10/31/2014

Pengembangan Sistem Informasi (LATIHAN)

Matakuliah : Pengembangan Sistem Informasi
Latihan Perancangan Sistem Informasi
  1. Jelaskan Prinsip perancangan sistem informasi dengan pendekatan berorientasi objek!
  2. Sebutkan Tools yang dapat digunakan pada perancangan sistem informasi dengan pendekatan berorientasi objek!
  3. Jelaskan!

A. Use case diagram
B. Sequence Diagram
C. Collaboration Diagram
D. Diagram Class
E. Diagram Relationship
F. Diagram Multiplicity dan Navigasi
G. Diagram Inheritance
H. Diagram State Transition
I.  Diagram component
J. Diagram Deployment

Jawaban!
1. Mendesain dan membangun sistem dengan mengumpulkan obyek software yang dapat digunakan, tetapi bukan dengan menulis modul software dari awal lagi. Dengan membuat kode yang ditulis sebisa mungkin dapat dipergunakan kembali (reusable) sehingga tidak perlu lagi mengimplementasikan ulang. Berikut karakteristik perancangan berorientasi objek yang dapat digunakan sebagai prinsik perancangan sistem informasi:
  • Abstraksi, yaitu prinsip untuk merepresentasikan dunia nyata yang kompleks menjadi satu bentuk model yang sederhana dengan mengabaikan aspek-aspek lain yang tidak sesuai dengan permasalahan.
  • Enkapsulasi, yaitu pembungkusan atribut data dan layanan (operasi-operasi) yang dipunyai objek.
  • Pewarisan (Inheritance), yaitu mekanisme yang memungkinkan satu objek mewarisi sebagian atau seluruh definisi dan objek lain sebagai bagian dan dirinya.
  • Reusability, yaitu pemanfaatan kembali objek yang sudah didefinisikan untuk suatu permasalahan pada permasalahan lainnya yang melibatkan objek tersebut.
  • Generalisasi dan Spesialisasi, yaitu menunjukkan hubungan antara kelas dan objek yang umum dengan kelas dan objek yang khusus.
  • Komunikasi Antar Objek, yaitu dilakukan lewat pesan yang dikirim dari satu objek ke objek lainnya
  • Polymorphism, yaitu kemampuan suatu objek untuk digunakan dibanyak tujuan yang berbeda dengan nama yang sama, sehingga menghemat baris program.


2. Berikut adalah tools pendekatan berorientasi objek :
  • Rational Unified Process (RUP) (Rational Software – IBM 2003)
  • Fusion (Coleman 1994)
  • STS development Method 3 (ADM3) (Firesmith 1993)
  • Berard’s object-oriented design (Berard 1991)
  • Booch’s object-oriented design (Booch 1983, 1991)
  • Coad and Yourdon’s object – oriented analysis (Coad & Yourdon 1989)
  • Coad and Yourdon’s object-oriented analysis (OOA) (Coad & Yourdon 1991)
  • Jacobson’s Objectory (Jacobson & Linstrom 1992)
  • Rumbaugh’s object modelling technique (OMT) (Rumbaugh et al. 1991)
  • Object-oriented system analysis (OOA) (Shlaer & Mellor 1988)

