3/21/2014

Kutipan Dan Catatan Kaki

Kutipan Dan Catatan Kaki

Definisi Kutipan

Kutipan merupakan pinjaman kalimat atau pendapat seseorang dari seorang pengarang atau seseorang yang sangat terkenal, baik terdapat dalam buku, surat kabar, majalah, atau media elektronika. Yang berfungsi sebagai pengokohan argumentasi dalam sebuah karangan. Seorang penulis tidak perlu membuang waktu untuk menyelidiki suatu hal yang sudah dibuktikan kebenarannya oleh penulis lain, penulis cukup mengutip karya orang lain tersebut.

Dengan demikian kutipan memiliki fungsi sebagai: 
  • Menunjukkan kualitas ilmih yang lebih tinggi. 
  • Menunjukkan kecermatan yang lebih akurat. 
  • Memudahkan penilaian penggunaan sumber dana. 
  • Memudahkan pembedaan data pustaka dan ketergantungan tambahan. 
  • Mencegah pengulangan penulisan data pustaka. 
  • Meningkatkan estetika penulisan. 
  • Memudahkan peninjauan kembali penggunaan referensi, dan memudahkan penyuntingan naskah yang terkait dengan data pustaka.

Macam-Macam Kutipan

Kutipan langsung kurang dari atau sama dengan 4 baris

Kutipan ini akan dimasukkan dalam teks dengan cara berikut:
  1. Kutipan diintegrasikan dengan teks.
  2. Jarak antara baris dengan baris dua spasi.
  3. Kutipan diapit dengan tanda kutip.
  4. Sesudah kutipan selesai diberi nomor urut penunjukkan setengah spasi ke atas atau dalam kurung ditempatkan nama pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat terdapat kutipan itu.
Contoh :
Supaya tulisan kita mudah dipahami orang lain, maka kita hendaknya membuat kalimat yang efektif. Yang dimaksud dengan kalimat efektif itu yang bagaimana? “Kalimat efektif adalah kalimat yang dengan sadar atau sengaja disusun untuk mencapai daya informasi yang tepat dan baik” (Parera,1988:42). Dengan demikian…..

Kutipan langsung lebih dari 4 baris

Kutipan yang lebih dari empat baris ketentuan penulisannya sebagai berikut:
  1. Kutipan dipisahkan dari teks dalam jarak 2,5 spasi
  2. Jarak antara baris dengan baris kutipan satu spasi
  3. Kutipan boleh atau tidak diapit dengan tanda kutip
  4. Sesudah kutipan selesai diberi nomor urut penunjukan setengah spasi ke atas, atau dalam kurung ditempatkan nama pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat terdapat kutipan itu
  5. Seluruh kutipan dimasukkan ke dalam 5 – 7 ketikan.
Contoh :
................................................................................
menulis merupakan suatu kegiatan yang produktif dan ekspresif. Dalam kegiatan menulis ini seorang penulis harus terampil memanfaatkan grafologi, struktur bahasa, dan kosakata. Keterampilan menulis digunakan untuk mencatat, merekam, meyakinkan, melaporkan, menginformasikan, dan mempengaruhi pembaca. Maksud dan tujuan seperti itu hanya dapat dicapai dengan baik oleh para pembelajar yang dapat menyusun dan merangkai jalan pikiran dan mengemukakannya secara tertulis dengan jelas, lancar, dan komunikatif. Kejelasan ini bergantung pada pikiran, organisasi, pemakaian dan pemilihan kata, dan struktur kalimat. (Crimmon Kurniawan 2006:122)

..........................................................................

Kutipan Tidak Langsung

Kutipan tidak langsung merupakan kutipan hasil penelitian, hasil karya atau pendapat orang lainyang penyajiannya tidak sama dengan teks aslinya, melainkan dengan menggunakan bahasa atau kalimat penulis atau peneliti sendiri.
Syarat penulisan kutipan tidak langsung adalah:
  1. Kutipan diintegrasikan dengan teks.
  2. Jarak antarbaris dua spasi.
  3. Kutipan tidak diapit tanda kutip.
  4. Sesudah kutipan selesai diberi nomor urut penunjukan setengah spasi ke atas, atau dalam kurung ditempatkan nama pengarang, tahun terbit, nomor halaman tempat terdapat kutipan itu.
Contoh:
Menurut Gorys Keraf, kalimat yang baik adalah yang menunjukkan kesatuan gagasan, atau hanya mengandung satu ide pokok. Bila ada dua kesatuan yang tidak mempunyai hubungan digabungkan, maka akan merusak kesatuan pikiran (1994 :36).

