12/04/2011

Pemuda & Sosialisasi


Pemuda adalah suatu generasi yang dipundahnya terbebani bermacam-macam harapan, terutama dari generasi sebelumnya. Hal ini dapat di mengerti karena pemuda diharapkan sebagai generasi penerus, generasi yang akan melanjutkan perjuangan generasi sebelumnya, generasi yang harus dan akan mengisi serta melangsungkan estafet pembangunan.
Dalam setiap generasi akan memiliki masalah-masalah yang ada, masalah kepemudaan dapat di tinjau dari 2(dua) asumsi, yakni :

✗ Penghayatan mengenai proses perkembangan bukan sebagai suatu kontinum yang sambung menyambung tetapi fragmentaris, terpecah-pecah, dan setuiap fragmen mempunyai artinya tersendiri. Pemuda dibedakan dari anak dan orang tua dan masing-masing fragmen itu mewakili nialai tersendiri. Seyogyanya penilaian bertolak dari suatu asumsi kehidupan yang bersifat kontinum, yang melihat pemuda dan kepemudaaan sebagai suatu tonggak dari "wawasan kehidupan", yang dengan sendirinya mempunyai potensi serta romantisme dalam suatu kesatuan untuk mengisi kehidupannya.

✗ Posisi pemuda dalam arah kehidupan itu sendiri. Tafsiran-tafsiran klasik didasarkan pada anggapan bahwa kehidupan mempunyai pola. Sudah tentu dan ditentukan oleh mutu pemikiran yang diwakili oleh generasi tua yang bersembunyi di balik tradisi.Dinamika pemuda disebut juga sebagai bagaian dari dinamika wawasan kehidupan.

Dua asumsi di atas yang menjadi dasar pemikiran, kiranya tidak akan memberi jawaban terhadap "kebinalan" pemuda dewasa ini. Baik gagasan mengenai "wawasan kehidupan", maupun konsep mengenai tata kehidupan yang dinamis, akan menggugurkan pandangan klasik, yang menafsirkan kelakuan pemuda dan hidup kempemudaan sebagai suatu yang abnormal. Pemuda sebagai suatu subyek dalam hidup, tentulah mempunyai nilai-nilai sendiri dalam mendukung dan menggerakkan hidup bersama itu. hal ini hanya bisa terjadi apabila tingkah laku permuda itu sendiri ditinkjau sebagai interaksi terhadap lingkungannya dalam arti luas. Penafsiran mengenai indentitas pemuda seperti disebutkan sebagai pendekatan ekosferis. Di dalam proses identifikasi dengan kelompok sosial serta norma-normanya itu tidak senantiasa seorang mengidentifikasi dengan kelompok tempat ia sedang menjadi anggota secara resmi.kelompok semacam ini disebut membership-group.

Sosialisasi generasi muda adalah suatu proses yang sangat menentukan kemampuan dari pemuda untuk menselaraskan diri di tengah-tengah kehidupan masyarakatnya. Oleh karena itu pada tahapan pengembangan dan pembinaannyan, melalui proses kematangan dirinya dan belajar pada berbagai kemungkinan yang ada sehingga mampu menegendalikan diri dalam hidupnya di tengah-tengah masyarakat, dan tetap mempunyai motivasi sosial tinggi.
Dalam identiasnya pemuda perlu Pembinaan & Pengenbangan Generasi serta memiliki Masalah & Potensi Generasi.

Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda

Ditetapkan oleh Mentri Pendidikan dan Kebudayaan dalam keputusan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 0323/U/1978 tanggal 28 Oktober 1978. Maksud dari Pola Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda adalah agar semua pihak yang turut serta dan berkepentingan dalam penanganannya benar-benar menggunakan sebagai pedoman sehingga pelaksanaanna dapat terarah, menyeluruh dan terpadu serta dapat mencapai sasaran dan tujuan yang dimaksud.

