3/31/2013

Catatan Logika untuk C++


1. getch ()
Fungsi getch() (get character and echo) dipakai untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol ENTER, dan karakter yang dimasukan tidak akan ditampilkan di layar.

2. getche()
Fungsi getche()dipakai untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol ENTER, dan karakter yang dimasukan ditampilkan di layar.

3. putch()
Akan menampilkan karakter ASCII dari nilai x ke layer monitor tanpa memindahkan letak kursor ke baris berikutnya.

4. clrscr()
Fungsi ini digunkan untuk membersihkan layar window dan memindahkan posisi kursor ke baris 1 kolom 1 (pojok kiri atas).

5. clreol()
Fungsi ini digunakan untuk membersihkan layar mulai dari posisi kursor hingga kolom terakhir, posisi kursor tiak berubah.

6. gotoxy ()
Fungsi gotoxy digunakan untuk memindahkan kursor ke kolom x, baris y.

7. wherex ()
Fungsi wherex digunakan untuk mengembalikan posisi kolom kursor.

8. wherey ()
Fungsi wherey digunakan untuk mengembalikan posisi baris kursor.

9. window ()
Fungsi window digunakan untuk mendefinisikan sebuah window berdasarkan koordinat kiri atas dan kanan bawah.




Fungsi-fungsi pustaka yang umum digunakan untuk menampilkan hasil yang prototype-nya berada di file judul iostream.h, adalah :
1. cout()
Fungsi cout() merupakan sebuah objek didalam Borland C++ digunakan untuk menampilkan suatu data kelayar.

2. cin ()
Fungsi cin() merupakan sebuah objeck didalam C++ digunakan untuk memasukkan suatu data.

3 endl
endl merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menyisipkan karakter NewLine atau mengatur pindah baris. Fungsi ini sangat berguna untuk piranti keluaran berupa file di disk.

4. ends
ends merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menambah karakter null ( nilai ASCII NOL ) kederetan suatu karakter. Fungsi ini akan berguna untuk mengirim sejumlah karakter kefile didisk atau modem dan mangakhirinya dengan karakter NULL.




math.h dan stdlib.h dipergunakan untuk prototype fungsi operasi matematika seperti : sqrt (akar kuadrat), sin, cos, tan, acos, asin, atan, atan2, cosh, sinh, tanh, exp, prexp, ldexp, log, log10, modf, pow, ceil, fabs, fmod. Berikut penjelasannya :
1. Sqrt()
Digunakan untuk menghitung akardari sebuah bilangan. Bentuk umum : sqrt(bilangan);

2. Sin(), cos(), tan()
Masing-masing digunakan untuk menghitung nilai sinus, conisius dan tangens dari suatu sudut. Bentuk umum:
Sin(sudut);
Cos(sudut);
Tan(sudut);

3. Max()
Digunakan untuk menghitung hasil pembagian dan sisa pembagian. Bentuk umum : max(bilangan1, bilangan2);

4. Min()
Digunakan untuk menentukan bilangan terkecil dari dua buah bilangan. Bentuk umum : min(bilangan1, bilangan2).


Fungsi-fungsi pustaka yang umum digunakan untuk menampilkan hasil yang prototype-nya berada di file judul stdio.h, adalah :
1. printf()
Merupakan fungsi keluaran yang paling umum digunakan untuk menampilkan informasi kelayar.
Bentuk Penulisan :
printf("penentu format", argumen-1, argumen-2, …);

2. puts()
Perintah puts() sebenarnya sama dengan printf(), yaitu digunakan untuk mencetak string ke layar. puts() berasal dari kata PUT STRING.
Perbedaan antara printf() dengan puts() adalah :
printf() puts()
Harus menentukan tipe data untuk data tring, yaitu %s Tidak Perlu penentu tipe data string, karena fungsi ini khusus untuk tipe data string.
Untuk mencetak pindah baris, memerlukan notasi ‘ \n ‘ Untuk mencetak pindah baris tidak perlu notasi ‘ \n ‘, karena sudah dibeikan secara otomatis.