3. Berikut penjelasan tentang:
A. Use case diagram merupakan model diagram UML yang digunakan untuk menggambarkan requirementfungsional yang diharapkan dari sebuah system Use-case diagram menekankan pada “siapa” melakukan “apa” dalam lingkungan sistem perangkat lunak akan dibangun
B. Sequence Diagram adalah suatu diagram yang menggambarkan interaksi antar obyek dan mengindikasikan komunikasi diantara obyek-obyek tersebut. Diagram ini juga menunjukkan serangkaian pesan yang dipertukarkan oleh obyek-obyek yang melakukan suatu tugas atau aksi tertentu.
C. Collaboration Diagram adalah suatu diagram yang memperlihatkan atau menampilkan pengorganisasian interaksi yang terdapat disekitar objek dan hubungannya terhadap yang lainnya. Collaboration Diagram lebih menekankan kepada peran setiap objek dan bukan pada waktu penyampaian pesan.
D. Diagram Class adalah diagram yang menunjukan class-class yang ada dari sebuah sistem dan hubungannya secara logika. diagam yang digunakan untuk menampilkan beberapa kelas serta paket-paket yang ada dalam sistem/perangkat lunak yang sedang kita gunakan. Class diagram memberi kita gambaran (diagram statis) tentang sistem/perangkat lunak dan relas-relasi yang ada didalamnya.
E. Diagram Relationship merupakan suatu model/diagram untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi.
F. Diagram Multiplicity dan Navigasi adalah diagram yang memiliki penanda pada relasi, penanda tersebut akan mengindikasikan berapa banyak objek dari suatu kelas terelasi ke objek lain dan juga diagram yang menunjukkan alur akses yang melalui struktur basis data yang mana mereka akan digunakan oleh proses atau prosedur. 
G. Diagram Inheritance adalah teknik yang menyatakan bahwa anak dari objek akan mewarisi data atau atribut dan metode dari induknya langsung. Atribut dan metode dari sebuah objek induk akan diturunkan kepada anak objek dan demikian seterusnya.
H. Diagram State Transition adalah suatu modelling tool yang menggambarkan sifat ketergantungan pada waktu dari suatu sistem. diagram yang menggambarkan bagaimana suatu proses dihubungkan satu sama lain dalam waktu yang bersamaan. StateTransition Diagram digambarkan dengan sebuah state yang berupa komponen system yang menunjukkan bagaimana kejadian-kejadian tersebut dari satu state ke stateyang lain.
I. Diagram component adalah diagram UML yang menampilkan komponen dalam system dan hubungan antara mereka. Pada component View, akan difokuskan pada organisasi fisik system. Pertama, diputuskan bagaimana kelas-kelas akan diorganisasikan menjadi kode pustaka. Kemudia akan dilihat bagaimana perbedaan antara berkas eksekusi, berkas dynamic link library (DDL), dan berkas runtime lainnya dalam system.
J. Diagram Deployment adalah diagram yang menggambarkan detail bagaimana komponen di-sebar (di-deploy) kedalam infrastruktur sistem, dimana komponen akan terletak (pada mesin, node, server atau piranti keras apa), bagaimana kemampuan jaringan pada lokasi tersebut, spesifikasi server, dan hal-hal lain yang bersifat fisikal.

10/16/2014

Application Letter

Kav. POS&GIRO No.27 – Kaliabang Tengah
Bekasi Utara 17125 – Indonesia

October 16, 2014

PROFESCIPTA WAHANATEHNIK, PT (Digital Presence Strategy)
DIGITAL AGENCY OFFICE
Wisma Proklamasi lt.2
Jl. Proklamasi No. 41 - Menteng
Jakarta Pusat 10320 - Indonesia
P. +62 21 391 5286

Dear Sirs,

I am writing to explore the possibility of employment as part of the development teams in your company. I am a Computer Science graduate of the University of Gunadarma.

My strong computer skills, web designer, have a good knowledge of HTML5 and CSS3. I’ve created a website for qualify of my graduation and I was finished a session about web design too.

For your persual and evaluation, I have enclosed my resume which includes my special skills, training and accomplishments and awards as student, and a photocopy of my official transcript of records for your evaluation. I would welcome the opportunity to discuss my ssuitability for the position and comply with your other requirments. I can be contacted working hours at 0857- 1110-3111.

Yours faitfully,



Ali Murtado

GPS Sebagai Alat Telematika

Pengenalan GPS

 Global Positioning System adalah alat yang digunakan untuk mengetahui posisi seseorang pada satu saat. Yang ditransmisikan GPS bukan informasi posisi kita tetapi posisi satelit dan jarak penerima GPS kita dari satelit. Informasi ini diolah alat penerima GPS kita dan hasilnya ditampilkan kepada kita.
 GPS memiliki banyak fungsi yang bermanfaat bagi kehidupan kita, seperti melihat lokasi di mana kita berada, menunjukkan arah untuk ke lokasi yang ingin kita tuju, sebagai kompas, menunjukkan peta lokasi suatu tempat berupa gambar jalan dan sungai. GPS bekerja dengan cara tiap satelit mentransmisikan data navigasi dalam sinyal CDMA (Code Division Multiple Access)-sama seperti jenis sinyal untuk telepon seluler CDMA. Sinyal CDMA menggunakan kode pada transmisinya sehingga penerima GPS tetap bisa mengenali sinyal navigasi GPS walaupun ada gangguan pada frekuensi yang sama. Kode CDMA tiap satelit dipilih dengan saksama agar tidak mengganggu transmisi satelit lainnya.
 Satelit-satelit ini dikontrol dari 5 stasiun Bumi, 4 stasiun Bumi yang bekerja otomatis dan satu stasiun Bumi pengontrol utama. Empat stasiun Bumi otomatis hanya berfungsi menerima data dari satelit GPS dan meneruskan informasi itu ke stasiun pengontrol utama. Stasiun pengontrol utama memberikan koreksi data navigasi ke satelit-satelit GPS. Bagian akhir dari sistem GPS ini adalah alat penerima GPS yang akhirnya menghitung semua data, melakukan korelasi, dan menampilkan data posisi di layar display.

