akan timbul disini adanya kurangnya rasa saling kepercayaan yang antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnyayang berakibat miss communication atau miss understanding. Untuk itu sikap jujur dan transparan dalam berorganisasi patut dijunjung tinggi dalam kehifupan berorganisasi, karena kerja tim sangat berpenguruh. Pengaruh kestabilan emosi juga penting karena apabila kita dalam keadaan emosi maka informasi yang kita terima tidak akan kita tanggapi dengan baik seluruhnya yang mengakibat akhir dari tujuan suatu oragnisasi kurang terasa maksimal

Bagaimana Cara Meningkatkan Ketrampilan Berkomunikasi

          Mempunya ketrampilan berkomunikasi sangatlah penting, dalam berbagai hal dalam bisnis ataupun non bisnis berkomunikasi sangatlah diperlukan. Beberapa cara berikut ini yang dapat meningkatkan ketrampilan berkomuniasi:
  • Pidato
  • Diskusi
  • Wawancara
  • Membaca
  • Percakapan
  • Menulis