Pola Dasar Pembinaan dan Pengembangan Genrasi Muda disusun berlandaskan :

1) Landasan Idiil dengan Pancasila
2) Landasan konsstitusional dengan Undang-Undang Dasar 1945
3) Landasan Strategis dengan garis-garis Besar Haluan Negara
4) Landasan historis dengan Sumpah Pemuda Tahun 1928 dan Proklamasi Kemerdekaan
5) Landasan normatif denga Etika, tata nilai dan tradisi leluhur dalam masyarakat

Motivasi dasar Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda bertumpu pada strategi pencapaian tujuan nasional, seperti telah terkandung di dalam Pembukaan UUD 1945 alinea IV.
Atas dasar kenyataan di atas, diperlukan penataan kehidupan pemuda karena pemuda perlu memainkan peranan penting dalam pelaksanaan pembangunan. Masa depan adalah milik generasi muda, namun masa depan tidak berdiri sendiri melaikan lanjutan dari masa sekarang dan masa sekarang adalah hasil masa lampau yang harus terus dilanjutkan pengembangannya. Oleh sebab itu generasi muda harus diberi motvasi kepekaan terhadap masa depan sebagai bagian mutlak masa kini. Maka situasi lingkungan ikut ambil peran dalam penataan generasi muda untuk dapat merelevansikan partisipasinya dalam setua keguatan bangsa dan negara.
Tanpa ikut sertanya generasi muda, pembangunan ini sulit berhasil bukan saja karena pemuda merupakan lapisan masyarakay yang cukup besar dan berpengaruh, tetapi yang lebih penting tanpa kegairahan masyarakat dan kreatifikas pemuda maka pembangunan bangsa ini akan mengalami kegagalan dan dapat kehilangan kesinambungannya.

KESIMPULAN


❐ Generasi muda sebagai subyek pembinaan dan pengembangan adalah mereka yang telah memiliki bekal dan kemampuan serta landasan untuk mandiri dalam keterlibatan secara fungsional bersama potensi lainnya, guna menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi bangsa dalam rangka kehidupan berbangsa dan bernegara serta pembangunan nasional.

❐ Generasi muda sebagai obyek pembinaan dan pengembangan ialah mereka yang masuh memerlukan pembinaan dan pengembangan ke arah pertumbuhan potensi dan kemampuannya ke tingkat yang optimal dan belum dapat bersikap mandiri yang melibatkan secara fungsional.

Masalah dan Potensi Generasi Muda

Permasalahan Generasi Muda
Berbagai masalah generasi muda yang muncul pada saat ini antara lain:

✄ Dirasa menurunnya jiwa idealisme, patriotisme dan nasionalisme.
✄ Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya.
✄ Belum seimbangnnya antara jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia, baik yang formal maupun non formal. TIngginya jumlah putus sekolah yang diakibatkan oleh berbagai sebab yang bukan hanya merugikan generasi muda sendiri, tetapi juga merugikan seluruh bangsa.
✄ Kurangnnya lapangan kerja serta tingginya tingkat pengangguran di kalangan geberasi muda dan mengakibatkan berkurangnnya produktivitas nasional dan memperlambat kecepatan laju perkembangan pembangunan nasional serta dapat menimbulkan berbagai problem sosial lainnya.
✄ Kurang gizi yang dapat menyebabkan hambatan bagi perkembangan kecerdasan dan pertumbuhan badan di kalangan generasi muda, ini di sebabkan oleh rendahnya daya beli masyarakat dan kurang seimbangnnya menu makanan bergizi di kalangan tersebut.
✄ Masih banyaknya perkawinan di bawah umur, terutama di kalangan masyarakat daerah pedasaan/pedalanan.
✄ Pergaulan bebas yang membahayakan sendi-sendi perkawinan dan kehidupan keluarga.
✄ Meningkatnya kenakalan remaja termasuk penyalahgunaan narkotika.
✄ Belum adanya peraturan perundangan yang menyangkut generasi muda.

Untuk memecahkan masalah-masalah yang ada, perlu usaha-usaha terpadu, terarah dan terencana dari seluruh aspek dengan melibatkan generasi muda sebagai subjek dan objek.

Potensi-potnesi Generasi Muda/Pemuda

Potensi-potensi yang terdapat pada generasi muda perlu dikembangkan adalah:
✆ Idealisme dan daya kritis
✆ Dinamika dan kreatifitas
✆ Keberanian mengail resiko
✆ Optimis dan kegairahan semangat
✆ Sikap kemandirian dan disiplin murni
✆ Terdidik
✆ Keanekaragaman dalam pertasuan dan kesatuan
✆ Patriotisme dan nasionalisme
✆ Sikap kesatria
✆ Kemajuan penguasaan ilmu dan teknologi





http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/mkdu_isd/bab4-pemuda_dan_sosialisasi.pdf

No comments:

Post a Comment

coret-coret disini