GPS Pada Handheld

 GPS memungkinkan kita untuk melihat dimana posisi geografis kita di muka bumi. Oleh sebab itu dengan GPS kita dapat mengetahui dimana posisi kita berada. Cara kerja GPS menggunakan sistem tracker, armada ataupun mobile dalam keadaan real-time. Sistem ini memanfaatkan kombinasi dua teknologi, yaitu GSM dan GPS untuk menentukan letak suatu objek, lalu menerjemahkannya dalam bentuk peta digital. GPS tracking ini menggunakan beberapa satelit yang berada di orbit bumi, memancarkan sinyal ke bumi yang kemudian di terima oleh alat penemira. Dengan alat penerima ini contohnya seperti GPS Super Spring SF410 yang kemduian akan menerima sinyal dan menterjemahkannya ke dalam peta digital dan kemudian menampilkannya di layar sebuah produk GPS.
 Untuk mengenal karakter fitur GPS, terlebih dahulu harus dikenali jenis dasar teknologi yang digunakan, berikut paparannya :

  • Integrated GPS, Pada jenis ini perangkat penerima GPS pada hape harus terus menerus terkoneksi dengan sinyal dari satelit GPS. Integrated GPS dapat menghitung posisi koordinat sendiri dengan menggunakan setidaknya 3 satelit. Meski kualitasnya cukup tajam, tapi integrated GPS lumayan rakus pada energi baterai. Hape dengan intergared GPS pertama adalah Nokia 6110 Navigator, dilanjutkan ke beberapa Nokia seri E dan N.
  • GPS Bluetooth, Bila Anda tak memiliki GPS teringrasi, maka solusinya dengan memasang dongle GPS yang dikoneksikan lewat Bluetooth (GPS Eksternal). Dengan pola ini penggunaan navigasi jadi lebih dinamis. Yang harus diperhatikan disini adalah tenaga pada dongle GPS, sedangkan dari sisi hape hanya terkuras energi untuk koneksi Bluetooh. Aplikasi penunjang GPS Bluetooth banyak tersedia di hape SymbianS60 2rd dan 3nd edition.
  • Assisted GPS, Inilah jenis yang paling populer digunakan saat ini, A-GPS disiapkan untuk menambah sisi keakuratan. Di A-GPS, jaringan internet dari operator digunakan untuk memperbaiki koordinat/posisi. Tentu dengan pola A-GPS, berarti pengguna harus siap untuk melepas sedikit pulsa untuk data. Di hape-hape terbaru, A-GPS juga dapat menjalankan moda offline, artinya A-GPS bisa bekerja murni mengandalkan sinyal satelit.
  • Network Based, Penentuan koordinat lokasi di pola ini mengandalkan jangakuan jaringan operator lewat antena BTS (base transceiver station). Pola network based kerap dihadirkan pada hape merek lokal yang tak memiliki fitur GPS, syaratnya tentu koneksi internet dan akses peta digital, semisal dari Google Maps. Beberapa aplikasi, seperti Twitter menyediakan pilihan untuk mengkombinasikan antara network based dan A-GPS secara terpadu.
Maka dapat kita banyangkan jika tidak adanya GPS pada handheld yang kita miliki, kalau saya sendiri akan cukup kesulitan dalam mengetahui suatu lokasi atau ketika ingin pergi kesuatu lokasi, karena saya sendiri memiliki kegemaran traveling, sehingga dengan tidak adanya GPS ini dapat menghambat perjalanan saya.