Definisi Catatan Kaki

Catatan kaki, atau dikenal dengan istilah footnote, adalah keterangan tambahan yang terletak di kaki/dasar halaman dan dipisahkan dari teks oleh sebuah garis (separator) sepanjang 20 (dua puluh) karakter atau 5 (lima) cm menurut default Microsoft Word.
Catatan kaki memiliki empat tujuan utama:
  • Menjelaskan referensi bagi pernyataan dalam teks (biasa disebut catatan kaki sumber atau reference footnote). Yang dikutip bisa mencakup fakta-fakta khusus, pendapat, atau ungkapan langsung dari otoritas yang karya-karyanya menjadi rujukan dalam karya tulis ilmiah.
  • Menjadi ruang bagi penulis untuk memberikan komentar-komentar insidental yang dipandang penting tentang, atau menegaskan dan menilai, pernyataan-pernyataan yang dibicarakan dalam teks. Ring-kasnya, catatan kaki menjadi tempat di mana penulis menjelaskan hal-hal yang dipandang layak dimasukkan, tetapi mungkin dapat mengganggu alur pemikiran jika disebutkan, dalam teks. 
  • Menunjukkan referensi silang (cross-references) atau sumber lain yang membicarakan hal yang sama (biasa disebut catatan kaki isi atau content footnote). Jenis catatan kaki ini biasanya menggunakan kata-kata: “Lihat …,” “Bandingkan …,” dan “Uraian lebih lanjut dapat dilihat dalam …,” dan sebagainya. Diperlukan konsistensi dan ketepatan dalam penggunaan ungkapan-ungkatan tersebut. Dianjur-kan penggunaan catatan kaki untuk tujuan ini tidak berlebihan agar tidak menimbulkan kesan pamer literatur. 
  • Menyatakan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak tertentu yang terkait dengan sebuah penyataan atau kutipan dalam teks. Misalnya, mereka yang membantu penulis memahami sebuah konsep, menda-patkan literatur yang sedang dikutip, menerjemahkan sebuah teks, dan sebagainya. Penggunaan catatan untuk tujuan ini hendaknya juga diupayakan seminimal mungkin.
Catatan kaki ada dua macam, yaitu catatan kaki lengkap dan catatan kaki singkat.
Catatan kaki Lengkap adalah catatan kaki yang ditulis lengkap dengan mencantumkan :
  • Nama pengarang
  • Judul buku
  • Nama atau nomor seri (jika ada)
  • Jumlah jilid (jika ada)
  • Nomor cetakan
  • Kota penerbit
  • Nama penerbit
  • Tahun terbit, dan
  • Nomor halaman
Sedangkan catatan kaki singkat adalah catatan kaki yang ditulis secara singkat tidak selengkap catatan kaki jenis pertama. Catatan kaki singkat terdiri atas tiga macam, ibid, op. cit dan loc. Cit.
  • Ibid adalah singkatan dari ibidum, artinya “sama dengan di atas“. Ibid. dipergunakan untuk menunjukkan catatan kaki yang sumbernya sama dengan catatan kaki yang tepat di atasnya.
  • Op. cit adalah singkatan dari opera citati, artinya “dalam karya yang telah dikutip”. Op. cit. digunakan untuk catatan kaki dari sumber yang telah dikutip, tetapi telah disisipi catatan kaki lain dan sumber lain.
  • Loc. Cit. adalah singkatan dari loco citati, artinya “tempat yang sudah dikutip”. Loc. Cit. digunakan seperti op. cit namun sumber yang dikutip berasal dari halaman yang sama.

Perbedaan Kutipan dan Catatan Kaki

Tidak ada perbedaan fungsi kutipan dengan catatan kaki, yaitu sama – sama mencantumkan sumber referensi yang ada pada suatu karya tulis dan juga membantu menguatkan suatu hasil karya tulis serta memperjelas uraian permasalahannya, perbedaannya kutipan hanya digunakan untuk memperkuat pendapat penulis melalui teori – teori yang sudah ada, sedangkan catatan kaki memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai suatu pernyataan orang lain yang digunakan yang diletakkan terpisah dari pendapat penulis. Tempat memperluas pembahasan yang diperlukan diletakkan pada diakhir halaman karena tidak relevan jika dimasukkan di dalam teks. Perbedaan lebih lanjut tentang kutipan dan catatan kaki dapat dilihat sebagai berikut :

Secara Umum

Kutipan : Memberikan referensi singkat teori/pendapat yang digunakan penulis
Catatan Kaki : Memberikan referensi dan penjelasan lebih lanjut tentang teori/pendapat yang digunakan penulis.

Unsur Penulisan

Kutipan
(1) Nama belakang pengarang. 
(2) Tahun penerbitan
(3) Nomer halaman

Catatan Kaki
(1) Nama pengarang (editor, penterjemah), ditulis dalam urutan biasa, diikuti koma (.) 
(2) Judul buku, ditulis dengan huruf kapital (kecuali kata-kata tugas), digarisbawahi.
(3) Nama atau nomor seri, kalau ada.  
(4) Data publikasi : 
    (a) Jumlah jilid, kalau ada.
    (b) Kota penerbitan, diikuti titik dua ditulis.
    (c) Nama penerbit, diikuti koma di antara.
    (e) Tahun penerbitan. tanda kurung.
(5) Nomor jilid kalau perlu. 

Letak Penulisan

Kutipan : Keterangan kutipan diletakkan di setiap akhir kutipan.
Catatan kaki : Dapat ditempatkan langsung di belakang bagian yang diberi keterangan ( catatan kaki langsung) dan diteruskan dengan teks dengan penomoran. Keterangan referensi diletakkan di bagian bawah (kaki) halaman atau pada akhir setiap bab dengan memberi batas garis.

Sumber:
http://www.scribd.com/doc/47562301/46/Macam-macam-Kutipan
http://myshare212.blogspot.com/2012/04/definisi-cara-menulis-kutipan.html
http://myleaf-clover.blogspot.com/2014/03/kutipan-dan-catatan-kaki.html
http://ami26chan.wordpress.com/2010/11/21/memahami-tentang-catatan-kakidaftar-pustaka-dan-kutipan/

No comments:

Post a Comment

coret-coret disini