3. putchar()
Perintah putchar() digunakan untuk menampilkan sebuah karakter ke layar. Penampilan karakter tidak diakhiri dengan pindah baris.

4. fprintf()
Digunakan untuk mencetak semua jenis tipe data ke printer dan secara otomatis memberikan efek perpindahan baris.

5. fputs()
Digunakan untuk mencetak tipe data string ke printer

6. fputc()
Digunakan untuk mencetak tipe data karakter ke printer

7. scanf()
Fungsi pustaka scanf() digunakan untuk menginput data berupa data numerik,
karakter dan string secara terformat.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemakaian fungsi scanf() :
Fungsi scanf() memakai penentu format
Fungsi scanf() memberi pergantian baris secara otomatis
Fungsi scanf() tidak memerlukan penentu lebar field
Variabelnya harus menggunakan operator alamat &
Bentuk umum fungsi scanf():
“ penentu format “, &variabel
Penentu format : kode format untuk konversi data
& : Operator untuk pointer, yang digunakan untuk penempatan alamat dari nilai variabel di memori.
variabel : variabel yang akan menampung nilai yang dimasukkan Penentu Format scanf()

8. gets()
Fungsi gets() digunakan untuk memasukkan data bertipe karakter dan tidak dapat digunakan untuk memasukkan data numerik. Penulisan fungsi gets() harus diakhiri dengan penekanan tombol enter. Fungsi gets() akan menyebabkan kursor secara otomatis akan pindah baris, fungsi gets() tidak memerlukan penentu format.
Perbedaan scanf() dengan gets()
scanf() gets()
Tidak dapat menerima string yang mengandung spasi atau tab dan dianggap sebagai data terpisah Dapat menerima string yang mengandung spasi atau tab dan masing dianggap sebagai satu kesatuan data.

9. getchar()
Fungsi getchar() digunakan untuk membaca data yang bertipe karakter, penggunaan fungsi getchar harus diakhiri dengan penekanan tombol enter. Karakter yang dimasukkan akan terlihat pada layar dan pergantian baris akan dilakukan secara otomatis tanpa penekanan tombol enter. Fungsi getchar tidak menggunakan argument, tetapi langsung memberikan hasil karakter yang dimasukkan.


Untuk beberapa fungsi rutin umum : konversi dll
Fungsi-fungsi pustaka yang umum digunakan untuk menampilkan hasil yang prototype-nya berada di file judul stdlib.h

1. Atof()
Digunakan ntuk mengkonversi nilai string menjadi bilangan bertipe double.
Bentuk umum : atof(char x);

2. Atoi()
Digunakan untuk menghitung hasil pembagian dan sisa pembagian.
Bentuk umum : div_t div(int x, int y)

3. Pow()
Digunakan untuk pemangkatan suatu bilangan.
Bentuk umum : pow(bilangan, pangkat).


untuk mengguakan manipulator, Manipulator pada umumnya digunakan untuk mengatur tampilan layer
Fungsi-fungsi pustaka yang umum digunakan untuk menampilkan hasil yang prototype-nya berada di file judul iomanip.h
1. dec, oct dan hex
dec, oct dan hex merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menampilkan data dalam bentuk desimal, oktal dan hexadesimal.

2. setprecision ()
Fungsi setprecision() merupakan suatu fungsi anipulator yang digunakan ntuk mengatur jumlah digit desimal yang ingin ditampilkan. Fungsi ini biasa pada fungsi cout().

3. setbase (int n)
Fungsi setbase () merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengkonversi ke bilangan basis n (n= 8, 10 atau 16)

4. setw(int n)
Fungsi setw(int n) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur lebar field (spasi) untuk suatu nilai sebesar n karakter

5. setfill(int c)
Fungsi setfill(int c) merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menyetel karakter pemenuh berupa c

6. setiosflags(long f)
Fungsi setiosflags()merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menyetel format yang ditentukan oleh f

7. resetiosflags(long f)
merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menghapus format yang ditentukan oleh f


Untuk operasi string
1. Strcpy()
Berfungsi untuk menyalin suatu string asal ke variablel string tujuan.
Bentuk umum : strcpy(var_tujuan, string_asal);

2. Strlen()
Berfungsi untuk memperoleh jumlah karakter dari suatu string.
Bentuk umum : strlen(tujuan, sumber);

3. Strupr()
Digunakan untuk mengubah setiap huruf dari suatu string menjadi huruf capital.
Bentuk umum : strlupr(string);

4. Strcmp()
Digunakan untuk membandingkan dua buah string.
Hasil dari fungsi ini bertipe integer dengan nilai: Negative, jika string pertama kurang dari string kedua. Nol, jika string pertama sama dengan string kedua Positif, jika string pertama lebih besar dari string kedua
Bentuk umum : strcmp(string1, string2);

5. strupr()
Digunakan untuk mengubah huruf menjadi capital
Bentuk umum : strupr(string)

6. strlwr()
Digunakan untuk mengubah huruf menjadi kecil semua
Bentuk umum : strlwr(string)

7. strcmp()
Digunakan untuk membandingkan dua string
Bentuk umum : strcmp (string1, string2)

8. strcat ()
Digunakan untuk menggabungkan string
Bentuk umum : strcat(string1,string2)


Untuk operasi karakter
1. islower()
Fungsi akan menghasilkan nilai benar (bukan nol)jika karakter merupakan huruf kecil.
Bentuk umum : islower(char);

2. isupper()
Fungsi akan menghasilkan nilai benar(bukan nol) jika karakter merupakan huruf capital.
Bentuk umum : isupper(char);

3. isdigit()
Fungsi akan mengahsilkan nilai benar(bukan nol) jika karakter merupakan sebuah digit.
Bentuk umum : isdigit(char);

4. Tolower()
Fungsi akan mengubah huruf capital menjadi huruf kecil.
Bentuk umum : tolower(char);

5. Toupper()
Fungsi akan mengubah huruf kecil menjadi huruf capital.
Bentuk umum : toupper(char);

3/28/2013

LA C++ Pertemuan Ke-2

Coding Program


LA Matlan 2 Pertemuan ke-1

 Coding Program

uses crt;
label ulang;
var
x,x1,x2,xa,xb,xc,y,y1,y2,ya,yb:real;
I,j,k:integer;
ab:char;
begin
ulang:
clrscr;
writeln('Tentukan akar penyelesaian dengan Metode Tabulasi dari f(x)=x^3-7x+1');
writeln;
write('masukkan nilai x1 ='); { * Nilai variable X pertama * }
readln(x1);
y1 := x1* x1* x1 - 7 * x1 + 1;
Writeln(' f(',x1:0:2,')=',y1:0:4);
repeat
begin
write('masukkan nilai x2 =');
readln(x2);
y2 := x2 * x2 * x2 - 7 * x2 + 1;
writeln(' f(',x2:0:2,')=',y2:0:4);
writeln;
writeln('Syarat (x1*x2)<0 p="">write(' x1*x2=',y1*y2:0:5);
if (y1*y2)<0 else="" nilai="" ok="" p="" sesuai="" then="" tidak="" write="">readln;
end;
until(y1 * y2) <0 p="">clrscr;
k:=0;
repeat
begin
k:=k+1;
if x1 > x2 then
begin
xa := x1;
xb := x2;
end
else
begin
xa := x2;
xb := x1;
end;
xc := (xa - xb) /10;
i:=0;
repeat
begin
i:=i+1;
x := xb + xc * I;
ya := x * x * x - 7 * x +1;
yb :=( x - xc) *(x - xc) *(x - xc) - 7 * (x - xc)+1;
end;
until (ya * yb) <0 p="">x1 :=x;
x2 :=x - xc;
writeln ('tabulasi ke-',k);
writeln ('------------------------------------------------------------------');
writeln (' n x f(x) error');
writeln ('------------------------------------------------------------------');
for j:=1 to 9 do
begin
x := xb + xc * (j -1);
y := x * x * x - 7 * x + 1;
writeln (' ',j,':: ',x,' :: ',y,' :: ',abs(y),' ::');
end;
for j:=10 to 11 do
begin
x := xb + xc * (j -1);
y := x * x * x - 7 * x + 1;
writeln (j,':: ',x,' :: ',y,' :: ',abs(y),' ::');
end;
writeln('------------------------------------------------------------------');
end;
readln;
until abs(y)<10e-8 p="">writeln ('akar pendekatannya adalah x=',x);
writeln ('error=',abs(y));
writeln;
write ('apakah anda ingin mengulangi(y/t):');
readln(ab);
if (ab='Y') or (ab='y') then
begin
goto ulang;
end
else
end.



Menyelesaikan soal dengan metode tabulasi, f(x)= x^3 - 7x + 1 (non linear).
Metode Tabulasi adalah metode penyelesaian persamaan nonlinear dengan cara membuat tabel-tabel persamaan atau fungsi nonlinear di sekitar titik penyelesaian.
Langkah 1.
menentukan dua nilai f(x1) dan f(x2) dengan syarat : f(x1)*f(x2)<0 dan="" maka:="" missal="" nilai="" o:p="" x1="2.5" x2="2.6">

F(x1)= (2.5)3-7(2.5)+1 = -0.8750
F(x2)= (2.6)3-7(2.6)+1 = 0.3760
Di dapat F(x1)*f(x2)<0 antara="" berada="" dan="" di="" maka="" nilai="" penyelesaian="" titik="" x1="2.5" x2="2.6.<o:p">
Langkah 2.  Membuat tabel fungsi F(x) di sekitar f(x1) dan f(x2).


Langkah 3. Membuat tabel di sekitar dua titik yang menyebabkan terjadinya perubahan tanda fungsi F(x) pada tabel ke 1, yaitu terjadi pada baris ke 8 dan 9. maka table ke-2 :



Langkah 4 dan setrusnya mengulangi langkah ke 3 yaitu membuat table di sekitar dua titik yang menyebabkan terjadinya perubahan tanda pada f(x) pada table sebelumnya.
Proses dihentikan jika didapatkan errornya relative kecil dan biasanya lebih kecil dari 10-7.


Maka akar pendekatanya adalah nilai x=2.57120143 dengan errornya=9.5576979220*10-8



LA C++ Pertemuan ke-1

Pada pertemuan pertama ini, saya akan menerengkan beberapa sintaks dasar pada C++ . langsung saja saya mulai. Dalam C++ ada beberapa ketentuan yang harus dipatuhi, yaitu diharuskan membuat header yang berguna sebagai library file pada C++ dengan tanda hasteg/pagar (#). #include . i dari kata iostream pengertiannya sebagai input sedangkan o sebagai output, lalu h adalah header yang dibutuhkan. Berikut ini contoh programnya.

Pada baris ke 2, terdapat kata conio.h ini maksudnya agar getch() dapat digunakan. Getch sendiri berfungsi untuk menampilkan output program pada layar ketika anda meRUNING program. Coba saja anda menghapus conio.h maka akan terjadi error saat anda menggunakan getch. Dan ketika anda menghapus getch() tidak akan ada pemberitahuan error, tetapi anda tidak dapat melihat hasil output apda layar kerja anda.
Pada baris ketiga int main(). Int disini difungsikan sebgai paket dari suatu data, begini misalnya. Jika anda menggunakan int, anda dapat menanbahkan return 0(lihat gambar) sebagai pilihan, artinya anda bisa menuliskannya atau tidak. Return sediri befungsi untuk mengembalikan program yang anda buat kembali titik 0 dimana program berawal. Selain int anda juga dapat menggunakan void main(). Jika anda menggunakan void main dan menambahkan return 0; maka error akan terjadi. Sehingga disimpulkan int main berpasangan dengan return 0 .
Tanda kurung kurawal { menandakan body atau tempat anda menuliskan bagian main program. Jangan lupa menutup dengan tanda } , karena jika tidak main program anda tidak akan terbaca.
Cobalah RUN program ini tanpa menggunakan CLRSCR. Apa yang terjadi? Ya program akan menumpuk karena hasil cetak berkali-kali pada jendela program output. CLRSCR berfungsi sebagai clear screen, yaitu menghapus program sebelumnya yang sudah ditampilkan pada layar kerja anda.
Dilanjutkan dengan COUT. COUT merupakan sintaks yang berfungsi untuk mencetak program pada layar ouput. Fungsinya sama seperti write atau writeln pada pascal  atau systemOutprint pada java, menampilkan/mencetak pada layar output anda. Dalam penulisan COUT harus menggunakan tanda <<”*tempat anda menuliskan sesuatu untuk di cetak pada lyar output*”;. Jangan lupa tanja ; sebgai penutup.
Inilah output yang dihasilkan saat RUNing program.

Ini program jika anda menggunkan void main()

Dan output yangdihasilkan sama seperti program pertama.

Program 3

Selanjutnya pada program ke-3 ini, saya akan mencoba menambahkan variabel x dan y. X dideklarasikan dengan nilai 3.5 sama halnya dengan nilay Y. Int X = 3.5; variabel X bertype integer dengan nilai yang telat ditetapkan yaitu 3.5. COUT <<”Nilai X = “ maka pada layar output akan dicetak Nilai X =, untuk memanggil variabel X atau Y cukup dituliskan sebaris dengan COUT sebelumnya dengan menambahkan tanda << lalu variabel yang di inginkan contohnya X. Jgn lupa menutupnya dengan tanda ;
Lihat lah outputnya. Pada jendela output, X dan y = 3, padahal sebelumnya saya menginputkan 3.5. int berfungsi untuk bilangan bulat, sehingga nilai 0.5 (desimal) tidak ditampilkan. Jika terdapat nilai desimal yang ingin ditampilkan, maka menggunakan COUNT.


3/21/2013

Perilaku Produsen


Produsen Dan Fungsi Produksi

Pengertian produksi dapat diartikan sebagai usaha untuk menciptakan atau menambah fedah ekonomi suatu benda dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Tujuan produksi adalah untuk memenuhi ebutuhan manusia sehingga manusia tidak lagi hidup dalam kekurangan. Produsen yang baik pastilah akan terus melakukan kegiatan produksi untuk mendapat keuntungan dan juga memenuhi kebutuhan masyarakat. Jika suatu proses produksi tersendat pastilah akibatnya akan sangat merugikan produsen dan juga konsumen. Maka dari itu diperlukan usaha yang baik untuk terus melanjutkan proses produksi. Proses produksi akan terus lancar jika barang yang dihasilkan banyak digunakan oleh konsumen. Sedangkan orang, badan usaha, atau organisasi yang menghasilkan barang dan jasa disebut produsen.

Contoh sederhana dari kegiatan produksi adalah produksi ikan asin. Di mana kegiatan produksi ikan asin dimulai dari menangkap ikan, menjemur ikan, pengasinan ikan, sampai dengan mengangkut dan memperdagangkan ikan. Contoh lain dari kegiatan produksi seperti pekerjaan akuntan, pekerjaan guru, dokter, penasehat hukum.

Fungsi Produksi

Assauri (1993:30) memberikan definisi atau pengertian fungsi produksi adalah sebagai pertanggungjawaban dalam pengolahan dan pentransformasian masukan (inputs) menjadi keluaran (outputs) berupa barang atau jasa yang akan dapat memberikan hasil pendapatan bagi perusahaan. Untuk melaksanakan fungsi tersebut diperlukan serangkaian kegiatan yang merupakan keterkaitan dan menyatu serta menyeluruh sebagai suatu sistem. Berbagai kegiatan yang berkaitan dengan fungsi produksi dan operasi ini dilaksanakan oleh beberapa bagian yang terdapat dalam suatu perusahaan, baik perusahaan itu berupa perusahaan besar, maupun perusahaan itu adalah perusahaan kecil. Empat fungsi terpenting dalam fungsi produksi dan operasi adalah:
  1. Proses pengolahan, merupakan metode atau teknik yang digunakan untuk pengolahan masukan (inputs),
  2. Jasa-jasa penunjang, merupakan sarana yang berupa pengorganisasian yang perlu untuk penetapan teknik dan metode yang akan dijalankan, sehingga proses pengolahan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.
  3. Perencanaan, merupakan penetapan keterkaitan dan pengorganisasian dari kegiatan produksi dan operasi yang akan dilakukan dalam suatu dasar waktu atau periode tertentu.
  4. Pengendalian atau perawatan, merupakan fungsi untuk menjamin terlaksananya kegiatan sesuai dengan yang direncanakan, sehingga maksud dan tujuan untuk penggunaan dan pengolahan masukan (inputs) pada kenyataannya dapat dilaksanakan .
Everett dan Ebert (1992:5) memberikan definisi atau pengertian fungsi produksi dengan mengatakan sebagai berikut :”Economic refer to this transformation of resources into goods and services as the production function for all operation systems the general goals is to create some kinds of value added, so that the output are worth more to consumers than just the sun of the individual inputs. ” Jadi fungsi produksi merupakan suatu kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang, mengubah sesuatu yang nilainya lebih rendah menjadi sesuatu yang memiliki nilai lebih tinggi dengan menggunakan sumber daya yang ada, seperti bahan baku, tenaga kerja, mesin dan sumber-sumber lainnya, sehingga produk yang dihasilkan dapat memberikan kepuasan pada konsumen. Dengan demikian untuk membuktikan apakah produksi tersebut telah berjalan atau tidak, maka diperlukan suatu pemeriksaan yaitu pemeriksaan manajemen. Sedangkan program pemeriksaan manajemen pada fiingsi produksi yang akan dilakukan adalah perencanaan dan pengendalian produksi, tenaga kerja produksi, fasilitas produksi, dan pelaksanaan proses produksi.
fungsi produksi merupakan suatu fungsi atau persamaan yang menunjukkan sifat perkaitan antara faktor-faktor produksi dengan tingkat produksi yang diciptakan. Faktor produksi juga dikenal dengan istilah input dan output.

Rumus fungsi produksi: Q = f (L, C, R, S)
Q = tingkat produksi yang dihasilkan (output)
L = tenaga kerja
C = jumlah modal
R = kekayaan alam
S = kewirausahaan
Atau Q = f (x1, x2, x3 …, xn)
Q = Jumlah output yang dihasilkan
x1, x2, x3 …, xn = Faktor-faktor produksi (input) yang digunakan.

 Least Cost Combination

Dalam faktor produksi dikenal the law of diminishing return (hukum hasil yang semakin berkurang) yang menjelaskan sifat pokok dari pertautan di antara tingkat produksi dan tenaga kerja yang digunakan. Bila suatu macam input ditambah penggunaannya sedangkan input-input lainnya tetap, maka tambahan output yang dihasilkan dari setiap tambahan satu unit input yang ditambahkan tadi mula-mula naik, tapi setelah mencapai suatu tingkat tertentu tambahan output akan semakin menurun bila input tersebut terus ditambah.

Rumus produk rata-rata (AP) = TP/L
AP = Produk rata-rata (Average product)
L = Tenaga kerja (labour)
TP = Produk keseluruhan (Total product)

kenaikan input, maka returns to scale adalah konstan. Misalnya, jika semua input didua kalilipatkan dan menyebabkan output menjadi dua kali lipat juga, maka returns to scale adalah konstan Kedua, jika proporsi kenaikan output lebih besar dari proporsi kenaikan input, maka dinamakan increasing returns to scale. ketiga, jika proporsi kenaikan output lebih kecil dari proporsi kenaikan input, maka dinamakan decreasing returns to scale.

3/20/2013

Perilaku Konsumen


Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang. Pengertian Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.

Lebih lanjut, di ilmu ekonomi ada dua jenis konumen, yakni konsumen antara dan konsumen akhir. Konsumen antara adalah distributor, agen dan pengecer. Mereka membeli barang bukan untuk dipakai, melainkan untuk diperdagangkan Sedangkan pengguna barang adalah konsumen akhir. Yang dimaksud di dalam UU PK sebagai konsumen adalah konsumen akhir. Karena konsumen akhir memperoleh barang dan/atau jasa bukan untuk dijual kembali, melainkan untuk digunakan, baik bagi kepentingan dirinya sendiri, keluarga, orang lain dan makhluk hidup lain.

Pendekatan Perilaku Konsumen

Pendekatan Kardinal

Pendekatan konsumen Kardinal adalah daya guna dapat diukur dengan satuan uang atau utilitas, dan tinggi rendahnya nilai atau daya guna tergantung kepada subyek yang menilai. Pendekatan ini juga mengandung anggapan bahwa semakin berguna suatu barang bagi seseorang, maka akan semakin diminati.Pendekatan kardinal biasa disebut sebagai Daya guna marginal .

Pada pendekatan Kardinal terdapat beberapa asumsi yang dapat digunakan untuk menunjukan bahwa tingkat konsumennya, yaitu :
  1. Konsumen Rasional, konsumen bertujuan memaksimalkan kepuasannya dengan batasan pendapatannya.
  2. Diminshing marginal utility, tambahan utilitas yang diperoleh konsumen makin menurun dengan bertambahnya konsumsi dari komoditas tersebut.
  3. Pendapatan konsumen tetap.
  4. Uang mempunyai nilai subyektif yang tetap.

 Pendekatan Oridinal

Pendekatan konsumen Ordinal adalah pendekatan yang daya guna suatu barang tidak perlu diukur, cukup untuk diketahui dan konsumen mampu membuat urutan tinggi rendahnya daya guna yang diperoleh dari mengkonsumsi barang.

Dalam teori perilaku konsumen dengan pendekatan ordinal asumsi dasar seorang konsumen adalah :
  1. Konsumen rasional, mempunyai skala preferensi dan mampu merangking kebutuhan yang dimilikinya
  2. Kepuasan konsumen dapat diurutkan, ordering
  3. Konsumen lebih menyukai yang lebih banyak dibandingkan lebih sedikit, artinya semakin banyak barang yang dikonsumsi menunjukkan semakin tingginya tingkat kepuasan yang dimilikinya.
Kelemahan pendekatan konsumen ordinal yaitu terletak pada anggapan yang digunakan bahwa kepuasan konsumen dari mengkonsumsi suatu barang dapat diukur dari satu kepuasan.Pada umunya kenyataan pengukuran semacam ini sulit untuk dilakukan karena tidak flexible dan jarang dilakukan.

Konsep Elastisitas

Dalam ilmu ekonomi, elastisitas adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan perubahan variable lainnya. Dengan kata lain, elastisitas mengukur seberapa besar besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan harga. Penggunaan paling umum dari konsep elastisitas ini adalah untuk meramalkan apa yang akan terjadi jika harga barang/jasa dinaikkan. Pengetahuan mengenai seberapa dampak perubahan harga terhadap permintaan sangatlah penting. Bagi produsen, pengetahuan ini digunakan sebagai pedoman seberapa besar ia harus mengubah harga produknya. Hal ini sangat berkaitan dengan seberapa besar penerimaan penjualan yang akan ia peroleh. Macam-macam besaran elastisitas:
  • Harga
Elastisitas harga permintaan adalah suatu alat/konsep yang digunakan untuk mengukur derajat kepekaan/ respon perubahan jumlah/ kualitas barang yang dibeli sebagai akibat perubahan faktor yang mempengaruhi.Elastisitas harga permintaan merupakan perbadingan daripada persentasi perubahan jumlah barang yang diminta dengan prosentase perubahan pada harga di pasar, sesuai dengan hukum permintaan, dimana jika harga naik, maka kuantitas barang turun Dan sebaliknya.
  • Silang
Permintaan konsumen terhadap suatu barang tidak hanya tergantung pada harga barang tersebut. Tetapi juga pada preferensi konsumen, harga barang subsitusi dan komplementer Dan juga pendapatan.
  • Pendapatan
Suatu perubahan (peningkatan/penurunan) daripada pendapatan konsumer akan berpengaruh terhadap permintaan berbagai barang, besarnya pengaruh perobahan tersebut diukur dengan apa yang disebut elastisitas pendapatan. Elastisitas pendapatan ini dapat dihitung dengan membagi persentase perubahan jumlah barang yang diminta dengan persentase perobahan pendapatan,Faktor Penentu Elastisitas Penawaran




3/14/2013

Penentuan Harga Permintaan Dan Penawaran


Teori penawaran dan permintaan dalam ilmu ekonomi, adalah penggambarkan atas hubungan-hubungan di pasar, antara para calon pembeli dan penjual dari suatu barang. Model ini sangat penting karena menjadi acuan untuk menentukan harga dan kualitas yang terjual di pasar, dimana sebagai penyeimbang antara kuantitas yang diminta oleh konsumen dan kuantitas yang ditawarkan oleh produsen, sehingga terciptalah keseimbangan ekonomi antara harga dan kuantitas.

Pengertian Penawaran

Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang tersedia dan dapat dijual oleh penjual pada berbagai tingkat harga, pada waktu tertentu, dan dengan kesepakatan antara penjual dan pembeli. Berikut ini merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi penawaran:
  1. Harga barang itu sendiri.
  2. Harga sumber produksi.
  3. Tingkat produksi.
  4. Perkiraan/ekspectasi.

Pengertian Permintaan

Permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli oleh konsumen, pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu. Beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan :
  1. Harga barang itu sendiri.
  2. Jumlah barang itu sendiri.
  3. Harga barang lain yang berkaitan.
  4. Tingkat pendapatan.
  5. Selera konsumen.
  6. Perkiraan/ekspektasi.
Apabila dilihat dari daya beli konsumen permintaan dibagi menjadi tiga, yaitu:
Permintaan Efektif, yaitu permintaan barang atau jasa yang didukung oleh daya beli.
Permintaan Absolut, yaitu angan-angan yang dimiliki oleh konsumen yang berarti ketidakmampuan komsumen 
dalam daya beli.
Permintaan Potensial, yaitu permintaan tidak hanya dilihat dari daya beli konsumen tapi permintaan juga dapat dilihat dari segi permintaan individu. Sedangkan yang dimaksud dengan permintaan individu adalah permintaan yang datang dari seseorang untuk memenuhi kebutuhannya.

Hukum Permintaan Dan Penawaran

◘ Hukum permintaan adalah hukum yang menjelaskan tentang adanya hubungan yang saling bertolak belakang antara tingkat harga dengan barang yang diminta. Apabila harga naik maka permintaan jumlah barang atau jasa sedikit, sedangkan jika harga menurun permintaan akan barang atau jasa meningkat. Maka hukum permintaan 
“Semakin turun tingkat harga, maka semakin banyak jumlah barang yang tersedia diminta, dan sebaliknya semakin naik tingkat harga semakin sedikit jumlah barang yang bersedia diminta.” 
Pada hukum permintaan berlaku asumsi ceteris paribus. Artinya hukum permintaan tersebut berlaku jika keadaan atau faktor-faktor selain harga tidak berubah (dianggap tetap).
◘ Hukum penawaran berbunyi  “Semakin tinggi harga, semakin banyak jumlah barang yang bersedia ditawarkan. Sebaliknya, semakin rendah tingkat harga, semakin sedikit jumlah barang yang bersedia ditwarkan.”
Hukum penawaran akan berlaku apabila faktor-faktor lain yang memengaruhi penawaran tidak berubah (ceteris paribus).