10/01/2014

Telematika

Perkembangan Telematika

 Saat ini baik di Indonesia dan diseluruh dunia, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi berkembang sangat cepat. Diawali dengan munculnya interconnected network yang merupakan hasil konversi antara teknologi informasi, media dan telekomunikasi. Keberadaan internetini dimanfaatkan oleh masyarakat dunia dari berbagai kalangan untuk berbagai kegiatan,seperti mencari informasi, mengirim informasi dan melakukan kegiatan bisnis atau nonbisnis. Kegiatan ini dikenal sebagai kegiatan telematika (cyber activities).
 Pada dasarnya terdapat dua jenis pengguna internet, yaitu pengguna akiv dan pasiv. Maksud dari penguna aktiv yaitu para pengguna internet yang saling berinteraksi dengan pengguna internet lainnya, contohnya dalam berbelanja online, mengirim e-mail dan lain sebagainya. Sedangkan pengguna pasiv adalah pengguna yang hanya melakukan browsing tanpa berinteraksi dengan pengguna internet lainnya. Namun dengan demikian muncul pengguna internet yang melakukan kejahatan, mereka dikategorikan sebagai cyber crime. Salah satu contoh tindakan kejahatan yang dapat dilakukan dengan internet ini adalah carding, yaitu melakukan manipulasi pada data credit card pengguna internet lainnya untuk kepentingan peribadi atau golongan mereka para cyber crime.
 Cyber crime termasuk kejahatan yang bersifat lintas batas wilayah karena jaringan internet merupakan jaringan yang tanpa batas (borderless). Jaringan borderless merupakan jaringan yangdisediakan untuk memudahkan pengguna internet agar dapat mengakses informasi seluas-luasnya, akan tetapi jaringan borderless dapat juga menimbulkan banyak permasalahan termasuk masalah kejahatan telematika yang sifatnya lintas batas wilayah Negara. Cyber crime ini termasuk kedalam kategori kejahatan transnasional maka perlu adanya kerjasama antar negara dan undang-undang yang mengatur permasalahan ini, agar dalam penanganan hukumnya disamaratan ditiap-tiap negara.
 Maka diperlukan prinsip-prinsip hukum yurisdiksi dalam hukum internasional dalam mengantisipasi dan mengangani kejahatan telematika sebagai kejahatan transnasional. Hal yang penting adalah bagaimana pendekatan yurisdiksi negara terhadap kejahatan telematika yang bersifat transnasional. Yuridiksi secara konseptual dibagi menjadi tiga, yaitu :

  • JURISDICTION TO PRESCRIBE
  • JURISDICTION TO ADJUDICATE
  • JURISDICTION TO ENFORCE

 Pada dasarnya ketiga konsep ini termasuk dalam prinsip yurisdiksi territorial, dimana satu Negara memiliki kewenangan dalam menetapkan hokum pidananya terhadap kejahatan yang berlangsung didalam wilayah teritorialnya. Ketentuan mengenai apakah bentuk kegiatan tersebut dapat dipidana tergantung dari hokum Negara dimana tindakan tersebut dilakukan. Hal ini terjadi pada tahun 2000, kasus virus ‚“I love You“ yang merugikan sekitar 40 juta orang di Amerika, menimbulkan permasalahan yurisdiksi. Virus yang dibuat oleh Guzman warga negara Philipina tidak dianggap sebagai kejahatan berdasarkan hukum Philipina, sebaliknya Amerika menetapkan Guzman sebagai penjahatcyber yang harus ditindak dan diadili. Kenyataan ini menggambarkan bahwa, kejahatan telematika yang bersifat transnasional membutuhkan adannya pengakuan “double criminality“, yaitu baik Amerika maupun Philipina sama – sama mengakui bahwa penyebaran virus termasuk sebagai kejahatan. Sehingga dimungkinkan adanya ekstradisi, atau paling tidak adanya legal mutual assistance, dimana kejahatan itu dilaporkan oleh pihak  Amerika, sedangkan penangannya dapat dilakukan oleh Philipina.
 Dengan demikian timbul pertanyaan adalah bagaimana Negara-negara di dunia menangani kejahatan telematika yang bersifat transnasional.Langkah-langkah yang dapat diambil adalah :

  1. Adanya persamaan persepsi dari Negara-negara mengenai bentuk kejahatan telematika apa saja yang dianggap sebagai kejahatan telematika yang bersifat transnasional.
  2. Adanya kerjasama antar Negara berkaitan dengan alih teknologi dalam usaha melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap kejahatan telematika.
  3. Adanya kesamaan persepsi mengenai digital evidence pada hokum nasional setiap Negara.
  4. Membentuk perjanjian internasional atau regional mengenai kejahatan telematika.Saat ini hanya Eropa yang memiliki Konvensi mengenai Cyber Crime, akan tetapi tidak menutup kemungkinan negara lain dapat meratifikasi konvensi tersebut.
  5. Adanya perjanjian ekstradisi bagi pelaku kejahatan telematika atau setidaknya kerjasama Mutual Legal Assistance.
Semoga dengan terbentunya perjanjian-perjanjian antar negara yang telah disepakati maka para cyber crime ini dapat diadili dimanapun mereka tertangkap.

Referensi: